Jangan Tertipu Warna Port USB, Cara Pasti Menemukan Yang Selalu Menyala

Port USB “Always On” sering luput diperhatikan, padahal fitur ini bisa membuat perangkat tetap mengisi daya meski laptop, PC, atau docking station sudah dimatikan. Bagi pengguna yang ingin mengecas ponsel, smartwatch, atau casing earbud tanpa harus menyalakan komputer, keberadaan port ini terasa sangat praktis.

Keuntungan utamanya ada pada kenyamanan harian. Port seperti ini juga berguna untuk memberi daya terus-menerus ke aksesori PC dan meja, seperti kipas, lampu, dan speaker, sehingga tidak perlu bergantung pada kondisi perangkat utama.

Secara bentuk, port Always On mirip dengan USB biasa. Perbedaannya ada pada kemampuan menyalurkan daya secara konstan selama baterai masih punya sisa atau perangkat tersambung ke sumber listrik.

Cara paling pasti untuk mengeceknya adalah dengan mematikan perangkat terlebih dahulu, lalu sambungkan pengisi daya USB dan colokkan perangkat yang masih bisa menyimpan daya. Jika ponsel atau aksesori mulai mengisi daya saat laptop atau PC sudah off, port itu termasuk Always On.

Sebagian port juga diberi label seperti “charge” atau “Always On.” Namun warna port tidak bisa dijadikan patokan tunggal, karena banyak produsen memakai warna khusus untuk identitas merek mereka, bukan untuk menandai fungsi daya.

Meski begitu, port Always On kerap tampil dalam warna merah, kuning, atau oranye. Warna ini bisa menjadi petunjuk awal, tetapi tetap tidak cukup untuk memastikan fungsinya tanpa pemeriksaan lebih lanjut.

Buku manual laptop atau PC juga bisa membantu. Hanya saja, informasi di dalamnya sering tersembunyi di antara istilah teknis yang cukup banyak.

Bagi pengguna Windows yang ingin mengecek lewat pengaturan sistem, Device Manager menyediakan jalur yang lebih teknis. Setelah membuka “Universal Serial Bus controllers,” pengguna bisa memilih port tertentu, masuk ke tab Power Management, lalu melihat apakah opsi “Allow the computer to turn off this device to save power” sudah dinonaktifkan.

Jika opsi itu sudah tidak aktif, port tersebut tergolong Always On. Menariknya, pengaturan yang sama juga bisa dipakai untuk membuat port biasa berperilaku mirip Always On saat komputer masuk Sleep mode, meski daya tetap tidak akan mengalir ketika PC benar-benar mati.

Di balik cara kerjanya, fitur ini bergantung pada standby voltage. Sistem catu daya komputer tetap menyalurkan 5 volt ke motherboard meski perangkat dimatikan, dan daya inilah yang dimanfaatkan port Always On untuk terus mengisi daya.

Mekanisme yang sama juga menjelaskan mengapa beberapa periferal tetap hidup lebih dulu daripada komputer. Keyboard dan mouse berkabel bisa menerima daya dari jalur standby itu, sehingga lampu latarnya dapat menyala meski PC belum aktif sepenuhnya.

Pada kebanyakan motherboard PC modern, setidaknya ada satu port Always On. Laptop lebih tidak konsisten, sehingga keberadaannya bergantung pada model dan rancangan perangkat.

Karena itu, pemeriksaan manual tetap penting sebelum mengandalkan fungsi ini. Port Always On memang bukan fitur penentu kualitas utama sebuah laptop, tetapi untuk pengguna yang sering mengecas perangkat kecil atau ingin aksesori tetap menyala, fitur ini jelas memberi nilai tambah.

Exit mobile version