Drone DIY 4,4 Pound Ini Tembus 454 Mph, Rekor Dunia Terpecahkan Lagi

Sebuah drone rakitan berbobot 4,4 pon atau sekitar 2 kilogram baru saja mencatat lompatan kecepatan yang sulit diabaikan. Black Bird generasi kelima milik Benjamin Biggs dari Drone Pro Hub melesat hingga 730 km/jam atau 453,6 mph, sekaligus memecahkan rekor kecepatan drone yang ia pegang sendiri.

Pencapaian ini menambah babak baru dalam persaingan panjang antara Biggs dan tim Bells. Setelah Biggs merebut kembali gelar pada Januari, pihak Bells belum membalas dengan rekor baru, meski mereka mengakui sedang mengerjakannya.

Rekor yang naik lagi dalam hitungan bulan

Biggs kembali memperlebar jarak dengan rata-rata top speed 685 km/jam atau 425,6 mph. Angka itu sudah cukup untuk menunjukkan betapa agresifnya pengembangan drone bertenaga baterai yang ia rancang sendiri.

Pada pengujian terbaru, satu drone sempat hilang setelah kehilangan umpan balik video. Namun unit kedua berhasil menyelesaikan penerbangan dengan hasil jauh lebih tinggi dari capaian sebelumnya.

Perubahan desain untuk mengejar kecepatan

Untuk meraih performa itu, Biggs meningkatkan pitch baling-baling dan beralih ke baling-baling berbahan serat karbon. Ia juga menambahkan desain bergerigi pada baling-baling agar aliran udara tetap lurus, bukan melilit mengikuti arah putaran.

Perubahan ini tampak fokus pada efisiensi aliran udara dan stabilitas dorong. Dalam proyek seperti ini, selisih kecil pada desain propeler dapat berdampak besar pada hasil akhir.

Melesat di atas angin, lalu jatuh karena baterai habis

Dalam kondisi berangin, drone itu mencapai 730 km/jam saat terbang searah angin. Pada lintasan melawan angin, kecepatannya masih menyentuh 640 km/jam atau 397,7 mph.

Cuaca yang berangin membuat Biggs mempertahankan throttle penuh lebih lama dari biasanya. Dampaknya, baterai habis, mengeluarkan asap, dan drone berakhir crash-landed.

Beban daya yang sangat ekstrem

Selama pengujian, drone berbobot 2 kilogram itu mencatat daya puncak 19,1 kW atau 25,6 horsepower. Arusnya mencapai 449 A pada tegangan 42,5 V, angka yang menggambarkan betapa besar tuntutan tenaga dalam upaya memecahkan rekor ini.

Kombinasi bobot ringan, tenaga besar, dan modifikasi propeler menjadi kunci utama dalam lari kecepatan ekstrem tersebut. Hasilnya, drone DIY ini kini berada di posisi yang sangat dekat dengan pengakuan resmi.

Target berikutnya: Guinness World Record

Biggs sekarang menargetkan pemecahan rekor resmi Guinness World Record dengan drone barunya. Dengan capaian 730 km/jam yang sudah tercatat dalam pengujian, langkah berikutnya akan menentukan apakah rekor tersebut bisa masuk buku rekor dunia secara formal.

Source: www.notebookcheck.net
Exit mobile version