Galaxy S25 FE Meledak Saat Dicas Semalaman, Risiko Charge di Kasur Kembali Disorot

Seorang pengguna di Kanada mengklaim Galaxy S25 FE miliknya meledak saat dicas semalaman. Insiden itu disebut menyebabkan luka bakar ringan, kerusakan akibat asap di kamar, serta trauma pada anak pengguna yang berada di lokasi saat kejadian.

Kabar ini menarik perhatian karena disebut menjadi laporan ketiga tahun ini yang melibatkan ponsel seri flagship Samsung Galaxy S. Meski begitu, jumlah laporan yang muncul masih sangat kecil dibanding penjualan lini Galaxy yang mencapai jutaan unit di seluruh dunia.

Menurut penuturan pengguna, ponsel sedang diisi daya semalaman dengan kabel bawaan dalam kotak dan charger USB-PD 20W dari pihak ketiga. Samsung memang tidak menyertakan kepala charger di dalam kemasan, sehingga pengguna memakai adaptor terpisah.

Ponsel itu diletakkan di atas kasur tempat pengguna dan anaknya tidur. Perangkat disebut tidak berada di bawah bantal, tetapi tetap berada sangat dekat dengan mereka saat pengisian berlangsung.

Pengguna mengaku terbangun karena mendengar suara letupan. Ia menyebut serpihan logam dan plastik terlontar dari ponsel seperti kembang api, sebelum petugas pemadam kebakaran datang menangani asap dan perangkat yang rusak.

Akibat peristiwa itu, rambut pengguna disebut sempat tersambar panas dan lehernya mengalami luka bakar kecil. Kamar juga mengalami kerusakan akibat asap dan meninggalkan bau menyengat yang masih bertahan setelah kejadian.

Kondisi saat pengisian

Ada detail lain yang dianggap penting dalam kasus ini. Pengguna mengakui ponsel disimpan di dalam wallet case berbahan kulit yang tebal, dan di dalam case itu juga terdapat beberapa koin.

Kombinasi case tebal dan benda logam seperti koin dapat memerangkap panas di sekitar perangkat. Faktor itu dinilai mungkin ikut berkontribusi terhadap terjadinya thermal runaway, yaitu kondisi saat suhu baterai meningkat tak terkendali.

Namun, perangkat modern umumnya sudah memiliki banyak lapisan pengaman untuk mencegah panas berlebih berkembang menjadi insiden serius. Karena itu, adanya faktor pemicu eksternal tidak otomatis menutup pertanyaan soal mengapa perlindungan internal tidak mampu menghentikan eskalasi suhu sebelum terjadi ledakan atau kebakaran.

Pengguna mengatakan ponsel tersebut dibeli dalam kondisi baru dari Virgin sekitar enam bulan lalu. Ia juga menyebut masih membayar cicilan bulanan untuk perangkat itu.

Samsung sudah dihubungi

Setelah kejadian, pengguna menghubungi dukungan Samsung dan menerima nomor tiket. Sampai laporan ini beredar, pengguna mengaku belum menerima tindak lanjut dari perusahaan.

Dalam dua insiden sebelumnya tahun ini, Samsung disebut sempat mengeluarkan pernyataan pada kasus pertama. Namun pada kasus kedua, tidak ada respons atau pernyataan resmi yang diterbitkan.

Belum ada indikasi bahwa kasus ini mewakili masalah yang meluas pada lini Galaxy S25 FE atau seri Galaxy S secara umum. Untuk saat ini, laporan yang beredar masih tergolong insiden terpisah, bukan tren massal.

Karena itu, pengguna Galaxy tidak perlu panik. Skala kasus yang muncul masih sangat rendah jika dibandingkan dengan jumlah perangkat Galaxy yang beredar secara global.

Pelajaran penting bagi pengguna

Meski penyebab pasti insiden ini belum ditetapkan, ada beberapa konteks penggunaan yang patut dicermati. Charger pihak ketiga tidak selalu bermasalah, tetapi pengguna disarankan memilih aksesori dari merek yang bereputasi baik, bukan produk tanpa identitas jelas.

Case model dompet juga layak diperhatikan karena biasanya lebih tebal dan menutup area permukaan ponsel lebih banyak. Kondisi itu dapat menghambat pelepasan panas dari bodi perangkat saat dipakai atau saat sedang mengisi daya.

Panas yang terjebak memang tidak selalu berujung pada kebakaran. Namun dalam jangka panjang, suhu yang terus tinggi tetap buruk bagi kesehatan baterai.

Dalam kasus ini, keberadaan koin di dalam case menambah perhatian tersendiri. Benda tambahan di sekitar ponsel dapat mengubah sirkulasi panas di area perangkat, terutama saat proses pengisian berlangsung semalaman.

Jika baterai lithium-ion terbakar

Ada beberapa langkah dasar yang perlu diketahui pengguna bila menghadapi kebakaran baterai lithium-ion. Orang-orang di sekitar harus segera dijauhkan dari lokasi, dan asap atau uap yang keluar sebaiknya tidak dihirup.

Ponsel yang terbakar atau mengeluarkan asap juga tidak boleh disentuh dengan tangan kosong. Jika memungkinkan, buat jarak aman dan segera hubungi layanan darurat alih-alih mencoba menanganinya sendiri.

Penggunaan air untuk memadamkan kebakaran baterai lithium-ion di dalam ruangan juga perlu dihindari. Jenis baterai ini dapat bereaksi secara tidak terduga, sehingga penanganan oleh petugas darurat menjadi langkah yang lebih aman.

Sampai ada keterangan resmi lebih lanjut, kasus Galaxy S25 FE ini masih berdiri sebagai klaim pengguna yang disertai rincian penggunaan, cedera ringan, dan kerusakan di lokasi. Yang jelas, insiden tersebut kembali menyoroti pentingnya cara pengisian daya, pemilihan aksesori, dan kondisi fisik perangkat saat digunakan semalaman.

Source: www.androidauthority.com
Exit mobile version