AGM G3 Pro Tampil Tangguh, Tapi Kamera Dan Fitur Pintarnya Bikin Gigit Jari

AGM G3 Pro hadir sebagai smartphone rugged yang jelas menempatkan daya tahan di atas desain. Perangkat ini ditujukan untuk pemakaian luar ruang dan kerja berat, dengan bodi yang terasa sangat solid serta sertifikasi MIL-STD-810H.

Ponsel ini juga dirancang untuk menghadapi kondisi ekstrem. AGM G3 Pro diklaim tahan jatuh dari ketinggian hingga 1,5 meter, tahan debu dan air, serta mampu bekerja pada suhu dari -20 °C hingga +60 °C.

Fokus pada fitur lapangan

Salah satu daya tarik paling menonjol ada di bagian belakang. AGM menyematkan lampu camping yang sangat terang, kamera termal terintegrasi, tombol fungsi yang bisa diprogram, serta penerima radio FM bawaan.

Kamera termalnya bisa mengenali titik pengukuran individual dan otomatis menemukan area terpanas serta terdingin dalam gambar. Namun, hasil pengukuran suhu hanya mendekati akurat dan umumnya sedikit lebih tinggi dibandingkan pengukuran referensi.

Di sisi penyimpanan, perangkat ini menawarkan slot hybrid yang fleksibel. Pengguna bisa memilih dua kartu SIM atau satu SIM dengan tambahan kartu microSD untuk ekspansi memori.

Kompromi di sisi konektivitas dan multimedia

Meski dibekali fitur khusus yang kuat, AGM G3 Pro tidak tampil istimewa di area konektivitas. Dukungan GNSS hanya single-band, sehingga akurasi lokasi berkurang, sementara Wi-Fi 5 juga dinilai memiliki performa terbatas.

Kualitas suara panggilan tergolong baik, tetapi tanpa peredam bising yang efektif. Motor getarnya juga terasa kurang premium dibandingkan harapan untuk kelas perangkat ini.

Ada pula batasan pada sisi layanan hiburan digital. Ponsel ini tidak memiliki sertifikasi DRM, yang dapat membatasi streaming kualitas tinggi di beberapa layanan.

Performa harian dan layar

Di bagian dalam, AGM G3 Pro menggunakan MediaTek Dimensity 7300. Chip ini memberi performa harian yang solid, tetapi tetap berada di kelas menengah dan tidak melampaui level tersebut.

Layarnya memakai panel TFT-LCD yang cukup terang untuk penggunaan sehari-hari. Meski begitu, panel ini tidak bisa menandingi OLED dan cenderung menampilkan warna dengan nada yang cukup dingin.

Kamera menjadi titik terlemah

Kelemahan paling besar justru muncul di sektor kamera. Kamera depan masih menghasilkan foto yang bisa diterima, tetapi tampilannya terlalu tajam.

Kamera belakang jauh lebih mengecewakan karena detailnya rendah, tidak memiliki stabilisasi, dan hanya mengandalkan zoom digital. Perekaman video juga dibatasi pada 30 FPS.

Baterai besar, suara kencang, tapi ada catatan jangka panjang

Di sisi lain, AGM G3 Pro punya beberapa keunggulan yang relevan untuk pengguna lapangan. Speaker yang sangat kencang dan daya tahan baterai yang panjang menjadi dua nilai jual utama berkat kapasitas baterai yang besar.

Meski begitu, pabrikan menyebut baterai ini hanya dirancang untuk sekitar 800 siklus pengisian. Angka itu bisa menjadi pertimbangan bagi pengguna yang mengincar ketahanan pemakaian dalam jangka panjang.

Dengan kombinasi ruggedness tinggi, lampu camping yang sangat terang, dan kamera termal bawaan, AGM G3 Pro jelas menyasar segmen khusus. Namun, perangkat ini juga membawa kompromi besar di kamera, multimedia, dan fitur modern yang biasanya lebih dicari di smartphone mainstream.

Source: www.notebookcheck.net
Terkait