Xiaomi Pad 8 Pro masih menarik diperhitungkan sebagai tablet andalan di 2026, terutama bagi pengguna yang ingin perangkat layar besar dengan perhatian lebih serius pada fotografi. Di segmen tablet yang umumnya menempatkan kamera sebagai pelengkap, perangkat ini justru tampil menonjol lewat kamera 50MP dan layar 144Hz.
Daya tarik itu tidak hanya datang dari angka spesifikasi. Xiaomi Pad 8 Pro juga membawa kombinasi visual tajam, performa kelas atas, serta dukungan fitur produktivitas yang membuatnya relevan untuk hiburan maupun pekerjaan ringan hingga menengah.
Fokus pada fotografi dan visual
Sektor fotografi menjadi pembeda utama Xiaomi Pad 8 Pro. Tablet ini dibekali kamera 50MP, sebuah pendekatan yang tergolong tidak lazim untuk perangkat tablet yang biasanya hanya mengandalkan kamera standar.
Dalam kondisi pencahayaan yang baik, kamera tersebut disebut mampu menghasilkan foto yang tajam. Akurasi warna juga baik, sementara eksposur tetap seimbang sehingga hasil gambar terlihat lebih matang untuk ukuran tablet.
Keunggulan lain ada pada sisi layar. Xiaomi Pad 8 Pro memakai panel IPS LCD berukuran 11,2 inci dengan resolusi 3200 x 2136 dan refresh rate 144Hz.
Meski belum menggunakan panel OLED, kualitas visualnya tetap dijagokan. Layar ini mendukung HDR10 dan Dolby Vision, yang membantu reproduksi warna tampil baik saat menikmati konten multimedia.
Tingkat kecerahannya mencapai 800 nits. Angka itu membuat tampilan layar tetap mudah dilihat meski berada dalam pencahayaan yang terang.
Performa untuk harian dan gaming
Di balik bodinya, Xiaomi Pad 8 Pro ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite. Prosesor ini dipadukan dengan GPU Adreno 830, RAM 8GB, dan penyimpanan internal 256GB.
Kombinasi tersebut membuat tablet ini diposisikan bukan sekadar untuk konsumsi konten. Untuk tugas harian, perangkat ini disebut dapat berjalan lancar, termasuk saat dipakai untuk sesi gaming.
Sistem operasinya mengandalkan HyperOS berbasis Android 16. Dengan layar besar dan antarmuka yang sudah dioptimalkan, pengalaman penggunaan diarahkan agar terasa lebih nyaman untuk multitasking maupun aktivitas hiburan.
Xiaomi juga menambahkan dukungan WPS dan CAD kelas PC. Kehadiran fitur ini memberi sinyal bahwa tablet tersebut tidak hanya ditujukan untuk pengguna kasual, tetapi juga untuk kebutuhan produktivitas tertentu.
Fungsi produktivitasnya diperkuat dengan dukungan Xiaomi Focus Pen Pro dan keyboard hover kelas PC. Kombinasi aksesori ini membuka kemungkinan pemakaian yang lebih fleksibel untuk menulis, mencatat, hingga pekerjaan dokumen.
Baterai besar dan pengisian cepat
Untuk mendukung penggunaan lebih lama, Xiaomi Pad 8 Pro dibekali baterai 9.200mAh. Kapasitas ini menjadi salah satu fondasi penting agar tablet tetap nyaman dipakai seharian.
Dalam uji baterai PCMark, perangkat ini mampu bertahan hingga 12 jam 57 menit. Hasil tersebut menunjukkan daya tahan yang cukup kuat untuk kelas tablet dengan layar resolusi tinggi dan refresh rate besar.
Soal pengisian daya, Xiaomi menyematkan fast charging 67W. Tablet ini juga mendukung reverse charging 22,5W, sehingga pengisian daya tidak memerlukan waktu terlalu lama dan bisa memberi daya ke perangkat lain yang kompatibel.
Audio untuk hiburan
Pengalaman multimedia pada Xiaomi Pad 8 Pro tidak berhenti di layar. Tablet ini dilengkapi empat speaker dengan dukungan Dolby Atmos untuk menghasilkan suara yang lebih jernih dan lantang.
Konfigurasi audio itu membuatnya cocok dipakai menonton film atau video tanpa perlu speaker eksternal. Suara disebut tetap jernih bahkan saat volume dinaikkan.
Jika dilihat secara keseluruhan, Xiaomi Pad 8 Pro menempatkan diri sebagai tablet yang mencoba keluar dari pakem lama. Perangkat ini tidak hanya menawarkan performa dan layar besar, tetapi juga membawa perhatian lebih pada fotografi, area yang selama ini kerap diabaikan di pasar tablet.
Dengan kamera 50MP, layar Quad HD 144Hz, chipset Snapdragon 8 Elite, baterai 9.200mAh, dan dukungan fitur produktivitas, Xiaomi Pad 8 Pro hadir sebagai opsi yang menonjol bagi pengguna yang mencari tablet serbaguna. Karakter itu membuatnya tetap relevan di tengah persaingan perangkat mobile yang makin menuntut keseimbangan antara hiburan, kerja, dan kreativitas visual.
