Snapdragon C Pertama Muncul, Tapi Detail Pentingnya Masih Diselimuti Tanda Tanya

Qualcomm akhirnya memperkenalkan Snapdragon C, chip entry-level yang ditujukan untuk laptop murah dan membawa harapan baru bagi pasar Windows 11 kelas terjangkau. Bersamaan dengan itu, Acer mengumumkan Aspire Go 15 sebagai laptop pertama yang akan memakai chip tersebut, meski detail pentingnya masih sangat terbatas.

Langkah ini menarik karena Qualcomm menempatkan Snapdragon C di segmen yang selama ini sensitif terhadap harga. Chip ini disebut akan dipakai pada PC yang harganya mulai dari $300, sehingga posisinya langsung bersaing di ranah laptop murah yang selama ini jadi salah satu medan paling ramai.

Acer Aspire Go 15 jadi pembuka, tapi belum lengkap

Acer menyebut Aspire Go 15 sebagai perangkat pertama yang memakai Snapdragon C. Namun, status itu masih disertai asterisk karena informasi yang dibagikan baru mencakup sebagian kecil spesifikasi.

Sejauh ini, Acer baru mengonfirmasi dukungan RAM hingga 8GB dan penyimpanan 512GB. Laptop ini juga akan membawa layar 15,6 inci, tetapi resolusi panelnya belum diungkap.

Di sisi konektivitas, Acer menjanjikan dua port USB Type-C penuh fungsi. Meski begitu, perusahaan belum menjelaskan spesifikasi detailnya, dan untuk port HDMI pun belum ada kepastian standar yang dipakai.

Snapdragon C masih menjadi tanda tanya besar

Nama Snapdragon C memang sudah diumumkan, tetapi Qualcomm belum membagikan banyak rincian teknis tentang chip ini. Informasi yang dipastikan sejauh ini hanya satu: prosesor tersebut tidak menggunakan core Oryon.

Itu membuat Snapdragon C masih sulit dipetakan dibanding chip lain di lini Qualcomm. Meski begitu, Qualcomm tetap menargetkan daya tarik utama yang familiar bagi laptop murah, yaitu baterai yang diklaim bisa bertahan “all-day battery life.”

Sayangnya, klaim itu belum disertai angka pengujian maupun benchmark. Tanpa data tersebut, performa nyata Snapdragon C masih belum bisa diukur secara objektif.

Harga murah jadi medan persaingan baru

Target harga Snapdragon C mengisyaratkan strategi Qualcomm untuk mengisi celah di pasar laptop terjangkau. Dengan banderol mulai $300, chip ini tampaknya disiapkan untuk menghidupkan kembali kompetisi di segmen Windows 11 murah.

Pergerakan ini juga muncul di tengah perubahan pasar laptop hemat. Apple sebelumnya mengguncang industri saat memperkenalkan MacBook Neo seharga $599, karena perangkat itu membuka opsi laptop macOS yang lebih mudah dijangkau.

Setelah itu, respons dari rival mulai bermunculan. Intel menghadirkan Wildcat CPUs sebagai chip murah untuk kompetitor MacBook Neo, dan Snapdragon C tampak mengikuti pola serupa di dunia Windows.

Masih ada waktu untuk jawaban yang lebih jelas

Qualcomm menyebut perangkat Snapdragon C akan debut “later in 2026,” sehingga detail teknis masih punya waktu untuk muncul. Sementara itu, Computex yang berlangsung minggu depan bisa menjadi momen penting untuk mendengar informasi tambahan dari Acer dan Qualcomm.

Keduanya memang dijadwalkan hadir di ajang tersebut. Karena itu, Aspire Go 15 berpotensi menjadi salah satu perangkat yang mendapat sorotan lebih besar ketika spesifikasi, harga, dan arah produk akhirnya mulai dibuka lebih lengkap.

Exit mobile version