AMD mulai menggeser perdebatan soal komputasi AI dari pusat data ke meja kerja pengguna. Perusahaan itu resmi menyiapkan Ryzen AI Halo, PC mini berukuran ringkas yang dibanderol mulai dari $3.999 dan membawa ambisi besar untuk memangkas ketergantungan pada server cloud.
Langkah ini menarik karena AMD tidak sekadar mengejar performa tinggi, tetapi juga menawarkan model hitung biaya yang berbeda. Untuk perusahaan atau pengembang yang selama ini membayar sekitar $773 per bulan demi memproses 6 juta token AI harian, AMD mengklaim perangkat ini bisa balik modal dalam enam bulan.
PC mini untuk beban kerja AI serius
Ryzen AI Halo bukan perangkat untuk pengguna kasual. AMD memposisikannya sebagai komputer AI lokal untuk ilmuwan data dan pengembang aplikasi pintar, dengan desain yang sekilas mirip Mac Mini milik Apple.
Perangkat ini dijadwalkan mulai membuka pre-order pada Juni 2026. Dengan fokus pada pemrosesan lokal, AMD ingin memberi alternatif bagi tim yang selama ini bergantung pada langganan server awan untuk menjalankan beban kerja AI.
Harga mahal, tapi diklaim lebih hemat
AMD juga menyiapkan opsi yang lebih agresif untuk kebutuhan korporat. Dengan tambahan kartu grafis Radeon R9700 Pro seharga $4.000, perusahaan mengklaim masa balik modalnya bisa turun hingga tiga bulan.
Pendekatan itu menegaskan posisi Ryzen AI Halo sebagai investasi infrastruktur, bukan sekadar produk konsumsi. Bagi pelaku bisnis digital, tawaran ini diarahkan untuk menekan tagihan sewa server kecerdasan buatan yang terus membengkak.
Siap menantang NVIDIA DGX Spark
AMD jelas membidik pasar yang sama dengan komputer AI jinjing NVIDIA DGX Spark. Perangkat NVIDIA itu saat ini dijual di angka $4.699, sehingga Ryzen AI Halo hadir sebagai pesaing langsung di kelas harga premium.
Ada satu pembeda penting di sini. Jika DGX Spark hanya mendukung Linux, Ryzen AI Halo mendukung Windows dan Linux berkat arsitektur chip x64.
Unified memory 128GB jadi senjata utama
Daya tarik terbesar Ryzen AI Halo ada pada konfigurasi memorinya. Sistem ini membawa unified memory hingga 128GB, kapasitas yang dibutuhkan untuk menjalankan model bahasa besar dengan lebih leluasa.
AMD menempatkan komponen ini bersama NPU 50 TOPS dan GPU Radeon 40 compute units. Pendekatan itu berbeda dari sistem NVIDIA DGX Spark yang memusatkan beban kerja AI pada GPU Blackwell saja.
Arah baru AMD di lini Ryzen AI Max
AMD tidak berhenti di Halo. Perusahaan itu juga menyiapkan keluarga Ryzen AI Max 400, dengan model tertinggi AI Max+ Pro 495 sebagai andalan.
Chip ini mengusung 16 core, boost hingga 5,2GHz, NPU 55 TOPS, dan GPU Radeon 8065S. Sistem memorinya juga jauh lebih besar, dengan unified memory sampai 192GB dan ruang setara VRAM murni 160GB.
Akan hadir di pasar global kuartal ketiga 2026
AMD menyebut seri Ryzen AI Max 400 baru akan tersedia secara resmi di pasar global pada kuartal ketiga 2026. Perusahaan belum merilis grafik benchmark resmi untuk membandingkannya dengan seri AI Max 395.
Meski begitu, spesifikasi yang dipamerkan sudah cukup untuk memanaskan persaingan komputasi AI lokal. Dengan kombinasi harga tinggi, memori besar, dan dukungan sistem operasi yang lebih fleksibel, AMD kini mencoba menulis ulang cara kerja AI di luar cloud.
Source: id.mashable.com