Snapdragon C Bidik Laptop Murah, MacBook Neo Bikin Batas Budget Bergeser

Qualcomm sedang mencoba mengubah peta laptop murah dengan Snapdragon C Platform. Chip ini disiapkan untuk laptop entry-level mulai dari $300, di saat pasar justru makin ramai oleh perangkat murah yang tetap dituntut punya performa layak dan daya tahan panjang.

Langkah ini terasa penting karena Qualcomm tidak hanya menargetkan harga rendah. Perusahaan itu juga membidik laptop yang bisa dipakai nyaman untuk kebutuhan harian, termasuk web browsing, streaming video, aplikasi produktivitas, dan panggilan video.

Laptop murah yang tidak lagi identik dengan kompromi besar

Selama ini, laptop budget sering dipandang sebagai perangkat serba tanggung. Banyak model murah yang kesulitan menjaga performa saat tab browser menumpuk, lalu cepat kehabisan baterai sebelum jam makan siang.

Qualcomm ingin mematahkan citra itu lewat Snapdragon C. Chip ini dirancang untuk pelajar, keluarga, dan usaha kecil yang butuh komputer harian yang andal tanpa harus membayar mahal.

Bahkan, Snapdragon C sudah dibekali NPU terintegrasi. Artinya, kemampuan AI ikut masuk ke kelas laptop murah, bukan hanya ke perangkat yang lebih mahal.

Qualcomm juga menekankan efisiensi daya sebagai nilai jual utama. Targetnya adalah baterai tahan seharian dengan desain yang tetap dingin dan senyap, sesuatu yang biasanya sulit ditemukan di laptop $300.

Jika janji itu tercapai, dampaknya bisa terasa langsung bagi pelajar yang sering membawa charger ke mana-mana. Pengalaman memakai laptop yang lebih ringan dari sisi daya bisa jadi pembeda besar di kelas harga ini.

Acer, HP, dan Lenovo sudah ikut bermain

Qualcomm menyebut Acer, HP, dan Lenovo sudah mendukung platform ini. Perangkat berbasis Snapdragon C dari para mitra tersebut diharapkan mulai tersedia di toko pada akhir tahun.

Dukungan OEM menjadi kunci karena chip murah tidak cukup hanya bagus di atas kertas. Laptop yang sukses di kelas ini tetap harus hadir dalam desain, kualitas rakit, dan paket perangkat lunak yang meyakinkan.

Di sisi lain, pasar Windows di segmen bawah sedang tidak mudah. Harga laptop Windows disebut naik di banyak lini karena permintaan AI menyerap banyak suplai RAM, dan kondisi itu ikut mendorong minat ke opsi lain.

MacBook Neo mengubah batas harga laptop murah

Waktu peluncuran Snapdragon C juga sulit diabaikan karena Apple baru saja merilis MacBook Neo kelas budget. Laptop itu dibanderol $599, atau $499 untuk pelajar dengan diskon mahasiswa.

MacBook Neo memakai chipset A18 Pro dan disebut mendapat respons yang sangat besar di pasaran. Keberhasilannya bahkan membuat Apple disebut terkejut, karena perangkat itu cepat menarik minat pembeli.

Daya tarik utamanya ada pada kombinasi performa, kualitas rakitan, dan baterai yang sulit disaingi laptop Windows di rentang harga tersebut. Itu membuat definisi “murah” di pasar laptop ikut bergeser ke level yang lebih tinggi.

Tekanan baru untuk laptop Windows berbasis ARM

Di titik inilah Snapdragon C menjadi sangat relevan. Qualcomm tampaknya ingin menghadirkan alternatif Windows yang sanggup menandingi MacBook Neo, terutama untuk konsumen yang mencari harga lebih rendah.

Namun, peluang itu masih bergantung pada dua hal besar. Pertama, kekuatan para mitra perangkat keras, dan kedua, perkembangan Windows 11 on ARM yang baru mulai terlihat sebagai sistem desktop yang benar-benar layak.

Jika ekosistemnya matang, Snapdragon C bisa membuka ruang baru untuk laptop murah yang tidak terasa murahan. Pasar pun berpotensi melihat persaingan baru antara perangkat Windows berbasis ARM dan gelombang laptop budget premium yang dipopulerkan MacBook Neo.

Exit mobile version