Tenable Hexa AI Hadir, Otomatisasi Siber Yang Menjawab Ancaman AI Liar Dengan Kendali Ketat

Tenable resmi meluncurkan Hexa AI sebagai mesin kecerdasan buatan baru yang ditanamkan ke dalam Tenable One Exposure Management Platform. Langkah ini menempatkan agentic AI sebagai pusat strategi untuk mempercepat deteksi sekaligus pemulihan risiko siber di lingkungan perusahaan.

Yang membuat peluncuran ini menonjol adalah fokusnya pada otomatisasi yang tetap terkontrol. Tenable ingin membantu tim keamanan bergerak lebih cepat saat model AI frontier juga makin cepat menemukan celah keamanan dalam skala besar.

Agentic AI untuk kerja keamanan yang lebih cepat

Hexa AI dibekali kemampuan penalaran bertahap atau multi-step reasoning. Sistem ini juga mendukung Model Context Protocol, sehingga alur kerja bisa dikustomisasi lebih mudah sesuai kebutuhan organisasi.

Dengan kombinasi itu, tim IT dapat membangun agen pelindung digital yang bekerja mandiri. Agen tersebut dirancang untuk membantu melumpuhkan ancaman siber tanpa terlalu banyak intervensi manual.

Tenable menilai kebutuhan seperti ini makin mendesak. Model AI frontier kini mampu memangkas waktu penemuan celah keamanan dari hitungan bulan menjadi hitungan menit, sehingga sistem otomatis yang secepat itu juga dibutuhkan untuk meresponsnya.

Dipacu oleh data eksposur yang terintegrasi

Hexa AI bekerja dengan memanfaatkan Tenable Exposure Data Fabric. Tenable menyebut lapisan data ini sebagai repositori data eksposur yang paling komprehensif dan kaya konteks di industri siber.

Sebagai orchestration layer, Hexa AI terhubung langsung ke berbagai alat keamanan IT yang sudah dipakai perusahaan. Konektivitas itu dipakai untuk mengotomatisasi alur kerja dari hulu ke hilir.

Kemampuan penalaran berlapis di dalamnya juga memungkinkan eksekusi perintah yang kompleks di berbagai permukaan digital hanya dengan satu kali klik. Tenable menyebut pendekatan ini dapat mengurangi kebiasaan lama praktisi siber yang sering harus mencocokkan data antar-aplikasi berbeda untuk mencari akar masalah.

Otomatisasi pemulihan hingga laporan audit

Hexa AI tidak hanya ditujukan untuk deteksi ancaman. Sistem ini juga bisa mengorkestrasi proses pemulihan dengan membuat dan mengarahkan tiket pengaduan ke tim yang tepat secara otomatis.

Selain itu, platform ini dapat merumuskan kebijakan keamanan khusus secara instan. Hexa AI juga mampu menghasilkan laporan siap audit agar tim keamanan bisa bergerak lebih taktis saat menghadapi ancaman.

Pada sisi investigasi, para praktisi jaringan dapat melacak jalur ancaman yang tersembunyi dengan memasukkan atribut identitas seperti akun layanan atau grup Active Directory. Sistem ini juga menyediakan panduan interaktif untuk membantu konfigurasi sensor enkripsi yang rumit pada sistem operasional perusahaan.

Kontrol ketat agar tetap aman dipakai di produksi

Eric Doerr, Chief Product Officer Tenable, menegaskan bahwa agen AI yang berjalan tanpa batasan dan pengawasan yang tepat bisa menjadi tidak terprediksi atau rapuh di lingkungan kerja nyata. Karena itu, Hexa AI dirancang dengan struktur kendali yang ketat.

Doerr menyebut Hexa AI unggul karena membungkus model AI kuat dalam sistem yang tetap andal dan aman dalam skala besar. Tenable juga menempatkan Hexa AI dalam agentic harness yang ketat agar otomatisasi penuh tetap berada dalam koridor yang aman.

Visibilitas yang terus-menerus dan auditabilitas yang tinggi menjadi bagian penting dari desain ini. Dengan begitu, Tenable ingin memastikan otomatisasi keamanan yang lebih luas tetap bisa dipercaya oleh manajemen perusahaan saat masuk ke lingkungan produksi.

Source: id.mashable.com
Exit mobile version