Zhuxin Paling Dipakai Di MPL ID S17, Ternyata Bukan Tanpa Alasan

Babak Regular Season MPL ID S17 memberi satu pesan yang jelas: pemilihan hero masih bisa menjadi pembeda terbesar di panggung tertinggi Mobile Legends Indonesia. Di tengah masuknya banyak pemain baru dan persaingan yang makin ketat, lima hero paling populer justru tampil sebagai tulang punggung tim-tim yang berhasil menembus playoff.

Enam tim akhirnya melaju ke babak playoff, sementara tiga tim lain harus tersingkir dari persaingan. Dalam situasi seperti itu, hero dengan fleksibilitas tinggi, damage besar, atau kontrol tim yang kuat menjadi senjata yang paling dicari untuk menjaga konsistensi hasil.

Zhuxin masih jadi pilihan paling dominan

Zhuxin muncul sebagai hero yang paling sering dipakai sepanjang Regular Season MPL ID S17. Sang mage tercatat digunakan 107 kali dengan persentase kemenangan 51,40 persen.

Kekuatan Zhuxin terletak pada crowd control yang kuat. Ia punya efek airborne dan stun yang efektif untuk mengacak formasi lawan, sekaligus mendukung zoning dan poking dalam team fight.

Phewww dari EVOS Esports menjadi salah satu pengguna paling menonjol. Midlaner kelas dunia itu memakai Zhuxin 14 kali dan mencatat win rate 64,29 persen.

Claude tetap bertahan di tengah META fighter gold lane

Claude menempati posisi kedua sebagai hero yang paling banyak digunakan. Sepanjang Regular Season, ia dimainkan 94 kali dengan win rate 60,64 persen.

Situasi META yang cenderung mengarah ke fighter di gold lane ternyata tidak membuat Claude kehilangan tempat. Hero ini tetap dipandang solid berkat burst damage tinggi dan mobilitas yang luar biasa.

Claude juga cocok dipasangkan dengan roamer berdaya kontrol tinggi seperti Tigreal dan Khaleed. Maybeee dari Dewa United menjadi pengguna Claude yang paling sering, dengan win rate 64,29 dalam 14 pertandingan.

Leomord bangkit sebagai jungler lawas yang efektif

Leomord menjadi salah satu kejutan paling menarik di Regular Season MPL ID S17. Hero fighter lawas ini mendadak populer sebagai jungler berkat patch terbaru dan tercatat dipakai 85 kali.

Leomord punya damage tambahan ke Creep yang membantunya snowball dengan cepat. Pasif The Oath Keeper juga membuatnya sangat berbahaya saat menghadapi lawan dengan HP rendah.

Hampir semua tim sempat menggunakan Leomord musim ini. Nnael dari Bigetron by Vitality dan Kevin dari Team Liquid ID menjadi dua pemain yang paling sering memakainya.

Suyou tampil fleksibel dan cepat masuk META

Suyou menunjukkan kenaikan popularitas yang kuat memasuki leg kedua Regular Season. Hero ini tercatat digunakan 77 kali dan dikenal karena fleksibilitas skill yang tinggi.

Selain itu, damage dan durabilitas Suyou tergolong besar sehingga ia bisa berdiri sebagai jungler mandiri. Kombinasi itu membuatnya mudah masuk dalam berbagai skema permainan tim.

Kairi dari ONIC Esports menjadi pengguna Suyou yang paling menonjol. Ia menang dalam 6 dari 7 pertandingan saat memakai hero tersebut.

Harith jadi jawaban untuk tekanan di gold lane

Harith sempat kurang populer di awal, tetapi perlahan berubah menjadi opsi penting menghadapi fighter gold lane. Hero ini dipakai 72 kali selama Regular Season MPL ID S17.

Efek slow dan burst damage yang tinggi membuat Harith efektif menahan pergerakan fighter yang masuk ke gold lane. Kondisi itu menjadikannya pilihan yang relevan di META terbaru.

Kelra dari ONIC mencatat hasil paling mencolok bersama Harith. Ia meraih win rate 100 persen dalam 9 pertandingan menggunakan hero tersebut.

Kelima hero ini tidak hanya populer karena sering muncul di draft, tetapi juga karena punya peran besar dalam perjalanan tim menuju playoff. Data Regular Season menunjukkan bahwa keputusan memilih hero yang tepat masih sangat menentukan arah pertandingan di MPL ID S17.

Source: www.idntimes.com
Exit mobile version