Meta Mundur Pelan, Pelacakan Mouse dan Ketikan Karyawan untuk Latih AI Picu Kekhawatiran Privasi

Meta mulai melonggarkan kebijakan pelacakan penggunaan komputer karyawan di Amerika Serikat setelah menuai penolakan internal. Perusahaan itu kini disebut memberi opsi jeda pengumpulan data hingga 30 menit dan membuka kemungkinan pengecualian penuh bagi sebagian pekerja.

Perubahan ini penting karena program tersebut sebelumnya memicu kekhawatiran soal privasi di tengah dorongan besar Meta membangun AI yang bisa menjalankan tugas kerja secara mandiri. Di saat yang sama, laporan tentang turunnya moral karyawan setelah pemutusan hubungan kerja global juga ikut memperkeruh situasi internal perusahaan.

Menurut Reuters, perubahan kebijakan itu dijelaskan dalam memo internal oleh Stephane Kasriel, wakil presiden di Meta Superintelligence Labs. Ia menyebut perusahaan tetap yakin pada perlindungan privasi yang sudah diterapkan saat peluncuran, tetapi juga mengakui adanya keluhan soal data pribadi di perangkat kerja, daya baterai, dan kebutuhan untuk punya kendali lebih besar atas kapan pelacakan berlangsung.

Sebelumnya, Meta mengumumkan pada April bahwa mereka akan melacak pergerakan mouse dan penekanan tombol karyawan di AS untuk melatih model AI. Dengan sistem itu, perangkat lunak dapat merekam setiap kali karyawan menggerakkan mouse atau mengetik.

Program yang memicu kontroversi

Secara internal, program ini dikenal sebagai Model Capability Initiative atau MCI. Program tersebut menjadi bagian dari upaya lebih luas Meta untuk mengembangkan agen AI yang mampu menyelesaikan pekerjaan secara otonom.

Gagasannya sederhana tetapi sensitif: AI dilatih dengan meniru cara manusia menggunakan komputer saat bekerja. Data dari gerakan mouse dan ketikan dipakai agar model bisa belajar bagaimana pekerja menyelesaikan tugas di layar.

Di dalam perusahaan, tidak semua orang menerima pendekatan itu dengan tenang. Sejumlah karyawan bahkan disebut menggambarkan Meta sebagai “Employee Data Extraction Factory”, sebuah sindiran yang menggambarkan keresahan terhadap skala pengumpulan data kerja.

Meta selama ini dinilai masih tertinggal dari Anthropic dan OpenAI dalam perlombaan AI agenik. Karena itu, perusahaan tampak ingin mempercepat pengembangan agen AI untuk kebutuhan kerja dengan mengambil lebih banyak data interaksi manusia di komputer.

Perusahaan itu juga disebut telah mengakuisisi Moltbook, platform media sosial viral yang dibangun untuk agen AI. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengembangan agen AI menjadi fokus yang makin serius di internal Meta.

Apa yang berubah sekarang

Dengan aturan yang diperbarui, karyawan kini bisa menghentikan sementara pengumpulan data hingga 30 menit setiap kali dibutuhkan. Selain itu, sebagian pekerja juga bisa mengajukan pengecualian agar tidak ikut dalam pelacakan sama sekali.

Namun, pengecualian ini tidak berlaku untuk semua orang. Menurut The Information, kelompok yang berpeluang mendapat pembebasan mencakup pekerja jarak jauh yang terkendala bandwidth, karyawan yang menangani materi sensitif, dan mereka yang sering bekerja di lokasi yang menyulitkan laptop tetap tersambung ke sumber daya listrik.

Untuk karyawan Meta lainnya di AS, program MCI disebut tetap berlaku. Hingga kini, belum ada indikasi perusahaan akan menerapkan MCI kepada karyawan di wilayah lain.

Selain privasi, keluhan teknis juga ikut muncul sejak peluncuran program. Sejumlah pekerja mengeluhkan konsumsi baterai yang lebih tinggi dan penggunaan internet rumah yang meningkat.

Dalam memo yang sama, Kasriel mengatakan Meta telah melakukan optimalisasi yang diharapkan bisa mengurangi pengurasan baterai. Penyesuaian ini menjadi bagian dari upaya perusahaan meredam penolakan tanpa menghentikan tujuan utama program.

Pembelaan Meta dan kekhawatiran yang tersisa

Meta menegaskan data dari pelacakan mouse tidak dipakai untuk mengawasi perilaku karyawan atau menilai performa kerja. Mark Zuckerberg sebelumnya membela MCI dengan mengatakan data itu semata-mata digunakan untuk melatih agen AI, bukan untuk pengawasan.

Zuckerberg juga berargumen bahwa kualitas data dari karyawan Meta sangat berharga bagi pengembangan model. Menurutnya, program itu dirancang agar AI bisa belajar dari cara orang-orang yang sangat cakap menggunakan komputer untuk menyelesaikan tugas.

Meski begitu, kekhawatiran belum benar-benar hilang. Ada pula sorotan bahwa sistem seperti ini berpotensi berbenturan dengan aturan privasi Uni Eropa jika percakapan antara karyawan Meta di Eropa dan rekan mereka di AS ikut terekam.

Kontroversi ini muncul di saat internal perusahaan sedang menghadapi tekanan lain. Laporan menyebut moral di Meta mencapai titik rendah baru setelah perusahaan mengumumkan PHK yang berdampak pada 8.000 pekerja secara global.

Dalam situasi seperti itu, pelacakan perangkat kerja untuk pelatihan AI menjadi isu yang jauh lebih sensitif daripada sekadar pembaruan teknis. Cara Meta menyeimbangkan ambisi AI dengan batas privasi karyawan kini menjadi sorotan, terutama karena perusahaan masih mempertahankan inti program MCI sambil hanya melonggarkan sebagian aturannya.

Source: www.indiatoday.in
Exit mobile version