Google Photos Tak Lagi Boros Kuota, Ekspor Foto Kini Bisa Otomatis Hanya yang Baru

Google akhirnya menyiapkan perubahan penting untuk ekspor Google Photos yang bisa mengurangi pemborosan bandwidth saat pengguna mencadangkan koleksi foto dan video mereka. Perubahan ini hadir lewat pembaruan pada Google Takeout, alat resmi yang dipakai untuk mengekspor data dari layanan Google.

Fitur baru yang paling menonjol adalah dukungan ekspor inkremental untuk Google Photos. Setelah satu kali ekspor penuh, pengguna nantinya bisa menjadwalkan ekspor berikutnya agar hanya mengambil foto dan video baru yang ditambahkan sejak ekspor terakhir.

Bagi pengguna dengan pustaka media besar, perubahan ini sangat signifikan. Selama ini, proses ekspor Google Photos dinilai lambat dan merepotkan karena tidak ada cara mudah untuk mengekspor hanya file baru setelah pencadangan awal selesai.

Kondisi itu membuat pengguna harus mengunduh ulang seluruh pustaka saat ingin memperbarui cadangan lokal mereka. Dampaknya bukan hanya pada waktu tunggu, tetapi juga pada penggunaan bandwidth yang jauh lebih besar dari yang sebenarnya diperlukan.

Ekspor terjadwal kini lebih efisien

Dengan sistem baru ini, ekspor pertama yang dijadwalkan tetap akan berisi seluruh foto dan album yang dipilih pengguna. Setelah itu, ekspor berikutnya akan bersifat inkremental dan hanya memuat item yang baru diunggah atau yang telah diedit.

Google juga menambahkan opsi penjadwalan otomatis untuk ekspor mendatang. Pengguna bisa mengatur agar proses ini berjalan setiap dua bulan sekali hingga selama satu tahun.

Artinya, sistem dapat membuat enam kali ekspor otomatis dengan interval dua bulanan. Setiap paket ekspor setelah yang pertama hanya akan berisi tambahan baru sejak proses Takeout sebelumnya.

Batas itu juga menunjukkan bahwa frekuensi maksimum yang saat ini didukung masih terbatas. Setelah periode satu tahun berakhir, pengguna harus menjalankan kembali proses Takeout untuk melanjutkan siklus ekspor terjadwal.

Penting bagi pengguna backup lokal dan layanan alternatif

Pembaruan ini relevan untuk pengguna yang menyimpan salinan lokal di NAS atau memindahkan pustaka mereka ke layanan lain seperti Immich. Sebelumnya, perpindahan atau sinkronisasi berkala dari Google Photos ke penyimpanan lain menjadi tidak efisien karena harus mengulang unduhan pustaka penuh.

Masalah itu terasa makin besar ketika ukuran perpustakaan sudah sangat besar. Dalam contoh yang disebutkan, pustaka foto mendekati 1,8TB, sehingga ekspor penuh berulang jelas menghabiskan banyak bandwidth dan waktu hanya untuk mengambil sedikit file baru.

Karena itu, ekspor inkremental bisa menjadi perubahan praktis yang langsung terasa manfaatnya. Pengguna tidak perlu lagi mengunduh ulang seluruh koleksi hanya untuk memperbarui backup dengan beberapa foto dan video terbaru.

Cara kerja dan batasannya

Meski ada perubahan besar pada mekanisme ekspor, beberapa opsi Takeout lainnya tetap tidak berubah. Pengguna masih bisa membuat file ZIP dengan ukuran hingga 50GB per file.

Untuk pengiriman hasil ekspor, pilihan yang tersedia juga tetap sama. File dapat dikirim melalui tautan unduhan lewat email atau langsung ditambahkan ke Google Drive, Dropbox, atau Box.

Ada hal penting yang perlu diperhatikan sebelum memakai fitur baru ini. Opsi ekspor terjadwal tersebut hanya akan muncul di Google Takeout jika pengguna memilih Google Photos saat menjalankan proses ekspor.

Ini berarti fitur tidak tampil sebagai pengaturan umum untuk semua layanan Google. Pengguna harus masuk ke alur ekspor khusus Google Photos untuk melihat dan mengaktifkannya.

Google juga menegaskan bahwa ekspor terjadwal pertama bukan ekspor diferensial. Paket pertama tetap akan mengambil semua foto dan album yang dipilih, sehingga penghematan bandwidth baru benar-benar terasa pada ekspor-ekspor sesudahnya.

Selain item baru yang diunggah, file yang diedit juga akan ikut masuk pada ekspor inkremental berikutnya. Dengan begitu, perubahan pada media yang sudah ada tetap tercakup dalam cadangan lanjutan.

Perubahan kecil, dampak besar

Google Photos selama ini dikenal sebagai salah satu alat terbaik untuk mengelola perpustakaan foto dan video yang terus bertambah. Namun bagi pengguna yang tidak nyaman menyimpan seluruh data mereka hanya di ekosistem Google, proses keluar dari layanan itu kerap menjadi hambatan tersendiri.

Pembaruan Takeout ini tidak mengubah seluruh pengalaman ekspor secara total, tetapi mengatasi salah satu keluhan paling mendasar. Saat kebutuhan backup makin rutin dan ukuran pustaka media terus membesar, kemampuan mengekspor hanya file baru menjadi fitur yang jauh lebih penting daripada terlihat di permukaan.

Bagi pengguna yang ingin menjaga salinan lokal secara berkala, perubahan ini membuat Google Photos tidak lagi memaksa unduhan ulang pustaka secara penuh pada setiap putaran cadangan. Dalam praktiknya, itu berarti proses backup bisa menjadi lebih ringan, lebih cepat, dan jauh lebih hemat bandwidth.

Source: www.androidpolice.com
Exit mobile version