Acer Bawa Dua Kacamata Pintar Sekaligus, Satu Untuk Layar Raksasa Satu Untuk Gemini

Acer kembali menarik perhatian pasar wearable dengan menghadirkan dua kacamata baru yang menyasar kebutuhan berbeda. Di satu sisi ada Acer AR Vision GR0 untuk pengalaman layar virtual, sementara di sisi lain hadir Acer GI0 AI yang mengandalkan Gemini untuk fungsi pintar sehari-hari.

Langkah ini menunjukkan bagaimana Acer mulai membagi strategi kacamata pintarnya ke dua arah yang jelas. Satu model difokuskan untuk konsumsi konten dan produktivitas, sedangkan model lainnya menonjolkan interaksi berbasis AI, penerjemahan instan, dan bantuan suara.

AR Vision GR0: layar virtual hingga 172 inci

Acer AR Vision GR0 dirancang sebagai kacamata AR yang terhubung ke ponsel, laptop, atau perangkat lain yang mendukung output video. Saat tersambung ke perangkat yang kompatibel, dua layar micro-OLED di dalamnya menampilkan layar virtual berukuran hingga 172 inci.

Pendekatan ini membuat GR0 lebih dekat ke perangkat hiburan dan kerja mobile. Acer menyebut kacamata ini cocok untuk bermain gim, menonton film, dan bekerja produktif, sekaligus mendukung konten 2D dan 3D.

Spesifikasinya juga cukup rinci untuk kelasnya. Dalam mode 2D, resolusi layarnya 1920 x 1080, sedangkan dalam mode 3D menjadi 3840 x 1080.

Layar tersebut punya refresh rate 60Hz, cakupan warna DCI-P3, warna 24-bit, rasio kontras 50.000:1, dan tingkat kecerahan 200 nits. Acer juga membekali perangkat ini dengan kontrol sentuh untuk mengatur kecerahan dan volume.

Desain ringan dan dukungan perangkat luas

AR Vision GR0 membawa speaker stereo bawaan, light shield yang bisa dilepas, dan lensa magnetik opsional untuk pengguna dengan miopia. Jarak antarpupilnya 64 mm dan bobotnya 69 gram.

Dari sisi kompatibilitas, Acer menyebut kacamata ini mendukung Android, iOS, dan Windows. Artinya, perangkat ini bisa dipasangkan dengan lebih banyak ekosistem, selama perangkat sumbernya mendukung output tampilan lewat kabel.

GI0 AI: kacamata pintar dengan Gemini

Berbeda dari GR0, Acer GI0 AI mengarah ke fungsi asisten harian. Kacamata ini ditenagai Gemini dan bisa dipakai untuk bertanya, meminta petunjuk arah, serta menganalisis gambar melalui perangkat yang dikenakan.

Fitur lainnya mencakup terjemahan instan dan fungsi perekaman suara. Kemampuan itu membuatnya relevan untuk rapat, perjalanan, atau situasi saat pengguna butuh bantuan cepat tanpa harus sering mengambil ponsel.

GI0 AI juga dibekali kamera 12MP dengan resolusi gambar 3024 x 4032 dan kemampuan merekam video 1080p pada 30fps. Acer menambahkan penyimpanan eMMC 32GB, speaker stereo, tiga mikrofon, Bluetooth 5.0, dan Wi-Fi 5.

Baterainya berkapasitas 217mAh, tetapi Acer belum menjelaskan berapa lama daya tahannya dalam pemakaian normal. Daya masuknya tercatat 5W atau 5V 1A.

Bobot lebih ringan dan koneksi ke ponsel

Acer menyebut GI0 AI punya aplikasi pendamping bernama AspireSync. Kacamata ini bisa terhubung ke smartphone Android dengan Android 12 ke atas atau iPhone dengan iOS 15 ke atas.

Bobotnya juga lebih ringan dibanding GR0, yakni 46 gram untuk rangka saja. Dengan ukuran itu, GI0 AI tampak diarahkan sebagai perangkat yang lebih nyaman dipakai lebih lama dalam aktivitas harian.

Harga dan ketersediaan

Di pasar Amerika Serikat, Acer AR Vision GR0 dibanderol $499.99, sementara di Eropa harganya €599 dan di Australia AUD 999. Acer GI0 AI jauh lebih murah, dengan harga $299.99 di AS, €399 di Eropa, dan AUD 599 di Australia.

Untuk ketersediaan, Acer menyebut kedua model akan hadir di Eropa pada kuartal keempat 2026, sedangkan Australia akan mendapatkannya pada kuartal ketiga. Untuk Amerika Utara, Acer belum memberikan informasi jadwal rilis yang pasti.

Dengan dua produk ini, Acer tampak ingin menjangkau dua kelompok pengguna sekaligus. Satu mencari pengalaman layar besar yang praktis dibawa, sementara yang lain membutuhkan kacamata pintar yang bisa membantu komunikasi, pencarian informasi, dan pekerjaan berbasis AI.

Source: www.notebookcheck.net

Berita Terkait

Back to top button