MSI Cubi NUC AI+ 3MG datang sebagai lonjakan besar dari pendahulunya, tetapi peningkatan itu juga menunjukkan bahwa desain super-ringkas masih menahan sebagian potensi performanya. Di kelas mini PC sekecil ini, MSI berhasil membawa chip H-series Panther Lake yang jauh lebih kencang, namun hasil akhirnya belum sepenuhnya setara dengan kemampuan CPU yang sama di perangkat berukuran lebih besar.
Perubahan terbesar ada pada otak utamanya. Cubi NUC AI+ 3MG memakai Core Ultra 9 386H untuk menggantikan Core Ultra 7 258V pada model tahun lalu, dan peningkatannya terasa jelas pada performa multi-thread mentah.
Berdasarkan perbandingan yang ditampilkan, Core Ultra 9 386H di Cubi NUC AI+ 3MG melaju lebih dari 60 persen lebih cepat daripada Core Ultra 7 258V di Cubi NUC AI+ 2MG. Kenaikan itu datang dengan tambahan kebutuhan daya yang hanya sekitar 8 persen, sehingga efisiensi performa per watt tetap terlihat kuat.
Kompak, cepat, tapi belum maksimal
Di atas kertas, hasil itu sudah sangat impresif untuk mini PC berukuran kecil. MSI juga berhasil menjaga kenaikan konsumsi daya tetap rendah, hanya beberapa watt lebih besar dibanding generasi sebelumnya.
Masalahnya muncul saat mini PC ini dibandingkan dengan laptop yang memakai Core Ultra 9 386H yang sama. Razer Blade 16, misalnya, dapat berjalan sekitar 20 hingga 25 persen lebih cepat daripada MSI karena bodinya jauh lebih besar dan sistem pendinginnya lebih mampu menjaga performa.
Perbedaan itu menunjukkan bahwa ukuran fisik masih punya dampak langsung pada daya tahan clock boost. Pada Cubi NUC AI+ 3MG, CPU yang sama hanya mampu mempertahankan Turbo Boost selama sekitar 20 detik sebelum mulai throttling.
Gejala itu terlihat dari lonjakan awal pada skor CineBench R15 xT dan konsumsi daya saat menjalankan Prime95. Artinya, performa puncak memang ada, tetapi mini PC ini belum bisa mempertahankannya selama perangkat yang lebih lapang.
Lonjakan generasi yang jelas terasa
MSI memang membawa peningkatan yang besar dari Cubi AI+ 2MG ke Cubi AI+ 3MG. Pergantian dari Lunar Lake ke Panther Lake membuat mesin baru ini masuk ke kelas performa yang jauh lebih tinggi, meski tetap harus kompromi dengan bentuk yang sangat kecil.
Di sisi lain, fakta bahwa chip ini juga dipakai di laptop gaming seperti Razer Blade 16 menegaskan bahwa Core Ultra 9 386H sendiri masih punya ruang untuk bekerja lebih kencang. Batas akhirnya di sini bukan semata pada prosesor, melainkan pada kemampuan chassis mini PC dalam membuang panas.
Karena itu, Cubi NUC AI+ 3MG bisa dibaca sebagai perangkat yang sangat berhasil sekaligus sedikit frustratif. MSI sudah memberi lompatan besar, tetapi dengan pendinginan yang lebih lapang, performanya kemungkinan bisa lebih mendekati potensi penuh Core Ultra 9 386H.
Source: www.notebookcheck.net