Gerhana Matahari Total diperkirakan terjadi pada 12 Agustus 2026 dan akan melintasi sejumlah wilayah di Eropa serta Samudra Atlantik Utara. Fenomena ini menjadi sorotan karena jalur totalitasnya melewati Greenland, Islandia, Spanyol, dan sebagian kecil wilayah timur laut Portugal.
Di luar jalur totalitas, gerhana matahari sebagian tetap bisa disaksikan di berbagai kawasan lain, termasuk Eropa, Afrika, Amerika Utara, Samudra Atlantik, Samudra Arktik, dan Samudra Pasifik. European Space Agency atau ESA menyebut peristiwa ini sebagai kesempatan langka yang kembali menghadirkan gerhana total di daratan Eropa setelah terakhir terlihat pada 2006.
Spanyol jadi lokasi paling ideal
Dari seluruh wilayah yang dilalui gerhana, Spanyol diperkirakan menjadi lokasi paling ideal untuk pengamatan di Eropa. ESA menjelaskan bahwa jalur gerhana akan melintas dari barat ke timur Spanyol dan berlanjut ke Kepulauan Balearic, sehingga negara itu menawarkan kondisi pengamatan yang sangat baik.
Gerhana total di Spanyol juga memiliki nilai sejarah tersendiri. Fenomena ini disebut sebagai gerhana matahari total pertama yang terlihat dari daratan Spanyol sejak 1905, sekaligus menjadi awal dari tiga gerhana matahari yang akan tampak dari negara tersebut antara 2026 dan 2028.
Wilayah yang masuk jalur totalitas
Selain Spanyol, totalitas gerhana juga akan terlihat di beberapa wilayah lain yang berada di jalur inti fenomena ini. Greenland, Islandia, dan sebagian kecil wilayah Portugal timur laut masuk dalam daftar lokasi yang dapat menyaksikan momen ketika Bulan menutup Matahari secara penuh.
ESA menjelaskan bahwa saat gerhana matahari total berlangsung, Bulan melintas tepat di depan Matahari dan menghalangi sebagian besar cahayanya. Pada fase ini, atmosfer Matahari yang tampak berapi-api bisa terlihat, sehingga gerhana total menjadi salah satu peristiwa astronomi paling menarik untuk diamati.
Mengapa gerhana ini menarik perhatian luas
Gerhana pada 12 Agustus 2026 dipandang istimewa karena dapat disaksikan oleh jutaan orang di banyak negara. Fenomena ini bukan hanya penting bagi pengamat langit, tetapi juga menghadirkan pengalaman kolektif yang jarang terjadi dalam skala luas.
Direktur Bidang Ilmu Pengetahuan ESA, Profesor Carole Mundell, mengatakan gerhana matahari total adalah momen langka ketika jutaan orang dapat menengadah bersama dan merasakan rasa takjub serta keingintahuan. Ia menilai peristiwa semacam ini mengingatkan manusia pada dorongan untuk menjelajah dan memahami alam semesta.
Bagi pemburu fenomena langit, jalur pengamatan terbaik tetap berada di wilayah yang masuk totalitas, terutama Spanyol, Islandia, Greenland, dan sebagian kecil Portugal timur laut. Sementara itu, wilayah Eropa lain tetap berpeluang menyaksikan gerhana sebagian, sehingga peristiwa 12 Agustus 2026 akan menjadi tontonan astronomi besar yang dirasakan lintas benua.
Source: mediaindonesia.com