Microsoft mulai menunjukkan lawan yang kini paling ingin ditekan dalam persaingan AI: Anthropic. Fokusnya bukan semata soal kemampuan model, tetapi biaya Claude yang dinilai terlalu mahal untuk dipertahankan dalam skala besar.
Kepala AI Microsoft, Mustafa Suleyman, mengatakan perusahaan ingin mengurangi ketergantungan pada model Claude milik Anthropic. Target akhirnya lebih tegas, yakni menghentikan pengeluaran untuk Claude sama sekali jika model internal Microsoft sudah cukup kuat.
Suleyman menyebut Anthropic “sangat mahal” dan menilai banyak pihak sedang mendesak mencari alternatif. Pernyataan itu menegaskan bahwa perang AI kini bergerak dari adu kecerdasan model ke adu efisiensi biaya operasional.
Bagi Microsoft, isu ini bukan sekadar penghematan kecil di pinggir bisnis. Perusahaan itu mengaku membelanjakan dana besar untuk layanan AI di produk seperti Copilot dan juga di berbagai tim teknik internal.
Menurut Suleyman, banyak tim di dalam Microsoft menghabiskan jutaan dolar untuk token AI. Karena itu, menekan biaya menjadi prioritas utama, terutama ketika penggunaan AI makin meluas di pekerjaan harian dan pengembangan perangkat lunak.
Claude dianggap terlalu mahal untuk skala perusahaan
Microsoft baru-baru ini memperkenalkan tujuh model AI baru dalam konferensi pengembang Build. Salah satu yang disorot adalah MAI-Thinking-1, model penalaran yang diklaim mampu memberi performa sebanding dengan Claude Opus 4.6 pada benchmark coding populer, tetapi dengan biaya operasional lebih rendah.
Suleyman mengatakan Microsoft membayar banyak uang kepada Anthropic. Karena itu, tujuan perusahaan adalah mengurangi biaya tersebut dan pada akhirnya menghilangkannya.
Dorongan ini muncul ketika banyak perusahaan mulai merasakan beban nyata dari penggunaan AI tingkat lanjut. Saat AI dipasang untuk ribuan karyawan, tagihan bisa naik sangat cepat dan melampaui perkiraan awal.
Contoh lonjakan biaya sudah mulai terlihat di industri. Uber disebut kehilangan seluruh anggaran AI coding untuk 2026 hanya dalam beberapa bulan.
Kasus lain bahkan sempat viral setelah sebuah perusahaan menerima tagihan $500 million hanya dalam 20 hari. Tagihan itu muncul setelah pembatasan penggunaan Claude untuk karyawan tidak dipasang.
Fakta-fakta itu memperjelas satu hal penting bagi pelanggan enterprise. Dalam fase AI saat ini, pengendalian biaya menjadi sama pentingnya dengan peningkatan kualitas model.
Mengapa Anthropic yang disasar, bukan OpenAI?
Meski OpenAI sering dipandang sebagai mitra AI terbesar Microsoft sekaligus pesaing penting, tekanan biaya tampaknya tidak sama. Microsoft masih memiliki akses dengan syarat yang lebih menguntungkan untuk teknologi OpenAI.
Hingga akhir 2025, kemitraan Microsoft dengan OpenAI membatasi perusahaan itu untuk mengejar pengembangan frontier AI secara mandiri. Namun perjanjian yang direvisi kemudian mengubah situasi itu dan memberi Microsoft ruang lebih besar untuk membangun model pesaing sendiri.
Di saat yang sama, Microsoft tetap mempertahankan akses ke teknologi OpenAI hingga 2032. Posisi ini memberi keuntungan besar karena perusahaan masih bisa memanfaatkan model OpenAI dengan akses diskon, sehingga tekanan finansialnya tidak sebesar saat memakai Claude.
Kondisi itu berbeda dengan Anthropic. Microsoft tidak memiliki pengaturan jangka panjang serupa dengan Anthropic, sehingga ketergantungan pada Claude menjadi beban biaya yang lebih berat.
Dari sudut pandang bisnis, mengganti Claude dengan model buatan sendiri bisa menghemat dana dalam jumlah besar. Langkah itu juga akan memperkuat ekosistem AI Microsoft di Azure dan lini produknya sendiri.
Taruhannya besar di pasar coding AI
Ada alasan strategis lain mengapa Microsoft menyoroti Anthropic. Keluarga model Claude telah menjadi pilihan populer untuk aplikasi coding enterprise, sebuah area yang dipandang sangat penting oleh Microsoft.
Jika Microsoft bisa menawarkan kemampuan setara lewat Azure dan produk AI internal dengan harga lebih rendah, pelanggan punya alasan lebih sedikit untuk membayar Claude secara terpisah. Itu bisa mengubah persaingan dari sekadar kualitas model menjadi paket nilai total untuk perusahaan.
Suleyman juga mengatakan Microsoft meraih peningkatan efisiensi besar saat menyempurnakan model untuk McKinsey. Menurut dia, perusahaan berhasil melampaui OpenAI GPT 5-5 sambil menghadirkan efisiensi biaya yang jauh lebih baik.
Laporan lain juga menyebut Microsoft telah berdiskusi dengan Adobe mengenai penggunaan model AI in-house miliknya. Ini menunjukkan strategi pengurangan ketergantungan pada pihak luar tidak berhenti di level eksperimen internal.
Meski begitu, Microsoft mengakui tantangannya belum selesai. Suleyman menyebut Anthropic sudah meluncurkan model-model yang lebih baru dan lebih maju sejak Claude Opus 4.6.
Artinya, keunggulan biaya saja belum cukup jika Microsoft ingin benar-benar menggantikan Claude di lingkungan enterprise. Ujian terbesarnya adalah menjaga daya saing di industri yang berubah setiap beberapa bulan, sambil memastikan model internal cukup kuat untuk menangani kebutuhan coding dan produktivitas dalam skala besar.
Source: www.indiatoday.in