Acer Ikut Menantang Ray-Ban Meta, Kacamata Pintar Ringannya Punya AI dan Kamera

Acer, produsen yang selama ini lebih dikenal lewat laptop, masuk ke pasar kacamata pintar dengan dua produk baru yang akan dijual di AS pada akhir tahun ini. Langkah ini langsung menarik perhatian karena salah satu modelnya, Acer AI Glasses GI0, diposisikan sebagai pesaing yang sangat dekat dengan konsep Ray-Ban Meta.

Fokus utama ada pada GI0 karena perangkat ini menggabungkan desain kacamata harian dengan kamera dan fitur AI. Acer juga menyiapkan model kedua bernama AR Vision GR0, tetapi perangkat itu lebih ditujukan untuk pengalaman layar AR ketimbang pemakaian kasual sehari-hari.

Acer menantang pasar smartglasses populer

Acer AI Glasses GI0 hadir dengan tampilan bergaya Wayfarer, namun memakai bentuk half-rim yang tidak biasa. Bingkai hanya menutup bagian atas lensa, sementara bagian bawah dibiarkan terbuka agar kesannya lebih ringan.

Desain itu juga membantu mengurangi kesan tebal pada bagian atas frame. Acer menyebut bobot GI0 mencapai 46 gram, sedikit lebih ringan daripada Ray-Ban Meta Gen 2, meski angka itu dihitung tanpa lensa.

Kemiripan GI0 dengan Ray-Ban Meta bukan hanya soal tampilan. Dari sisi fungsi, Acer juga membawa formula serupa dengan kamera pada bingkai dan integrasi AI untuk tugas yang berhubungan dengan penglihatan serta suara.

Kamera di frame GI0 dilengkapi penutup fisik atau physical shutter. Perangkat ini bisa mengambil foto 3024 x 4032 piksel dan merekam video 1920 x 1080 piksel pada 30fps.

AI jadi nilai jual utama

Acer menempatkan AI sebagai salah satu pembeda penting pada GI0. Kamera yang ada di kacamata ini tidak hanya dipakai untuk foto dan video, tetapi juga menjadi sumber input bagi fitur visual search, translation, dan fungsi lain yang bergantung pada pemahaman visual.

Untuk tugas AI, GI0 menggunakan Google Gemini. Acer juga menyebut fitur lain seperti perekaman percakapan dan voice notes, yang menunjukkan perangkat ini diarahkan untuk penggunaan cepat tanpa harus terus mengeluarkan ponsel.

Kacamata ini tetap bergantung pada aplikasi di smartphone untuk pengalaman penuh. Acer menyediakan aplikasi pendamping untuk Android dan iOS, dengan koneksi Bluetooth serta dukungan Wi-Fi di perangkatnya.

Skema itu menempatkan GI0 sebagai aksesori pintar yang bekerja berdampingan dengan ponsel, bukan sebagai perangkat mandiri sepenuhnya. Pendekatan ini sejalan dengan kategori smartglasses saat ini yang mengutamakan kemudahan akses fitur kamera, audio, dan AI dari frame yang dipakai di wajah.

Harga dan jadwal rilis

Acer menyatakan AI Glasses GI0 akan tersedia secara global pada akhir tahun ini. Harga yang dipatok adalah $300.

Posisi harga ini penting karena menempatkan GI0 di segmen yang lebih mudah diakses dibanding sebagian perangkat wearable eksperimental lain. Dengan desain yang menyerupai kacamata biasa dan dukungan Gemini, Acer tampaknya ingin menarik pengguna yang penasaran pada smartglasses tanpa harus masuk ke kategori AR yang lebih mahal.

Model kedua: bukan untuk dipakai harian

Selain GI0, Acer juga memperkenalkan AR Vision GR0. Berbeda dari GI0 yang diarahkan untuk penggunaan harian, GR0 dirancang sebagai kacamata AR yang lebih fokus pada konsumsi konten dan pengalaman layar virtual.

GR0 memakai dua layar micro OLED. Acer menyebut pengalaman visualnya setara dengan melihat layar 172 inci dari jarak enam meter.

Spesifikasi layar lain juga sudah diungkap. Kacamata ini mendukung kecerahan 200 nit, refresh rate 60Hz, dan resolusi 1920 x 1080 piksel saat menampilkan konten 2D standar.

Acer tidak membuat GR0 sebagai perangkat bebas kabel. Seperti sejumlah produk sejenis, termasuk RayNeo Air 4 Pro, GR0 harus terhubung ke perangkat utama menggunakan kabel.

Kompatibilitasnya mencakup Android, iOS, dan Windows. Kacamata ini dapat menampilkan konten 2D maupun 3D, serta dibekali sepasang speaker untuk suara stereo.

Acer mengatakan AR Vision GR0 juga akan tersedia secara global pada akhir tahun ini. Harga jualnya dipatok $500.

Dua arah strategi yang berbeda

Kehadiran GI0 dan GR0 memperlihatkan Acer tidak masuk ke kategori wearable hanya dengan satu pendekatan. GI0 menyasar kebutuhan yang dekat dengan tren smartglasses populer, yakni kamera, AI, dan format yang masih menyerupai kacamata biasa.

Sementara itu, GR0 bergerak ke arah yang lebih mirip layar portabel di wajah. Ini membuat Acer tidak hanya mencoba menantang pemain seperti Ray-Ban Meta di area smartglasses kasual, tetapi juga membuka jalur ke perangkat AR yang berfungsi sebagai ekstensi layar untuk ponsel, PC, dan perangkat lain.

Bagi pasar AS, peluncuran ini menandai langkah baru dari merek laptop besar ke perangkat wearable yang lebih personal. Jika GI0 mendapat respons positif, persaingan di segmen kacamata pintar berbasis AI bisa menjadi semakin ramai pada akhir tahun ini.

Source: www.androidpolice.com
Exit mobile version