Pemenang Computex 2026 Ini Bukan Cuma AI, Ada Perangkat yang Langsung Menusuk Rival

Computex kembali digelar di Taipei, Taiwan, pada 1 hingga 4 Juni dengan tema “AI Together”. Di tengah dominasi narasi AI, ajang teknologi terbesar di Asia ini justru menampilkan campuran perangkat yang lebih luas, dari tablet Android premium sampai monitor gaming ekstrem.

Pilihan perangkat terbaik versi Android Police memperlihatkan arah industri yang sedang bergerak ke dua sisi sekaligus. Di satu sisi, pabrikan mendorong performa dan kecerdasan buatan lokal, sementara di sisi lain mereka tetap memburu desain tipis, mobilitas tinggi, dan pengalaman visual yang lebih tajam.

Sorotan paling mencolok di lantai pameran

Salah satu produk yang paling menyita perhatian datang dari Samsung Display. Perusahaan itu memamerkan 16 produk OLED dan QD-OLED untuk gaming dengan ukuran mulai 8,8 inci hingga monitor 49 inci.

Di antara semuanya, yang paling menonjol adalah monitor QD-OLED 4K 360Hz yang disebut Samsung sebagai yang pertama di dunia. Monitor ini juga membawa Dual Mode, yang memungkinkan panel berjalan hingga 680Hz pada resolusi 1080p.

Samsung juga menyorot peningkatan keterbacaan teks melalui struktur piksel V-stripe. Susunan sub-piksel merah, hijau, dan biru dalam pola garis vertikal itu dipadukan dengan sertifikasi VESA DisplayHDR True Black 600.

Sertifikasi tersebut berarti monitor sanggup mempertahankan level hitam di 0,0005 nits sambil mencapai kecerahan hingga 600 nits. Kombinasi ini menempatkan layar itu sebagai salah satu demonstrasi paling agresif untuk kebutuhan gaming kelas atas di Computex.

AI lokal dan tenaga besar dalam bodi ringkas

Nvidia juga menarik perhatian lewat RTX Spark, yang disebut sebagai “superchip”. Di balik istilah pemasaran itu, chip ini menggabungkan unified memory, grafis RTX, dan CPU 20-core dalam pendekatan yang diarahkan untuk perangkat tipis namun tetap bertenaga.

Fokus utama Nvidia ada pada AI yang berjalan secara lokal. Perusahaan itu menempatkan RTX Spark sebagai fondasi bagi penggunaan agen AI tanpa banyak bergantung pada input tradisional seperti keyboard atau mouse.

Android Police menilai kehadiran RTX Spark berpotensi mengguncang industri. Alasannya bukan hanya soal performa, tetapi juga karena platform seperti ini dapat mendorong desain perangkat baru dan memicu inovasi dari berbagai produsen.

Tablet Android premium ikut unjuk gigi

Meski Computex tidak dikenal sebagai panggung utama perangkat Android, Acer tetap membawa trio tablet Android untuk kalangan kreatif. Model yang paling premium adalah Acer Iconia Duo S14.

Acer menyebut perangkat ini sebagai pusat kreativitas untuk desainer elite dan eksekutif. Tablet tersebut memakai layar OLED 14,2 inci beresolusi 2.880 x 1.840 atau 2.8K.

Di sektor dapur pacu, Acer membekalinya dengan MediaTek Dimensity 8300. Penyimpanan internalnya 256GB dan masih bisa diperluas hingga 1TB melalui microSD.

Acer juga menambahkan konektivitas yang tidak biasa untuk tablet Android. Tersedia DisplayPort in dan out, serta dua port USB-C untuk kebutuhan kerja yang lebih fleksibel.

Soal harga, Acer belum mengungkapkannya. Namun perusahaan memastikan Iconia Duo S14 akan tersedia di Amerika Utara pada September.

Perangkat gaming genggam makin serius

MSI Claw 8 EX AI Plus menjadi salah satu perangkat yang menonjol dari tren handheld gaming. Bentuk perangkat seperti ini memang makin populer karena menawarkan layar besar dalam bodi yang tetap nyaman digenggam.

Claw 8 EX AI Plus hadir dengan kontroler bergaya Xbox yang disebut nyaman, dipadukan layar 8 inci rasio 16:10 dengan refresh rate 120Hz. MSI juga mengklaim daya tahan baterainya bisa mencapai 12 jam dalam satu kali pengisian.

Perangkat ini menggunakan prosesor Intel Arc G3 Extreme dan dibekali sistem getar HD Haptics. Namun spesifikasinya datang bersama banderol yang tinggi, yakni $1,500.

Harga itu membuatnya berada di segmen premium yang sangat spesifik. Meski begitu, kehadirannya menunjukkan bahwa pasar handheld gaming kini tidak lagi sekadar eksperimen, melainkan kategori perangkat yang terus berkembang.

Laptop tipis masih punya tempat

Di tengah derasnya sorotan ke AI dan gaming, laptop tipis tetap mendapat panggung lewat Dell XPS 13. Android Police menempatkannya sebagai salah satu perangkat terbaik karena kombinasi desain, mobilitas, dan harga.

Laptop ini dibanderol $700 dengan bodi aluminium. Ketebalannya 0,5 inci dan bobotnya 2,2 pon, membuatnya masuk kategori perangkat yang sangat ringan untuk dibawa bepergian.

Dell juga mengklaim daya tahan baterai sekitar 17 jam. Meski bodinya ringkas, XPS 13 tetap membawa layar sentuh 13,4 inci dengan bezel tipis dan keyboard backlit.

Daftar pemenang ini memperlihatkan bahwa Computex tidak hanya menjadi ajang demonstrasi AI. Pameran ini juga menjadi tempat produsen memperlihatkan bagaimana layar, desain tipis, gaming portabel, dan komputasi lokal mulai bertemu dalam generasi perangkat berikutnya.

Source: www.androidpolice.com

Berita Terkait

Back to top button