Mengapa Siaran Piala Dunia Di Parabola Diacak, Ternyata Ini Alasan Bisnisnya

Setiap kali Piala Dunia digelar, pengguna parabola sering mendapati siaran pertandingan tidak bisa dibuka meski sinyal tetap kuat. Kondisi itu terjadi karena layar hanya menampilkan pesan bahwa tayangan dienkripsi atau diacak.

Pengacakan bukan gangguan teknis biasa, melainkan bagian dari sistem penyiaran modern. Langkah ini dipakai untuk menjaga nilai hak siar yang bisa mencapai miliaran dolar selama satu turnamen Piala Dunia.

Hak siar bernilai besar dan harus dilindungi

Piala Dunia termasuk tayangan televisi terbesar di dunia dengan jumlah penonton mencapai miliaran orang. Karena itu, hak siarnya dijual dengan nilai yang sangat fantastis kepada stasiun televisi dan perusahaan media di berbagai negara.

Perusahaan yang membeli hak siar tentu ingin melindungi investasinya. Jika siaran bisa ditonton bebas lewat satelit, nilai eksklusivitas yang mereka beli akan turun.

FIFA wajib menjaga kontrak pemegang hak siar

FIFA memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap pemegang hak siar mendapat perlindungan sesuai kontrak. Salah satu caranya adalah mewajibkan penggunaan sistem enkripsi atau pengacakan siaran pada jalur distribusi tertentu.

Tanpa perlindungan itu, siaran dari satu negara bisa mudah ditonton di negara lain yang tidak memiliki hak siar resmi. Situasi tersebut dapat memicu sengketa hukum dan kerugian besar bagi pemegang lisensi.

Cakupan satelit terlalu luas jika tidak dikunci

Berbeda dengan pemancar televisi terestrial yang jangkauannya terbatas, satelit bisa memancarkan sinyal ke wilayah yang sangat luas. Satu satelit bahkan dapat menjangkau beberapa negara sekaligus dalam satu cakupan sinyal.

Akibatnya, siaran yang sebenarnya hanya ditujukan untuk satu negara bisa diterima pengguna parabola di negara lain. Pengacakan dipakai agar hanya pelanggan atau wilayah yang berhak yang bisa mengakses tayangan itu.

Enkripsi membuat sinyal tidak bisa dibaca

Siaran satelit modern biasanya dilindungi dengan berbagai sistem enkripsi seperti BISS, PowerVu, Irdeto, Viaccess, atau teknologi Conditional Access lainnya. Sistem itu mengubah sinyal menjadi data yang tidak dapat dibaca tanpa kunci dekripsi yang sesuai.

Saat receiver tidak memiliki izin atau kunci yang benar, gambar dan suara tidak akan tampil meski sinyal diterima sempurna. Karena itu, kualitas sinyal bisa tetap penuh tetapi pertandingan tetap tidak bisa ditonton.

Ancaman kebocoran makin besar di era digital

Dulu, kebocoran siaran satelit lebih sulit menyebar karena keterbatasan teknologi. Sekarang, satu siaran yang terbuka bisa direkam lalu disebarkan ke internet hanya dalam hitungan menit melalui berbagai platform digital.

Kondisi itu membuat pemegang hak siar semakin ketat mengamankan distribusi konten. Pengacakan satelit pun menjadi bagian penting dari sistem keamanan untuk menjaga nilai ekonomi turnamen sebesar Piala Dunia.

Meski begitu, sebagian feed satelit tetap dipakai untuk mengirim gambar dan suara dari stadion ke berbagai stasiun televisi di seluruh dunia. Tanpa teknologi satelit dan enkripsi modern, distribusi siaran Piala Dunia ke miliaran penonton secara real-time akan jauh lebih sulit dilakukan.

Source: www.idntimes.com
Exit mobile version