7 Game Grand Strategy Underrated, Dari Sejarah Kuno Sampai Luar Angkasa

Genre grand strategy punya daya tarik yang sulit ditandingi karena memberi pemain kebebasan untuk membangun kekaisaran, menguasai wilayah, dan memengaruhi politik dalam skala besar. Di tengah dominasi nama-nama besar seperti Hearts of Iron dan Crusader Kings dari Paradox Interactive, masih ada sejumlah game lain yang menawarkan kedalaman serupa, tetapi belum banyak dikenal.

Status underrated pada game-game ini bukan tanpa alasan. Sebagian tersisih oleh ulasan yang kurang memuaskan, minim liputan media, penjualan rendah, atau sekadar datang pada waktu yang berdekatan dengan rilisan populer lain.

Pride of Nations dan Imperium: Greek Wars

Pride of Nations membawa pemain ke akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, saat delapan negara besar saling berebut pengaruh lewat ekonomi, militer, industrialisasi, kolonialisasi, dan konflik antarnegara. Game besutan Ageod yang diterbitkan Paradox Interactive ini dikenal berat dan kompleks, tetapi justru menawarkan pengalaman strategi mendalam dan akurat secara historis bagi pemain yang tekun.

Imperium: Greek Wars mengambil latar Yunani Kuno dan memadukan sejarah, politik dunia Yunani-Persia, mitologi, serta kisah heroik era tersebut. Pemain bisa memilih salah satu dari 30 faksi, dari negara kota Hellenic hingga kekaisaran yang mulai runtuh, dalam setting tahun 359 SM ketika banyak pihak ingin menguasai dunia.

Meski sistem ekonomi dan taktik militernya rumit, game ini dirancang untuk pemain yang sabar mempelajarinya. Kombinasi sejarah dan mitologi membuatnya menonjol di antara game grand strategy lain yang lebih konvensional.

Civil War 2 dan Kaiserpunk

Civil War 2 menempatkan pemain di tengah Perang Saudara Amerika dengan peta detail yang mencakup sebagian Meksiko dan Karibia. Grand Campaign menjadi daya tarik utama, karena pemain memilih kubu dan berusaha memenangkan perang dalam medan yang berisi lebih dari 3.000 wilayah, lebih dari 400 pemimpin, dan 1.000 unit berbeda.

Detail sejarah juga menjadi kekuatan penting game ini. Pemain harus mengelola peristiwa bersejarah yang tersusun rapi, sehingga pengalaman bermain terasa seperti memimpin konflik besar dengan beban historis yang kuat.

Kaiserpunk memadukan city-building dan grand strategy dalam sejarah alternatif, dengan latar 1918 hingga 1950 saat Perang Dunia I tak pernah berakhir. Sistem suplai yang kompleks bisa terasa membingungkan di awal, tetapi game ini memberi ruang untuk ekspansi melalui diplomasi atau peperangan di lebih dari 100 wilayah.

Selain memperluas pengaruh, pemain juga harus menjaga stabilitas agar tidak terseret konflik sosial. Perpaduan pembangunan kota dan strategi geopolitik inilah yang membuat Kaiserpunk terasa berbeda dari banyak game sejenis.

Revival: Recolonization dan Dominions 6

Revival: Recolonization mengusung premis membangun kembali Bumi setelah bencana besar yang hampir memusnahkan umat manusia. Pemain perlu melakukan terraforming sambil melindungi para penyintas dari ancaman faksi rival, hewan buas, dan robot liar.

Tantangan bertambah karena game ini juga menghadirkan peristiwa acak seperti perubahan iklim ekstrem, wabah zombie, hingga larangan penggunaan senjata tertentu. Satu hal yang disebut sebagai kekurangannya adalah absennya fitur multiplayer.

Dominions 6 – Rise of the Pantokrator membawa grand strategy ke dunia fantasi yang terinspirasi mitologi, horor, sejarah, dan budaya dari berbagai bangsa. Pemain berperan sebagai Pretender God yang memimpin kerajaan dan bersaing menjadi Pantokrator baru, dengan kekuatan dan sihir yang berbeda sesuai wilayah kekuasaannya.

Game ini juga memberi keunggulan tambahan lewat teknologi canggih di medan perang. Walau visualnya tidak menonjol dan gameplay-nya cukup kompleks, Dominions 6 tetap dipandang sebagai strategi mendalam bagi pemain yang menyukai tantangan sistemik.

Star Dynasties

Star Dynasties sering disebut sebagai Crusader Kings versi luar angkasa karena sama-sama menonjolkan intrik dinasti dan politik yang dinamis. Latar ceritanya adalah masa setelah kehancuran Bumi, ketika pemain membangun kekaisaran antarbintang, memperluas wilayah, dan membentuk aliansi di tengah konflik antar generasi.

Setiap generasi dalam dinasti bisa mengambil arah berbeda, dan semuanya dapat dipengaruhi oleh intrik politik yang dalam. Berkat sistem procedural generation, game ini juga punya nilai main ulang yang tinggi karena cerita unik bisa terus terbentuk dari keputusan pemain.

Daftar ini menunjukkan bahwa genre grand strategy tidak hanya hidup lewat judul-judul besar. Di balik nama-nama yang lebih populer, masih ada game yang menawarkan sejarah, fantasi, politik, dan strategi mendalam dengan cara yang tak kalah menarik bagi pemain yang mau memberi mereka kesempatan.

Source: www.idntimes.com

Terkait