4 Monitor Raksasa Ini Terlalu Ekstrem Untuk Dipakai Dekat, Desk Bisa Kewalahan

Monitor berukuran besar sering terlihat mengesankan di pameran teknologi, tetapi pengalaman di meja kerja tidak selalu sama. Saat layar melewati batas yang wajar untuk jarak pandang dekat, ukuran justru bisa berubah menjadi masalah.

Itulah inti dari empat monitor ekstrem yang menonjol bukan karena kemudahan pakai, melainkan karena ukuran, bentuk, dan ambisinya. Di atas kertas, semuanya terdengar menarik, tetapi pemakaian harian bisa rumit ketika kursor hilang di layar atau PC tidak sanggup mendorong resolusi yang disarankan.

BenQ Mobiuz EX480UZ: OLED 48 inci yang terlalu besar untuk meja biasa

BenQ Mobiuz EX480UZ hadir dengan panel 48 inci, refresh rate 120Hz, dan resolusi 4K. Monitor ini menjadi salah satu langkah awal BenQ ke dunia OLED sekaligus salah satu layar terbesar yang pernah dibuat perusahaan untuk meja.

Perangkat ini diluncurkan pada 2023 dan jelas ditujukan untuk gaming. Namun, untuk pekerjaan produktivitas, ukurannya dinilai terlalu besar dan pengguna harus duduk lebih jauh agar seluruh layar nyaman terlihat.

Di jarak dekat, masalahnya langsung terasa. Interaksi sederhana seperti melacak mouse bisa jadi merepotkan, bahkan jika antarmuka diperbesar lewat 200%.

Samsung Odyssey Ark: 55 inci dengan desain putar yang memecah pendapat

Samsung Odyssey Ark mengandalkan pendekatan yang lebih unik. Layar 55 inci ini menarik perhatian karena desain rotasinya, dan Samsung memang merancangnya agar bisa digunakan dalam posisi vertikal.

Mode split-screen membagi panel menjadi tiga bagian untuk berbagai kebutuhan. Monitor ini kemudian mendapat pembaruan generasi kedua pada 2024, setelah sebelumnya meluncur pada 2022 dengan respons yang terbelah, dari skor biasa saja hingga pujian tinggi.

Masalahnya, fitur multiview pada generasi kedua pun belum sepenuhnya memuaskan. Beberapa aplikasi disebut masih kesulitan berjalan dalam format itu, dan audio juga hanya bisa diputar untuk satu dari empat input pada satu waktu.

Harga resminya berada di level sangat tinggi, yakni $2,699.99. Dengan resolusi 4K dan refresh rate 165Hz, Ark terlihat seperti gimmick besar yang kalah efektif dibanding monitor yang lebih kecil dan lebih fokus.

Samsung Odyssey Neo G9: ultrawide 57 inci yang memakan meja

Samsung Odyssey Neo G9 membawa ukuran lebih ekstrem lagi dengan bentang 57 inci dan resolusi 7680×2160. Samsung menyebutnya sebagai monitor dual ultra-HD pertama, dan secara visual perangkat ini setara dengan dua layar 32 inci yang disandingkan.

Monitor ini meluncur pada 2023 dan dikenal sebagai salah satu ultrawide terbesar di pasar saat ini. Ukurannya begitu masif sampai bisa memenuhi ruang meja hampir sepenuhnya.

Di sisi penggunaan, layar sebesar ini justru menuntut bantuan software agar lebih mudah dikelola. Pengguna disebut banyak mengandalkan Microsoft PowerToys atau aplikasi pihak ketiga lain, sementara di Windows 11 fitur menyembunyikan taskbar juga dinilai berguna agar ruang kerja tidak terbuang.

Meski begitu, Neo G9 punya keunggulan yang lebih masuk akal untuk pengguna berat. Mode picture-in-picture memungkinkan dua perangkat berbeda ditampilkan seperti dua layar 32 inci pada resolusi 4K.

Ostendo CRVD 43: monitor historis yang lebih mirip pameran sains

Ostendo CRVD 43 adalah nama yang lebih tua, tetapi justru paling aneh dari semuanya. Monitor ini meluncur pada 2010, setelah sebelumnya tampil di CES 2008 lewat Alienware dan di Macworld 2009 bersama NEC sebelum akhirnya hadir di bawah Ostendo.

Spesifikasinya mencakup resolusi maksimum 2880×900 dan harga $6,499. Ostendo bahkan sempat memasarkan ide penggunaan tiga unit sekaligus untuk menciptakan sudut pandang 180 derajat.

Perangkat ini sebenarnya tersusun dari empat layar LED yang digabung menjadi satu tampilan besar. Teknologinya memakai Digital Light Processing, sehingga bekerja lebih dekat ke konsep empat proyektor dengan response time 0.02ms.

Konsekuensinya, bobotnya juga besar, yakni 45.5 lbs atau 20.7kg tanpa dudukan, lalu bertambah 7 lbs atau 3.2kg dengan stand. Dalam penampilan ulang oleh Linus Sebastian di kanal Linus Tech Tips pada 2020, monitor ini disebut mengeluarkan suara kipas yang keras untuk mendinginkan komponen, dan pengguna yang pernah memakainya mengatakan perangkat itu sering rusak.

Keempat monitor ini menunjukkan satu pola yang sama: semakin ekstrem ukurannya, semakin besar pula kompromi yang harus dibayar. Bagi sebagian orang, layar besar itu mengesankan, tetapi bagi banyak pengguna, monitor yang lebih masuk akal tetap lebih mudah dipakai, lebih nyaman, dan lebih efisien di meja kerja.

Berita Terkait

Back to top button