Windows 11 Kini Lebih Gesit, Fitur Low Latency Profile Bikin Start Menu Terasa Lebih Ringan

Microsoft mulai menggulirkan Low Latency Profile (LLP) ke pengguna Windows 11 secara lebih luas, dan efek paling langsungnya terasa pada respons sistem. Fitur ini membuat Windows memberi dorongan singkat ke CPU saat ada interaksi, sehingga aplikasi tertentu dan elemen inti antarmuka bisa terbuka lebih cepat.

Sebelumnya, LLP sudah tersedia bagi pengguna Windows 11 beta. Kini, lewat pembaruan sistem terbaru, Microsoft membawanya ke pengguna umum di berbagai wilayah, dengan tujuan membuat OS terasa lebih gesit tanpa langkah tambahan dari pengguna.

Pembaruan yang memuat fitur ini adalah KB5094126. Karena sifatnya kumulatif, sebagian perangkat mungkin sudah menerima LLP tanpa disadari, dan pengguna bisa mengeceknya melalui Settings > Windows Update lalu memilih “Check for updates”.

Setelah pembaruan terpasang dan komputer di-reboot, LLP berjalan otomatis di latar belakang. Jika perangkat belum masuk wilayah distribusi KB5094126, fitur ini belum tentu aktif dulu, tetapi ketika sudah tersedia, Windows akan menanganinya sendiri.

Menurut Microsoft, LLP mempercepat peluncuran aplikasi dan pengalaman inti shell seperti Start menu, Search, dan Action Center. Cara kerjanya sederhana: ketika ada pemicu interaksi, CPU dipaksa sementara ke clock tertinggi selama beberapa detik, lalu kembali cepat ke mode daya yang lebih rendah.

Pendekatan itu dibuat agar sistem terasa lebih responsif tanpa menambah beban berlebihan pada laptop. Karena dorongan performa berlangsung singkat, pengguna biasa kemungkinan tidak melihat perubahan teknisnya secara langsung, tetapi bisa merasakan Start menu, pencarian, dan aplikasi umum lebih cepat merespons.

Dampaknya juga tidak seragam di semua perangkat. Pada PC kelas atas, perubahan mungkin nyaris tidak terasa selain lonjakan kecil pada clock CPU, sedangkan pada perangkat yang lebih sederhana efeknya bisa lebih jelas karena fitur ini memang ditujukan untuk memberi kesan segar pada mesin yang tidak lagi baru.

Pengujian pada sebuah Acer Nitro V dengan AMD Ryzen 7 7735HS dan RAM 16 GB DDR5-4800 CL40 menunjukkan pola yang sesuai dengan tujuan LLP. Saat Start menu dibuka, clock prosesor naik sekitar 100 sampai 200 MHz, lalu naik lagi ketika tombol Windows ditekan untuk menutupnya, meski peningkatannya tidak sebesar saat dibuka.

Pada PC utama dengan Core Ultra 270K Plus, lonjakan kecepatan prosesor bahkan mencapai 500 MHz. Angka itu menegaskan bahwa hasil LLP sangat bergantung pada konfigurasi perangkat, meski target akhirnya tetap sama: Windows yang terasa lebih cepat dan lebih ringan dipakai.

Namun, LLP tidak dirancang untuk mempercepat game secara nyata. Judul ringan seperti Solitaire mungkin ikut terbantu, tetapi game besar seperti Call of Duty tetap memerlukan waktu muat yang sama, karena banyak game PC masih dibatasi cara Windows menangani data yang sangat berurutan.

Pengecualian muncul bila DirectStorage ikut digunakan, karena teknologi itu membawa sedikit paralelisasi dalam proses pemuatan. Di luar itu, manfaat utama LLP tetap ada pada rasa responsif sistem sehari-hari, bukan pada peningkatan performa gaming mentah.

Bagi pengguna Windows 11, kehadiran LLP memberi kesan bahwa sistem operasi ini mulai memanfaatkan hardware dengan cara yang lebih modern. Fitur ini tidak mengubah PC gaming menjadi mesin supercepat, tetapi cukup untuk memberi tambahan langkah ringan pada pengalaman pakai Windows.

Berita Terkait

Back to top button