Kamera iPhone Lawas Mulai Tak Aman, Motorola G86 Power Disebut Bikin Android Naik Kelas

Selama ini kamera iPhone, bahkan model lawas, kerap dianggap masih sulit ditandingi oleh banyak ponsel Android, terutama untuk perekaman video. Namun pandangan itu mulai digoyang oleh Motorola G86 Power, setidaknya menurut pengalaman penggunaan yang dibagikan akun @WatchWatch.

Host akun tersebut mengaku semula yakin ponsel Android tidak akan bisa menyentuh kualitas rekaman video iPhone jadul. Setelah mencoba Motorola G86 Power, penilaian itu berubah karena hasil videonya dinilai sudah mulai mendekati karakter perekaman khas Apple.

Sorotan utama datang dari kemampuan video 60 fps yang disebut sangat baik. Lensa ultra wide-nya juga disebut mampu memberi hasil yang sama-sama memuaskan untuk perekaman.

Penilaian ini menarik karena Motorola G86 Power bukan diposisikan sebagai ponsel flagship dengan label kamera yang terlalu agresif. Justru dari perangkat kelas non-flagship inilah muncul kesan bahwa Android mulai mengejar salah satu keunggulan yang selama ini identik dengan iPhone.

Akun @WatchWatch bahkan menilai tren membeli iPhone tua demi mengejar kualitas video tidak lagi sesederhana dulu. Menurutnya, Android kini mulai bergerak ke arah yang lebih kompetitif dalam urusan rekaman video.

Motorola G86 Power sendiri memang membawa paket spesifikasi yang mendukung penggunaan multimedia dan produktivitas. Perangkat ini hadir dengan teknologi Smart Connect 2.0 serta performa yang ditopang chipset MediaTek Dimensity 7300X.

Kamera jadi titik perhatian

Di sektor kamera, Motorola G86 Power 5G memakai sensor utama Sony LYTIA 600 beresolusi 50 MP. Kamera ini juga sudah dibekali Optical Image Stabilization atau OIS untuk membantu menjaga hasil foto dan video tetap stabil.

OIS berperan penting saat ponsel dipakai dalam kondisi bergerak atau pencahayaan yang kurang ideal. Dengan dukungan itu, hasil gambar disebut tetap tajam, terang, dan minim blur akibat getaran tangan.

Kombinasi sensor Sony dan OIS menjadi salah satu alasan mengapa kamera ponsel ini mendapat perhatian. Dalam konteks video, kestabilan rekaman menjadi faktor yang sering membuat iPhone unggul, sehingga kemajuan di titik ini terasa relevan.

Komentar dari @WatchWatch juga menyoroti bahwa kualitas video 60 fps Motorola G86 Power terasa “perfect” menurut pengalamannya. Ia juga memberi penilaian positif untuk kamera ultra wide, yang sering kali justru menjadi titik lemah di banyak ponsel menengah.

Performa penunjang perekaman dan multitasking

Motorola G86 Power 5G ditenagai MediaTek Dimensity 7300X yang dibangun dengan fabrikasi 4 nm. Chip ini dirancang untuk menangani tugas berat seperti gaming, editing video, dan multitasking tanpa cepat panas atau boros daya.

Skor AnTuTu chipset ini disebut berada di kisaran 725.000. Angka itu menunjukkan bahwa performanya cukup kompetitif untuk kelasnya, sekaligus mendukung proses pengolahan video dan penggunaan harian yang intensif.

CPU octa-core pada Dimensity 7300X terdiri dari empat inti performa Cortex-A78 dan empat inti efisiensi Cortex-A55. Susunan ini memberi keseimbangan antara kecepatan kerja dan konsumsi daya.

Untuk grafis, ponsel ini memakai GPU Mali-G615 MC2. Dukungan RAM LPDDR5 dan penyimpanan UFS 3.1 juga ikut membantu agar akses data, pembukaan aplikasi, dan pemrosesan file berjalan lebih cepat.

Konektivitasnya pun cukup lengkap dengan dukungan 5G ganda, Wi‑Fi 6, dan Bluetooth 5.3. Paket ini penting bagi pengguna yang sering memindahkan file video besar atau mengandalkan koneksi stabil saat bekerja.

Layar dan fitur lintas perangkat

Motorola membekali ponsel ini dengan panel pOLED datar 6,67 inci beresolusi Super HD 1,5K. Layar tersebut memiliki refresh rate 120Hz, kedalaman warna 10-bit, dan cakupan warna DCI-P3 100 persen.

Kecerahan puncaknya mencapai 4.500 nits. Angka ini membuat layar tetap terlihat jelas saat dipakai di luar ruangan atau di bawah sinar matahari langsung.

Dari sisi desain, bodinya dibuat datar dan bobotnya sekitar 198 gram. Karakter ini memberi kesan ringkas dan tetap nyaman digenggam untuk pemakaian lama, termasuk saat merekam video.

Fitur Smart Connect 2.0 juga menjadi nilai tambah yang cukup menonjol. Fitur berbasis kecerdasan buatan ini memungkinkan ponsel terhubung secara nirkabel ke PC, laptop, atau televisi tanpa kabel.

Pengguna bisa menampilkan file presentasi dari ponsel ke layar TV atau PC dan mengoperasikannya dengan perintah suara. Fitur tersebut dirancang untuk memudahkan multitasking, berbagi konten, dan bekerja di layar yang lebih besar tanpa konfigurasi rumit.

Keamanan dan dukungan sistem

Motorola G86 Power 5G turut membawa Moto Secure 3.0 dan ThinkShield 3.0. Keduanya disiapkan untuk memberi perlindungan data, pengelolaan izin aplikasi, keamanan jaringan, hingga perlindungan dari malware, phishing, dan eksploitasi sistem.

Sensor sidik jari di bawah layar juga tersedia untuk akses yang cepat dan aman. Perangkat ini menjalankan Android 15 dengan Hello UI, serta disebut mendapat pembaruan keamanan selama tiga tahun.

Dengan kombinasi kamera utama 50 MP Sony LYTIA 600 ber-OIS, video 60 fps yang dinilai kuat, serta performa kelas menengah yang kompetitif, Motorola G86 Power muncul sebagai contoh bahwa Android mulai serius menantang dominasi iPhone lawas di sektor video. Bagi pengguna yang selama ini menganggap perekaman video bagus hanya bisa didapat dari iPhone lama, kemunculan model ini memberi alternatif yang patut diperhatikan.

Exit mobile version