Tata Surya Muda Mungkin Pernah Kehilangan Dua Planet Raksasa, Jejaknya Tertinggal di Orbit Kini

Penelitian terbaru mengungkap kemungkinan bahwa Tata Surya pada masa awalnya tidak hanya dihuni delapan planet seperti sekarang, tetapi pernah memiliki dua planet raksasa tambahan yang kemudian hilang. Kedua planet itu diduga terlempar keluar setelah terjadi interaksi gravitasi yang sangat kuat dengan planet-planet besar lain di Tata Surya muda.

Temuan ini berasal dari simulasi komputer yang mencoba merekonstruksi evolusi Tata Surya sejak miliaran tahun lalu. Para peneliti memublikasikan hasilnya dalam jurnal Icarus setelah menjalankan lebih dari 100 simulasi untuk mencari konfigurasi awal yang paling masuk akal.

Tata Surya Muda Diduga Lebih Ramai

Hasil simulasi menunjukkan bahwa susunan Tata Surya saat ini lebih mudah dijelaskan jika pada fase awal terdapat satu hingga dua planet tambahan. Planet-planet itu diperkirakan memiliki ukuran sebanding dengan Neptunus, atau masuk kategori super-Bumi dan planet es raksasa dengan massa lebih besar dari Bumi.

Dalam sebagian besar simulasi terbaik, Tata Surya awal dimulai dengan lima planet raksasa. Sekitar 40 persen simulasi terbaik justru memerlukan enam planet raksasa agar hasil akhirnya sesuai dengan kondisi Tata Surya sekarang.

Dua Planet yang Hilang Diduga Terlempar ke Ruang Antarbintang

Pada skenario enam planet, dua planet tambahan mengalami gangguan gravitasi yang kuat. Interaksi mereka dengan Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus membuat orbit kedua planet itu tidak stabil hingga akhirnya terlempar ke ruang antarbintang.

Proses tersebut diduga memicu masa ketidakstabilan besar di Tata Surya muda. Peristiwa itu kemungkinan terjadi ratusan juta tahun setelah Matahari terbentuk, saat susunan orbit benda langit masih terus berubah.

Meski terdengar merusak, fase kacau itu justru membantu membentuk Tata Surya yang stabil seperti sekarang. Pergerakan besar antarplanet diduga menyisakan struktur orbit yang akhirnya bertahan hingga kini.

Bantuan untuk Menjelaskan Satelit Jupiter dan Uranus

Penelitian ini juga memberi petunjuk baru soal kelangsungan satelit alami Jupiter dan Uranus. Para peneliti menemukan bahwa dua planet tambahan dapat membantu menjelaskan mengapa sistem bulan di kedua planet itu tetap bertahan.

Saat simulasi hanya memasukkan satu planet tambahan, beberapa bulan Uranus menjadi tidak stabil. Namun ketika dua planet tambahan dimasukkan, orbit satelit-satelit utama tetap terjaga dengan lebih baik.

Gambaran Baru tentang Masa Muda Tata Surya

Para astronom menilai hasil ini memperkuat pandangan bahwa Tata Surya muda jauh lebih kacau dibanding kondisi yang terlihat sekarang. Temuan tersebut juga sejalan dengan gagasan bahwa pengusiran planet bisa menjadi bagian umum dari proses pembentukan banyak sistem planet di alam semesta.

Keberadaan dua planet tambahan ini memang belum bisa dibuktikan secara langsung. Namun simulasi terbaru menunjukkan bahwa hipotesis itu layak dipertimbangkan untuk menjelaskan berbagai karakteristik unik Tata Surya saat ini, termasuk kestabilan orbit planet dan bertahannya sistem satelit alami di beberapa planet raksasa.

Source: mediaindonesia.com
Exit mobile version