Lenovo mencoba menurunkan harga Chromebook premium tanpa mengorbankan kesan kelas atas. Hasilnya adalah Chromebook Plus i, laptop 15,3 inci yang diposisikan lebih praktis dan lebih terjangkau untuk pelajar serta bisnis kecil, dengan banderol di bawah $630.
Langkah itu terasa masuk akal karena model sebelumnya, Chromebook Plus 14, hadir dengan panel OLED dan harga yang mendekati $800. Pada Chromebook Plus i, Lenovo memang memangkas sejumlah fitur mewah, tetapi tetap mempertahankan tampilan yang premium dan tidak memangkas performa hingga mengganggu penggunaan harian.
Desain yang tetap profesional
Bodi Chromebook Plus i kini lebih banyak memakai plastik daur ulang ketimbang aluminium. Meski begitu, laptop ini tetap terasa kokoh dan sudah lolos standar ketahanan MIL-STD-810H.
Secara visual, perangkat ini tampil tegas dengan sudut yang kotak dan kesan profesional. Bobotnya 3,44 pound, sehingga masih nyaman dibawa di ransel untuk mobilitas sekolah atau kerja.
Port lengkap untuk kelas Chromebook
Salah satu nilai jual terkuatnya ada pada pilihan port yang sangat lengkap. Lenovo menyertakan dua USB-C, dua USB-A, HDMI, slot microSD, jack combo headphone/mikrofon, dan slot Kensington lock.
Kombinasi itu membuatnya fleksibel untuk tugas sekolah maupun kerja. Dua USB-A berguna untuk aksesori seperti mouse dan pemindai barcode, sementara HDMI memudahkan presentasi di layar eksternal.
Slot microSD juga relevan karena penyimpanan internal hanya 128GB. Bagi pengguna yang ingin menyimpan data sensitif secara lokal, ini menjadi alternatif yang lebih aman dibanding bergantung pada cloud.
Ada pula fingerprint reader kecil di bawah keyboard sebagai opsi keamanan. Dalam pengujian, pemindai itu bekerja cepat dan konsisten.
Chrome OS tetap jadi batas sekaligus keunggulan
Seperti Chromebook pada umumnya, sistem operasinya berbeda dari laptop Windows atau Apple. Aplikasi diunduh dari Play Store, tetapi tidak semua aplikasi Android tersedia, dan sebagian tidak dioptimalkan untuk layar laptop.
Itu membuat Chromebook kurang ideal untuk semua orang, namun sangat cocok untuk kebutuhan non-teknis seperti belajar atau sistem point-of-sale di bisnis kecil. Harga yang lebih rendah dan kontrol instalasi yang lebih ketat juga membuatnya menarik untuk sekolah dan perusahaan yang membeli perangkat dalam jumlah banyak.
Pengguna yang aktif memakai layanan Google akan mendapat manfaat paling besar. Drive terintegrasi erat dengan Chrome OS, laptop ini sudah dibekali paket produktivitas Google, dan saat setup pengguna akan diminta masuk ke akun Google agar sinkron ke berbagai layanan.
Integrasi dengan ponsel Android juga menambah kenyamanan. Notifikasi dari ponsel bisa muncul di laptop, dan perangkat juga dapat tersambung otomatis ke Wi-Fi aman yang sebelumnya sudah pernah diakses di ponsel.
Chrome OS juga membawa akses ke NotebookLM, alat AI yang dapat membuat ringkasan dari catatan riset. Untuk pengguna baru, ada sedikit penyesuaian seperti Alt-click untuk fungsi klik kanan, tetapi kurva belajarnya tidak tergolong curam.
Performa cukup untuk tugas harian
Di dalamnya, Lenovo membekali 8GB RAM dan Intel Core 3 N355, chip yang fokus pada efisiensi. CPU ini punya delapan inti 3,9GHz dan memang mengutamakan daya tahan baterai dibanding tenaga mentah.
Dalam pemakaian untuk kerja, belajar, dan browsing, performanya terasa lancar tanpa hambatan berarti. Laptop ini bahkan sanggup menangani 33 tab Chrome aktif sebelum mulai kewalahan, meski membuka aplikasi seperti Spotify terasa sedikit lambat.
Dari sisi konektivitas, perangkat ini mendukung Wi‑Fi 6e dan Bluetooth 5.3. Saat dipasangkan dengan router yang mendukung Wi‑Fi 6, koneksinya stabil dan cepat.
Layar besar, webcam biasa, suara cukup
Lenovo memakai panel IPS touchscreen 15,3 inci dengan resolusi 1920 x 1200, rasio 16:10, dan refresh rate 120Hz. Tidak ada OLED seperti pada Chromebook Plus 14, tetapi layar ini dinilai lebih masuk akal untuk laptop yang ditujukan bagi pembeli hemat anggaran.
Kecerahannya mencapai 400 nits, cukup untuk pemakaian umum dan belajar. Namun, penggunaan di bawah sinar matahari langsung bisa terasa kurang nyaman.
Di bagian atas layar ada webcam 5MP dengan penutup privasi fisik. Kualitasnya memadai untuk panggilan video, tetapi tidak menonjol dibanding webcam kelas atas.
Speaker stereo yang menghadap ke bawah tergolong biasa saja. Teknologi Waves MaxxAudio membantu kejernihan musik, tetapi suara vokal dan volume maksimum masih terasa terbatas.
Baterai biasa, pengisian cepat
Daya tahan baterainya bukan kelemahan utama, tetapi juga bukan keunggulan besar. Dalam 2,5 jam pemakaian ringan, baterai turun dari penuh ke 59 persen, sementara satu jam video hanya menghabiskan 11 persen.
Hasil itu didapat saat kecerahan berada di bawah setengah. Jika layar dinaikkan untuk dipakai di luar ruangan, baterai akan terkuras lebih cepat.
Meski begitu, pengisian dayanya sangat cepat. Lenovo menyebut 50 persen dalam 30 menit dengan charger 65W bawaan, dan pengujian justru mencatat dari 3 persen ke 60 persen dalam 30 menit, lalu penuh sekitar satu jam.
Dengan harga $630, Chromebook Plus i tampil sebagai Chromebook yang lebih matang untuk pelajar dan bisnis kecil yang butuh perangkat serbaguna. Kombinasi bodi yang rapi, port lengkap, layar besar, dan pengisian cepat membuatnya terasa lebih masuk akal daripada sekadar Chromebook murah biasa.