Seseorang berhasil menyalakan Windows 95 di kalkulator grafik Texas Instruments TI-Nspire CX II. Hasilnya memang lebih cocok disebut unjuk kreativitas teknis daripada alat yang benar-benar berguna untuk berhitung.
Yang paling mencuri perhatian adalah waktu boot-nya. Sistem operasi lawas itu butuh sekitar tujuh menit untuk mencapai desktop, sementara video yang beredar sudah dipercepat.
Eksperimen ini muncul dari unggahan pengguna Reddit bernama Far-Temperature3580 di forum Windows. Ia memanfaatkan Tiny386 untuk mengemulasikan komponen yang diperlukan agar Windows 95 bisa berjalan di perangkat seukuran kalkulator.
Tiny386 menjadi kunci karena perangkat seperti TI-Nspire CX II jelas tidak dirancang untuk menjalankan sistem operasi desktop klasik. Dengan pendekatan emulasi itu, Windows 95 bisa dimuat dalam lingkungan yang jauh dari habitat aslinya.
Daya tarik proyek ini bukan pada sisi kegunaan harian, melainkan pada tantangan teknisnya. Menjalankan Windows 95 di perangkat sekolah yang identik dengan pelajaran matematika memberi kombinasi nostalgia dan rasa penasaran yang kuat.
Di sisi lain, hasil akhirnya masih sangat terbatas. Windows 95 memang berhasil masuk ke desktop, tetapi interaksi setelah itu tampaknya belum mulus.
Video yang dibagikan tidak memperlihatkan penggunaan Windows 95 secara mendalam setelah proses boot selesai. Hal itu diduga karena pergerakan kursor dan menjalankan aplikasi masih menjadi pekerjaan yang belum rampung.
Meski begitu, ada satu detail perangkat yang membuat eksperimen ini lebih masuk akal dari yang terlihat. TI-Nspire CX II memiliki trackpad bawaan, sehingga kontrol kursor setidaknya punya dasar perangkat keras yang relevan.
Boot lama, fungsi belum praktis
Tujuh menit untuk boot jelas terlalu lambat untuk penggunaan nyata. Dalam konteks kalkulator yang seharusnya cepat dipakai untuk kebutuhan belajar, waktu tunggu sepanjang itu membuat proyek ini lebih mirip demonstrasi kemampuan daripada solusi praktis.
Fakta bahwa video dipercepat juga penting untuk konteks. Tanpa penjelasan itu, banyak orang bisa mengira perangkat tersebut lebih responsif daripada kondisi sebenarnya.
Keterbatasan ini juga terlihat dari belum adanya demonstrasi aplikasi yang berjalan lancar. Jadi, pencapaian utamanya saat ini adalah membawa Windows 95 sampai tampil di desktop pada perangkat yang sangat tidak lazim.
Namun justru di situlah nilai beritanya. Bagi komunitas penggemar modding, emulasi, dan perangkat retro, keberhasilan menyalakan sistem operasi lama di perangkat modern yang tidak biasa sering kali lebih menarik daripada manfaat praktisnya.
Kalkulator yang “berubah profesi”
TI-Nspire CX II pada dasarnya adalah kalkulator grafik. Perangkat ini lazim dikaitkan dengan kebutuhan matematika di sekolah, bukan sebagai mesin untuk menjalankan sistem operasi desktop era 1990-an.
Karena itu, proyek ini terasa kontras sekaligus lucu. Sebuah alat yang biasanya dipakai menghitung persamaan justru dipaksa membuka antarmuka Windows 95, meski sangat pelan.
Ada ironi yang sulit diabaikan dari eksperimen ini. Untuk sekadar membuka Windows 95 di kalkulator, pengguna justru akan menghabiskan waktu jauh lebih lama dibanding langsung memakai kalkulator sesuai fungsi aslinya.
Unggahan itu juga menunjukkan bagaimana perangkat lama dan perangkat pendidikan tetap bisa menjadi arena eksperimen kreatif. Selama ada komunitas yang mau mengutak-atik batas kemampuan hardware, proyek semacam ini kemungkinan akan terus bermunculan.
Masih tahap pengerjaan
Sejauh ini, aspek yang tampak paling matang adalah keberhasilan boot menuju desktop. Sementara itu, interaksi yang lebih kompleks seperti menggerakkan kursor dengan lancar dan menjalankan aplikasi masih berada dalam tahap pengerjaan.
Itu berarti pengalaman memakai Windows 95 di TI-Nspire CX II belum bisa disamakan dengan menggunakan PC sungguhan. Bahkan dengan trackpad bawaan, tantangan pada performa dan respons sistem tetap menjadi hambatan utama.
Meski belum praktis, eksperimen ini tetap dianggap mengesankan karena skala perangkatnya sangat kecil untuk tugas seperti itu. Menjejalkan Windows 95 ke ruang yang biasanya hanya dipakai untuk fungsi kalkulator adalah capaian teknis yang mudah menarik perhatian.
Pada akhirnya, proyek ini lebih tepat dibaca sebagai bukti kreativitas komunitas daripada terobosan perangkat produktivitas. Windows 95 memang bisa hidup di TI-Nspire CX II, tetapi untuk urusan matematika, kalkulator itu tampaknya masih jauh lebih berguna saat tidak sedang sibuk booting selama tujuh menit.
[crp] Source: www.xda-developers.com






