Microsoft kini mulai membuka Low Latency Profile untuk semua pengguna Windows 11. Fitur ini dirancang untuk membuat CPU naik ke frekuensi boost lebih cepat saat pengguna berinteraksi dengan elemen Windows, sehingga respons sistem terasa lebih sigap.
Dampaknya paling terasa saat membuka bagian seperti Start menu, Action Center, dan Search bar. Pada praktiknya, elemen-elemen native Windows itu bisa muncul hampir seketika, bukan lagi dengan jeda sangat kecil seperti sebelumnya.
Cara kerja fitur baru ini
Low Latency Profile membuat clock-speed CPU melonjak lebih cepat ketika sistem mendeteksi aktivitas pengguna. Efeknya bukan menambah fungsi baru, melainkan memangkas waktu tunggu singkat yang selama ini masih terasa di beberapa interaksi Windows 11.
Microsoft pertama kali memperkenalkan profil ini pada Mei. Walau sempat ada anggapan bahwa cara ini seperti “cheating” untuk menaikkan performa, pendekatan percepatan clock-speed semacam ini sebenarnya sudah lama dipakai di Android dan macOS.
Apa yang perlu dipasang
Untuk memanfaatkannya, pengguna perlu mengunduh Patch Juni 2026 KB5094126. Pembaruan ini mencakup OS Builds 26200.8655 dan 26100.8655, lalu setelah PC di-reboot, profil tersebut seharusnya aktif.
Microsoft menempatkan fitur ini ke dalam skema “Controlled Feature Rollout”. Artinya, ketersediaannya bisa datang bertahap per wilayah, jadi tidak semua pengguna akan langsung mendapatkannya di waktu yang sama.
Cara mengecek apakah sudah aktif
Cara paling mudah adalah membuka elemen Windows seperti Start menu lalu melihat apakah CPU segera naik ke frekuensi turbo. Jika respons itu muncul cepat, berarti Low Latency Profile sudah bekerja di perangkat tersebut.
Untuk verifikasi yang lebih akurat, pengguna bisa memakai alat monitoring CPU seperti HWInfo. Aplikasi semacam ini memiliki polling rate yang cukup cepat untuk menangkap lonjakan penggunaan CPU, sementara Task Manager biasanya tidak cukup cepat untuk melihat perubahan itu.
Apa bedanya dengan rilis sebelumnya
Microsoft sebelumnya sudah merilis pembaruan opsional yang memuat Low Latency Profile, tetapi jangkauannya masih terbatas. Saat itu, fitur tersebut hanya mempercepat pemuatan Start Menu dan elemen Windows lain, belum sampai ke aplikasi.
Kini cakupannya disebut sudah berlaku untuk fitur Windows dan aplikasi saat pembaruan hadir di wilayah pengguna. Itu membuat manfaatnya terasa lebih luas, terutama bagi mereka yang sering membuka banyak elemen antarmuka secara berulang.
Selain Low Latency Profile, pembaruan ini juga membawa sejumlah fitur lain. Di antaranya ada peningkatan Shared Audio untuk beberapa headphone, dukungan kamera multi-app, dan perbaikan Windows Search.
Bagi pengguna yang memperhatikan kecepatan respons antarmuka, pembaruan ini menjadi salah satu perubahan kecil yang efeknya bisa langsung terasa. Windows 11 tetap menjalankan fungsi yang sama, tetapi dengan jeda yang lebih pendek saat pengguna mulai berinteraksi dengan sistem.






