Calon Rival Z Fold 8 Ini Punya File Manager AI yang Terlalu Berguna untuk Diabaikan

Author: Qoo Media

Vivo mulai mengungkap fitur-fitur baru pada ponsel lipat X Fold 6 menjelang peluncurannya, dan sorotan paling menarik justru datang dari aplikasi yang sering dianggap sepele: pengelola file. Perangkat ini disebut akan membawa AI File Manager dengan sejumlah fungsi praktis yang berpotensi membuat pengalaman memakai ponsel lipat terasa lebih rapi dan efisien.

Fitur tersebut langsung mencuri perhatian karena menyasar masalah yang sangat umum, yakni file yang berantakan dan sulit dicari. Di saat banyak fitur AI di ponsel berfokus pada kamera atau asisten, Vivo justru menempatkan AI pada manajemen dokumen dan berkas sehari-hari.

Han Boxiao dari Vivo mengonfirmasi di Weibo bahwa X Fold 6 akan memiliki AI File Manager. Salah satu kemampuannya adalah “AI intelligent naming”, yaitu sistem yang menamai file secara otomatis agar pengguna tidak lagi berhadapan dengan nama file acak atau membingungkan.

Fungsi ini bukan yang pertama di industri, karena OneDrive juga baru mendapat kemampuan serupa. Namun, kehadirannya di pengelola file bawaan ponsel tetap menarik karena bisa langsung menyentuh aktivitas harian pengguna tanpa perlu bergantung pada layanan terpisah.

Fitur AI yang Menyasar Produktivitas

Selain penamaan file cerdas, pengelola file ini juga akan menghadirkan rekomendasi file pintar. Sistem tersebut dapat menyarankan file yang mungkin dibutuhkan pengguna, termasuk sebelum atau sesudah rapat.

Vivo juga menyiapkan fitur pengorganisasian file berbasis AI. Pengguna disebut bisa memakai bahasa natural untuk mengelompokkan file tertentu berdasarkan topik atau kriteria yang diinginkan.

Contoh yang diberikan perusahaan adalah permintaan untuk mengumpulkan semua file yang terkait dengan perjalanan yang akan datang. Pendekatan ini dapat memangkas langkah pencarian manual yang biasanya cukup merepotkan, terutama saat file tersimpan di banyak folder.

Vivo tampaknya juga akan menyediakan widget untuk pengelola file ini. Widget tersebut akan menampilkan file yang paling sering digunakan langsung di layar utama, sehingga akses ke dokumen penting bisa lebih cepat.

Jika seluruh fungsi itu berjalan mulus, X Fold 6 dapat menawarkan nilai tambah yang berbeda dari pesaingnya. Bukan sekadar mengejar spesifikasi tinggi, Vivo tampak mencoba memanfaatkan layar besar ponsel lipat untuk urusan kerja dan manajemen file yang lebih serius.

Masih Berpotensi Terbatas di China

Meski demikian, ada catatan penting soal ketersediaan fitur. AI File Manager ini kemungkinan untuk sementara hanya hadir di pasar China.

Kondisi itu membuat ketersediaannya secara global masih belum pasti. Namun, daftar fungsi yang dibawa cukup relevan untuk pasar luas karena kebutuhan menata file bukan masalah yang terbatas pada satu wilayah saja.

Kehadiran fitur seperti ini juga memunculkan perbandingan dengan aplikasi file bawaan Android yang lebih umum. Jika pendekatan Vivo terbukti berguna, bukan tidak mungkin konsep serupa akan mendorong pemain lain, termasuk Google, untuk mengembangkan fungsi pengelolaan file yang lebih pintar.

Aspek privasi juga menjadi perhatian penting dalam fitur semacam ini. Belum ada rincian teknis lengkap soal apakah seluruh pemrosesan AI dilakukan langsung di perangkat, tetapi pendekatan on-device akan menjadi nilai tambah besar bila benar diterapkan.

Chip Khusus untuk Layar Besar

Di luar aplikasi pengelola file, Vivo juga mengonfirmasi bahwa X Fold 6 akan ditenagai MediaTek Dimensity 9500 Super Edition. Perusahaan menyebut ini sebagai versi kustom dari chip flagship yang dituning khusus untuk ponsel lipat berlayar besar.

Menurut Vivo, penyesuaian itu dibuat untuk meningkatkan kemampuan multitasking, pemrosesan multi-threaded, dan rendering multi-window. Klaim lainnya adalah efisiensi yang lebih baik saat perangkat dipakai dalam skenario beban berat.

Fokus tersebut sejalan dengan arah X Fold 6 sebagai perangkat produktivitas, bukan hanya ponsel premium dengan layar fleksibel. Pada perangkat lipat, kinerja multi-jendela dan efisiensi saat banyak aplikasi aktif memang menjadi faktor yang lebih penting dibanding ponsel biasa.

Desktop Mode Jadi Pelengkap

Perwakilan Vivo lainnya juga mengungkap bahwa X Fold 6 akan mendukung desktop mode saat dihubungkan ke layar eksternal. Dalam mode ini, ponsel dapat dipakai sebagai touchpad dan tetap mendukung mouse serta keyboard.

Fitur tersebut memperkuat posisi X Fold 6 sebagai perangkat kerja bergerak. Kombinasi desktop mode, chip yang diklaim dioptimalkan untuk multitasking, dan AI File Manager menunjukkan Vivo ingin membangun pengalaman yang lebih dekat ke komputer portabel.

Untuk jadwal peluncuran, belum ada tanggal resmi yang diumumkan. Namun, perangkat ini diperkirakan akan diperkenalkan pada akhir bulan ini.

Jika jadwal itu terealisasi, Vivo bisa lebih dulu meluncur dibanding Samsung di segmen ponsel lipat generasi berikutnya. Meski begitu, pertanyaan soal ketersediaan global tetap menjadi faktor besar, terutama karena beberapa fitur paling menariknya saat ini belum dipastikan hadir di luar China.

Source: www.androidauthority.com
Terbaru