Monitor Baru Bisa Bikin Tagihan Lebih Ringan, Ini Cara Memilih yang Hemat Daya

Banyak pembeli monitor baru fokus pada ukuran layar, resolusi, atau harga. Padahal, pilihan yang tepat juga bisa membantu menekan tagihan listrik bulanan karena monitor terus memancarkan cahaya saat dipakai dan ikut menyerap daya selama bekerja, bermain gim, atau streaming.

Efisiensi energi monitor kini juga makin mudah dinilai. Di pasar Eropa, label energi memberi petunjuk lewat huruf, sementara di Amerika Serikat ada sertifikasi Energy Star yang menandakan perangkat lebih hemat energi dibanding model standar.

Apa yang paling penting saat membeli monitor baru

Monitor dengan peringkat huruf yang lebih tinggi, seperti A, menunjukkan efisiensi energi yang lebih baik. Energy Star memakai simbol bintang biru dan tidak memberi nilai angka atau huruf, tetapi tetap memberi sinyal bahwa perangkat tersebut lebih hemat daya.

Menurut Energy Star, monitor bersertifikasi ini 7% lebih efisien dibanding monitor biasa. Penghematan itu berlaku saat monitor menyala, dalam mode tidur, dan saat dimatikan, sehingga dampaknya terasa di beberapa kondisi penggunaan sekaligus.

Namun, tidak semua monitor yang dijual membawa label Energy Star. Daftar resmi bisa ditemukan di situs Energy Star, termasuk model seperti ViewSonic VX1655-4K VS19590 yang disebut sebagai salah satu contoh monitor bersertifikasi.

Ukuran layar dan kecerahan ikut memengaruhi konsumsi daya

Monitor yang lebih besar umumnya memakai lebih banyak energi, sama seperti peralatan rumah tangga berukuran besar yang cenderung lebih boros. Layar yang lebih terang juga punya efek serupa karena membutuhkan daya lebih besar untuk mempertahankan tingkat cahaya yang tinggi.

Untuk monitor, ukuran layar dan resolusi ikut memengaruhi batas konsumsi daya. Pada model kecil, konsumsi mode aktif dihitung berdasarkan luas layar dan resolusi, sedangkan pada monitor besar, hitungannya lebih bergantung pada ukuran layar saja.

Monitor resolusi tinggi juga cenderung mendapat batas daya mode aktif yang lebih besar. Itu sebabnya monitor 4K, meski menarik untuk tampilan yang lebih tajam, dapat memakai lebih banyak energi dibanding monitor kecil beresolusi rendah.

Teknologi yang membantu menekan tagihan listrik

Selama 15 tahun terakhir, monitor disebut telah mengalami peningkatan efisiensi energi. Digital Europe mencatat efisiensinya naik sekitar 41% sejak 2011, dan studi lain menyebut peningkatannya bisa mencapai sekitar 7,5% per tahun meski laju itu dinilai mungkin tidak berkelanjutan dalam jangka panjang.

Salah satu penyebab perbaikan ini adalah teknologi LED backlighting yang lebih hemat dibanding opsi lain. Pengaturan kecerahan backlight juga membantu pengguna mengurangi daya yang dipakai tanpa harus mengganti perangkat sepenuhnya.

Beberapa monitor kini juga mulai meniru perilaku layar laptop yang bisa menyesuaikan pencahayaan secara otomatis. Fitur seperti sleep mode dan siklus daya otomatis membuat layar bisa dimatikan atau diredupkan pada waktu tertentu, sehingga pemakaian listrik tidak terus-menerus tinggi.

Cara paling praktis menghemat dari monitor yang sudah ada

Bagi yang belum ingin membeli monitor baru, langkah termudah tetap ada pada pengaturan harian. Menurunkan kecerahan, mengaktifkan mode tidur, dan mematikan layar setelah jam kerja selesai bisa membantu menekan biaya listrik.

Jika perangkat tidak punya pengaturan otomatis, penyesuaian manual tetap efektif. Dalam beberapa situasi, mencabut colokan setelah selesai dipakai juga disebut sebagai cara untuk mengoptimalkan penghematan, terutama jika monitor dibiarkan menyala atau dalam keadaan siaga terlalu lama.

Terkait