YouTube Kembali Menyembunyikan Tombol Dislike Shorts, Efeknya Bisa Mengacaukan Rekomendasi Anda

Author: Qoo Media

YouTube kembali menguji perubahan antarmuka di Shorts, dan kali ini yang terdampak adalah tombol Dislike. Dalam uji coba tersebut, tombol jempol turun tidak lagi tampil langsung di sidebar, sehingga pengguna harus melakukan langkah tambahan untuk menandai video yang tidak disukai.

Perubahan ini penting karena tombol Dislike bukan sekadar ekspresi pengguna, tetapi juga memengaruhi rekomendasi konten. Saat sebuah video diberi tanda tidak suka, YouTube biasanya akan mengurangi kemunculan video serupa di kemudian hari.

Bagi banyak pengguna, fitur itu terasa relevan di Shorts yang dipenuhi video berdurasi singkat dengan pola konsumsi cepat. Format ini memang menarik bagi penonton yang mencari hiburan instan, tetapi juga kerap dikritik karena dipenuhi konten repetitif, video berkualitas rendah, salinan konten, hingga materi buatan AI yang dinilai minim nilai tambah.

Uji coba terbaru ini pertama kali disorot oleh pengguna bernama Mrs_Hersheys di forum r/YouTube. Tangkapan layar yang beredar kemudian ikut dibahas oleh Android Authority sebagai indikasi bahwa YouTube sedang mengubah tata letak tombol interaksi di Shorts.

Dalam tampilan Shorts yang umum, susunan tombol di sidebar biasanya terdiri dari Like, Dislike, Comments, Share, dan Remix. Pada versi yang sedang diuji, tombol Like berubah dari ikon jempol menjadi ikon hati, tetapi fungsinya tetap sama seperti sebelumnya.

Perubahan yang paling mencolok justru ada pada hilangnya tombol Dislike dari posisi utamanya. Berdasarkan sejumlah komentar pengguna di unggahan Reddit tersebut, tombol itu diduga dipindahkan ke menu tiga titik, bukan benar-benar dihapus sepenuhnya.

Jika benar demikian, akses ke Dislike menjadi lebih tersembunyi dibanding sebelumnya. Pengguna yang ingin memberi sinyal negatif pada video tidak bisa lagi melakukannya dengan satu ketukan langsung dari deretan tombol utama.

Kondisi itu dapat memengaruhi cara pengguna berinteraksi dengan Shorts dari waktu ke waktu. Semakin rumit sebuah aksi dilakukan, semakin besar kemungkinan pengguna melewatkannya, termasuk saat ingin melatih algoritma agar menampilkan lebih sedikit konten yang tidak relevan.

YouTube sendiri bukan pertama kali mencoba pendekatan semacam ini. Perusahaan tersebut disebut sudah bereksperimen dengan perubahan serupa pada tampilan Shorts sejak 2024 dan bahkan berlanjut pada 2025, meski bentuk implementasinya tidak selalu sama.

Riwayat uji coba berulang itu menunjukkan bahwa YouTube masih terus mencari format antarmuka yang dianggap paling efektif. Namun, perubahan terbaru ini juga mempertegas bahwa posisi tombol Dislike di Shorts masih belum sepenuhnya mapan.

Menariknya, distribusi uji coba itu tampaknya belum merata. Sejumlah pengguna di Reddit mengaku sudah melihat perubahan tersebut, sementara pengguna lain menyebut tampilan Shorts mereka masih tetap seperti biasa.

Perbedaan pengalaman itu sejalan dengan pola umum pengujian fitur di platform digital besar. Fitur baru sering dilepas terbatas ke sebagian akun atau wilayah lebih dulu sebelum diputuskan apakah akan diperluas, diubah lagi, atau dihentikan.

Dalam konteks Shorts, keputusan menyembunyikan Dislike bisa dibaca dari dua sisi. Di satu sisi, perubahan itu dapat membuat tampilan antarmuka terlihat lebih bersih, apalagi jika YouTube ingin mendorong desain yang lebih sederhana dengan ikon hati sebagai pusat interaksi positif.

Di sisi lain, langkah tersebut bisa memicu kritik karena mengurangi visibilitas salah satu kontrol penting bagi pengguna. Saat kualitas konten di Shorts kerap dipersoalkan, kemudahan untuk menandai video yang tidak diinginkan justru menjadi bagian penting dari pengalaman menonton.

Penggantian ikon Like menjadi hati juga memunculkan dimensi desain tersendiri. Ikon hati memang lazim dipakai di berbagai platform video pendek, tetapi kehadirannya berdampingan dengan ikon jempol turun sebelumnya memberi kontras visual yang berbeda dibanding pasangan ikon jempol naik dan jempol turun yang lebih konsisten.

Karena itu, perubahan antarmuka ini bukan hanya soal lokasi tombol, tetapi juga arah desain Shorts secara keseluruhan. YouTube tampaknya sedang menguji apakah interaksi pengguna akan tetap berjalan lancar ketika simbol, posisi, dan akses ke fitur-fitur utama diubah.

Untuk saat ini, belum ada kepastian apakah tata letak baru tersebut akan diterapkan luas. Fakta bahwa percobaan serupa sudah beberapa kali muncul lalu berubah lagi membuat kemungkinan hasil akhirnya masih terbuka.

Yang jelas, perubahan kecil pada tombol di Shorts bisa berdampak besar pada pengalaman pengguna. Di platform yang bergerak sangat cepat dan dibanjiri video serupa, satu tombol yang lebih sulit dijangkau dapat mengubah cara penonton mengatur apa yang ingin mereka lihat berikutnya.

Source: www.androidpolice.com
Terbaru