Grand Seiko sedang memasuki tahap baru yang menurut presidennya, Akio Naito, ditujukan untuk membawa merek itu lebih tinggi dari sebelumnya. Fokus utamanya bukan hanya memperkuat citra premium, tetapi juga memperluas jangkauan ke konsumen yang tidak menganggap diri mereka sebagai penggemar jam tangan.
Dalam wawancara yang dipublikasikan di Hodinkee Japan pada 6 Juni, Naito menjelaskan apa yang ia sebut sebagai “tahap ketiga” Grand Seiko. Ia menegaskan bahwa brand ingin menyampaikan daya tariknya ke audiens baru tanpa meninggalkan komunitas enthusiast yang selama ini menjadi fondasi pertumbuhannya.
Dari reputasi komunitas ke pasar yang lebih luas
Kenaikan Grand Seiko di luar Jepang selama ini sangat bergantung pada rekomendasi dari mulut ke mulut. Para kolektor lebih dulu mengenal kualitas finishing, teknologi Spring Drive, dan dial yang terinspirasi alam sebelum banyak media arus utama mulai memberi perhatian.
Peran komunitas penggemar itu sangat besar dalam membangun nama Grand Seiko secara global. Dalam banyak hal, para enthusiast yang lebih dulu menjadi mesin pemasaran tidak resmi bagi merek tersebut.
Kini, arah strateginya berubah tanpa memutus akar yang sudah ada. Naito ingin membawa Grand Seiko ke konsumen yang lebih luas, termasuk mereka yang membeli jam tangan karena desain, prestise, atau kualitas, bukan karena mengikuti dunia horologi secara mendalam.
Langkah premium dan dorongan pasar Amerika
Pergeseran itu berjalan seiring dengan ekspansi kehadiran Grand Seiko di Amerika Serikat. Di saat yang sama, perusahaan juga mendorong posisi merek agar tampil lebih premium di pasar global.
Seiko Watch Corporation, induk divisi jam tangan Seiko, disebut telah melampaui rival Swiss dalam pertumbuhan dan margin. Permintaan kuat dari Amerika Serikat menjadi pendorong besar di balik momentum tersebut.
Naito tampaknya melihat pasar itu sebagai kunci utama tahap berikutnya. Ia menegaskan kembali fokus pada Amerika, bukan sebagai eksperimen sampingan, melainkan sebagai bagian inti dari strategi pertumbuhan.
Shohei Ohtani sebagai pesan untuk audiens baru
Salah satu langkah yang paling jelas adalah kerja sama dengan Shohei Ohtani sebagai global ambassador. Kesepakatan yang diumumkan lebih awal tahun ini itu diposisikan sebagai langkah yang secara khusus menyasar pasar Amerika.
Naito juga menyoroti perbedaan respons terhadap Ohtani di berbagai wilayah saat Watches & Wonders Geneva. Menurutnya, pengunjung Eropa cenderung menunjukkan respons yang relatif datar, sementara audiens Amerika dan Asia bereaksi sebaliknya.
Perbedaan itu menunjukkan bagaimana Grand Seiko membaca pasar dengan lebih tajam. Brand ini tidak hanya mengandalkan reputasi teknis, tetapi juga mencoba memakai figur yang lebih dikenal luas untuk menjangkau pembeli baru.
Tahap ketiga setelah ekspansi melambat
Menurut Naito, tahap ketiga ini datang setelah fase kedua, yang disebut sebagai ekspansi, mengalami kebuntuan pada 2022. Ia mengaitkannya dengan situasi ekonomi global yang terguncang akibat COVID-19.
Dengan latar itu, Grand Seiko tampak ingin mengubah pendekatan dari sekadar tumbuh lewat penggemar menjadi merek mewah yang lebih dikenal publik luas. Tantangannya adalah menjaga daya tarik di kalangan kolektor sambil membuka pintu lebih lebar bagi pembeli baru.
Source: www.notebookcheck.net






