Perangkat wearable kini tidak lagi hanya memantau tidur, langkah, atau detak jantung. The90 meluncurkan Gem, sebuah liontin pintar yang melacak paparan sinar matahari secara real time untuk membantu pengguna memahami kapan harus mengoles ulang sunscreen, mencari perlindungan, atau membatasi waktu di bawah UV.
Produk ini menarik perhatian karena datang dari Stacy Salvi, veteran Fitbit yang juga pernah bekerja di perusahaan teknologi kesehatan Movano. Ia sebelumnya terlibat dengan Evie smart ring, perangkat yang juga dirancang untuk perempuan.
Gem hadir sebagai sensor berbentuk lingkaran yang ditempatkan di dalam casing titanium. Perangkat ini menempel pada pendant dan tersedia dalam pilihan warna silver atau gold.
Fokus awal Gem memang ditujukan untuk perempuan. Namun, The90 menyatakan ada rencana menghadirkan versi untuk pria dan anak-anak, serta metode pemakaian lain selain model liontin.
Memantau UVA dan UVB secara langsung
Fungsi utama Gem adalah mengukur seberapa lama kulit terpapar sinar ultraviolet. Sensor ini memantau dua jenis utama radiasi, yaitu UVA dan UVB.
UVA dikenal berkaitan dengan efek penuaan kulit jangka panjang. Sementara itu, UVB adalah jenis paparan yang pada akhirnya dapat menyebabkan kulit terbakar.
Pendekatan ini membuat Gem berbeda dari sekadar melihat UV Index umum di laporan cuaca. Perangkat ini dirancang untuk mengukur sinar UV yang benar-benar mencapai tubuh pengguna dalam berbagai situasi sehari-hari.
The90 menyebut pemantauan itu tetap berjalan saat pengguna berada di dalam mobil, di balik jendela, di tempat teduh, atau saat berada di pantai. Dengan kata lain, data yang diberikan bersifat lebih personal daripada angka UV lokal yang berlaku untuk area yang lebih luas.
Aplikasi menyesuaikan dengan kondisi pengguna
Gem terhubung ke aplikasi di ponsel yang tersedia untuk Android dan iOS. Aplikasi ini memulai pengalaman pengguna dengan kuesioner tentang jenis kulit dan juga memperhitungkan jenis sunscreen yang digunakan.
Dari situ, sistem memberikan informasi real time tentang berapa lama kulit telah terpapar UV. Aplikasi juga memberi tahu kapan sunscreen perlu diaplikasikan ulang dan kapan pengguna sebaiknya menutup kulit atau berpindah ke area yang lebih aman.
Salah satu kegunaan praktisnya adalah membantu mengevaluasi apakah tempat teduh yang dipilih benar-benar memberi perlindungan. Ini penting karena paparan UV tidak selalu terasa langsung meski pengguna tidak berada di bawah matahari terbuka.
Selain itu, aplikasi juga menampilkan target vitamin D. The90 juga memasukkan rekomendasi pakaian yang sesuai dengan kondisi UV serta tindakan yang bisa diambil setelah pengguna selesai beraktivitas di bawah matahari.
Dirancang seperti aksesori, bukan sekadar alat kesehatan
The90 mengambil pendekatan desain yang menempatkan teknologi ke dalam bentuk aksesori. Nama perusahaan ini sendiri diambil dari angka 90 persen, yang merujuk pada porsi penuaan kulit yang terlihat dan disebut disebabkan oleh matahari.
Salvi menekankan bahwa inovasi perlu dibungkus dalam estetika premium dan modular yang benar-benar ingin dipakai perempuan. Ia juga menyebut The90 ingin mengubah sunscreen dari ritual pagi sekali pakai menjadi sistem yang adaptif dan responsif terhadap beban UV nyata yang diterima pengguna.
Menurut Salvi, tujuan akhirnya adalah membantu perempuan berhenti menebak-nebak soal paparan cahaya. The90 ingin pengguna dapat memanfaatkan sinar matahari secara lebih strategis untuk kesehatan yang optimal.
Dari sisi ketahanan pakai, Gem dibekali baterai yang diklaim bertahan sekitar satu minggu dalam sekali pengisian. Sensor dan casing-nya juga bersifat splash proof.
Harga dan model bisnis
Gem sudah tersedia untuk dipesan. Harganya dipatok $299, sementara pembeli awal bisa mendapatkannya dengan harga $199.
The90 juga menyatakan tidak ada biaya langganan wajib untuk penggunaan saat ini. Semua yang didapat dan digunakan pengguna sekarang disebut akan tetap gratis.
Meski begitu, perusahaan membuka kemungkinan adanya fitur tambahan berbayar di masa depan. Jika itu terjadi, sistem langganan hanya akan ditawarkan bagi pengguna yang ingin mengakses fitur baru tersebut.
Hadirnya Gem memperlihatkan bahwa pasar wearable mulai bergerak ke area yang lebih spesifik dan personal. Jika perangkat kebugaran selama ini identik dengan aktivitas fisik dan tidur, Gem mencoba mengisi celah lain yang dekat dengan rutinitas harian, yakni perlindungan kulit dari paparan UV yang sering kali masih diukur dengan perkiraan.
