Harga Xiaomi 14T Pro Tak Kunjung Anjlok, Justru Unit Bekasnya Bikin Selisih Rp2 Jutaan

Harga Xiaomi 14T Pro per Juni 2026 belum menunjukkan penurunan drastis seperti yang kerap terjadi pada ponsel premium setelah beredar lebih dari setahun. Di kanal penjualan resmi, model ini justru masih bertahan di kisaran Rp8 jutaan.

Situasi itu menarik perhatian karena banyak calon pembeli biasanya menunggu koreksi harga besar menjelang hadirnya generasi baru. Namun pada Xiaomi 14T Pro, daya tarik produk tampak masih kuat sehingga harga jualnya belum terkoreksi tajam.

Di pasar resmi, varian Xiaomi 14T Pro dengan RAM 12GB dan penyimpanan 256GB terpantau dijual sekitar Rp8.499.000. Sementara varian 512GB berada di kisaran Rp8.999.000.

Pada periode promosi tertentu, harganya bahkan bisa ditemukan mulai Rp8.244.030. Meski ada potongan, level harga ini tetap menunjukkan bahwa penurunan yang terjadi belum masuk kategori besar-besaran.

Kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah smartphone premium lain yang biasanya mengalami koreksi harga lebih tajam setelah generasi penerus muncul. Xiaomi 14T Pro justru masih berada dalam posisi yang cukup stabil di pasar.

Stabilnya harga ini ikut memperkuat posisinya sebagai salah satu flagship dengan value yang masih menarik di kelasnya. Bagi konsumen yang mencari ponsel kelas atas tanpa masuk ke rentang harga flagship paling mahal, perangkat ini masih relevan.

Pasar second turun lebih terasa

Penurunan harga yang lebih jelas justru terlihat di pasar ponsel bekas. Sejumlah penjual di marketplace menawarkan Xiaomi 14T Pro second mulai Rp6.650.000 hingga Rp6.950.000.

Rentang harga itu umumnya berlaku untuk unit fullset dengan kondisi fisik yang masih mulus. Faktor seperti kelengkapan aksesori, masa garansi, dan kesehatan baterai sangat memengaruhi nilai jualnya.

Selisih harga antara unit baru dan unit second membuat banyak pembeli mulai melirik pasar bekas. Dengan penghematan lebih dari Rp2 juta, opsi ini dinilai menarik bagi pengguna yang tetap mengincar spesifikasi flagship.

Perbedaan harga tersebut juga menjelaskan mengapa Xiaomi 14T Pro masih ramai dipertimbangkan di dua segmen sekaligus. Unit baru menyasar pembeli yang mencari keamanan transaksi dan garansi resmi, sedangkan unit second lebih menggoda pemburu value for money.

Alasan harga masih kuat

Salah satu faktor utama yang menjaga harga Xiaomi 14T Pro tetap kukuh adalah spesifikasinya yang masih kompetitif pada 2026. Ponsel ini memakai chipset MediaTek Dimensity 9300+ yang dikenal punya performa tinggi untuk gaming dan multitasking berat.

Dukungan RAM 12GB ikut membuat pengalaman penggunaan tetap lancar saat banyak aplikasi berjalan bersamaan. Bekal ini membuat Xiaomi 14T Pro masih mampu bersaing dengan banyak flagship yang lebih baru.

Dari sisi kamera, perangkat ini juga masih punya daya tarik kuat. Xiaomi menggandeng Leica untuk menghadirkan sistem kamera dengan karakter warna khas yang disukai penggemar fotografi mobile.

Hasil fotonya disebut memiliki detail tajam dan reproduksi warna natural dalam berbagai kondisi pencahayaan. Kolaborasi dengan Leica menjadi salah satu alasan minat pasar terhadap Xiaomi 14T Pro belum surut.

Fitur premium lain juga ikut menopang persepsi nilainya di pasar. Perangkat ini sudah mengantongi sertifikasi IP68, dilengkapi layar AMOLED berkualitas tinggi, serta mendukung pengisian daya cepat.

Kombinasi performa, kamera, dan fitur premium itulah yang membuat Xiaomi 14T Pro masih dianggap sebagai salah satu flagship killer terbaik yang tersedia saat ini. Karena itu, harga jualnya relatif lebih terjaga dibanding sejumlah pesaing di kelas yang sama.

Masih layak dipertimbangkan di pertengahan 2026

Bagi konsumen yang mengutamakan ketenangan dan perlindungan purna jual, unit baru dengan garansi resmi tetap menjadi pilihan paling aman. Pilihan ini juga cocok untuk pembeli yang ingin kondisi perangkat benar-benar prima tanpa risiko riwayat pemakaian.

Di sisi lain, pasar second menawarkan peluang yang sulit diabaikan. Harga Rp6 jutaan untuk perangkat flagship dengan performa yang masih relevan beberapa tahun ke depan memberi daya tarik tersendiri.

Nilai jual Xiaomi 14T Pro juga disebut relatif terjaga dibanding sejumlah kompetitor di kelas serupa. Hal itu membuat perangkat ini tetap menarik, baik untuk dipakai jangka menengah maupun untuk pembeli yang mempertimbangkan nilai jual kembali.

Dengan harga unit baru di kisaran Rp8 jutaan dan unit second di kisaran Rp6 jutaan, Xiaomi 14T Pro masih berada dalam daftar ponsel yang layak dipantau pada pertengahan 2026. Fokus pasar saat ini bukan pada turunnya harga secara drastis, melainkan pada bagaimana perangkat ini tetap kuat menahan depresiasi berkat spesifikasi dan fitur yang masih kompetitif.

Terkait