Internet rumah yang lambat sering kali bukan soal satu masalah besar, melainkan gabungan dari perangkat lama, area rumah yang sinyalnya lemah, dan jaringan Wi-Fi yang tidak lagi cocok dengan kebutuhan perangkat terbaru. Karena itu, cara paling efektif untuk mempercepat koneksi di rumah biasanya dimulai dari pemeriksaan bertahap, bukan langsung mengganti semua perangkat sekaligus.
Langkah awal yang paling masuk akal adalah mengecek modem. Modem adalah box yang membawa internet masuk ke rumah, dan jika perangkat itu masih model lama, performanya bisa tertinggal dari pembaruan teknologi yang sudah disediakan penyedia layanan internet.
Banyak pelanggan juga sebenarnya memakai modem sewaan dari penyedia internet. Jika perangkat itu sudah berumur beberapa tahun, ada baiknya menanyakan apakah tersedia versi yang lebih baru, terutama bila paket internet yang dibayar sudah mendukung kecepatan tinggi seperti gigabit.
Masalah serupa juga muncul pada router. Router membuat jaringan Wi-Fi di dalam rumah, dan pada banyak layanan internet rumahan, router ini sudah menyatu dengan modem dalam satu perangkat.
Kompatibilitas perangkat menjadi kunci lain yang sering terlewat. Jika ponsel, laptop, atau perangkat lain sudah mendukung Wi-Fi yang lebih cepat, tetapi router masih dibatasi standar lama, kecepatan yang diterima perangkat tidak akan maksimal.
Periksa apakah rumah punya zona Wi-Fi lemah
Salah satu penyebab paling umum dari internet yang terasa lambat adalah Wi-Fi dead zone, yaitu area di rumah dengan sinyal yang lemah. Kondisi ini sering muncul ketika router berada jauh dari ruang kerja, kamar, atau televisi yang dipakai untuk streaming.
Pengujian sederhana bisa membantu menemukan titik lemah itu. Salah satu cara termudah adalah memakai situs Speedtest atau mengunduh aplikasinya di komputer dan ponsel.
Jika masalahnya ada di bagian rumah tertentu, Wi-Fi extender bisa menjadi solusi cepat. Perangkat ini cukup dicolok ke stopkontak di area dengan sinyal lemah, lalu dihubungkan ke jaringan agar sinyalnya terdorong lebih jauh.
Extender juga berguna ketika ada perangkat yang butuh koneksi kabel. Beberapa model memiliki port Ethernet, sehingga Blu-ray player, konsol game, atau perangkat lain bisa memakai sambungan kabel yang lebih stabil.
Laptop yang terasa lambat juga tidak selalu bermasalah pada jaringan rumah. Pada perangkat yang sudah berusia beberapa tahun, radio Wi-Fi internalnya sendiri bisa menjadi sumber hambatan.
Untuk kasus seperti ini, adaptor Wi-Fi baru yang dicolok lewat USB bisa membantu. Salah satu adaptor yang disebut mendukung Wi-Fi 6 dijual sekitar $14, tetapi laptop harus punya port USB Type-A yang masih kosong.
Mesh router jadi opsi yang lebih menyeluruh
Jika extender hanya membantu di satu sudut rumah, mesh network menawarkan pendekatan yang lebih merata. Sistem ini memakai beberapa node yang saling terhubung dan saling tumpang tindih untuk memperkuat konektivitas di seluruh rumah.
Pengalaman penggunaan di rumah bertingkat menunjukkan hasil yang lebih stabil ketika setiap lantai mendapat satu node. Dengan begitu, sinyal Wi-Fi tetap kuat di banyak ruangan tanpa perlu sering dipikirkan lagi.
Untuk banyak kebutuhan sehari-hari, mesh dengan Wi-Fi 6 masih dianggap cukup cepat, termasuk untuk streaming video 4K. Ada juga paket tiga node yang disebut memberi bandwidth dua kali lipat dibanding sistem Eero 6 non-plus, meski harganya lebih mahal.
Bagi yang mencari opsi lebih murah, paket mesh TP-Link Deco biasanya bisa ditemukan di bawah $100, dan saat ini berada di bawah $70 untuk dua node. Tambahan node ketiga memerlukan sekitar $30 lagi, sehingga totalnya menjadi $100.
Pemilihan perangkat juga perlu disesuaikan dengan ukuran rumah. Untuk apartemen atau rumah kecil, dua node bisa saja sudah cukup, sementara satu node tambahan bisa dipasang nanti jika kebutuhan meningkat.
Ada catatan penting untuk rekomendasi perangkat tertentu. Sistem Eero disebut berdasarkan pengalaman penggunaan langsung, sedangkan produk TP-Link diuji oleh kolega di Engadget, dan TP-Link juga disebut sedang dalam penyelidikan pemerintah Amerika Serikat tanpa kebijakan definitif yang sudah diumumkan.
Bagi yang ingin tetap berhati-hati, ada pilihan mesh lain dari Asus dan Google. Namun, keduanya disebut lebih mahal, sehingga keputusan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan rumah, umur perangkat, dan seberapa luas area yang perlu dijangkau Wi-Fi.







