PS5 Makin Banyak Eksklusif, Tapi Port PC Tetap Jalan

Author: Qoo Media

Sony kembali memberi sinyal bahwa lebih banyak game eksklusif PS5 bisa dipertahankan tetap di konsol. Di saat yang sama, PC port belum tampak akan dihentikan sepenuhnya, terutama untuk game live-service dan sebagian judul first-party tertentu.

Sinyal itu muncul setelah pernyataan para petinggi PlayStation menimbulkan perdebatan soal arah strategi platform Sony. Bagi pemain, kabar ini penting karena menentukan apakah game besar PlayStation ke depan akan tetap terkunci di PS5 atau menyusul hadir di PC.

Fokus Sony bergeser, tetapi tidak seragam

Menurut laporan Bloomberg yang mengutip Jason Schreier, PlayStation Studios CEO Hermen Hulst pernah memberi tahu karyawan untuk mengharapkan lebih banyak PS5 eksklusif. Namun, Sony belum memberi penegasan publik yang benar-benar gamblang mengenai strategi multi-platform yang terus berubah.

Dalam wawancara dengan Famitsu, SIE CEO Hideaki Nishino ditanya soal apakah sikap perusahaan terhadap eksklusivitas konsol sudah berubah. Jawabannya menunjukkan Sony ingin menjaga nilai pengalaman bermain di PlayStation, sambil tetap membuka pintu untuk platform lain pada jenis game tertentu.

Single-player dan live-service diperlakukan berbeda

Nishino menjelaskan bahwa kebijakan utama Sony saat ini adalah membuat game single-player garapan internal semakin memaksimalkan nilai pengalaman yang ditawarkan di PlayStation. Sebaliknya, ia menilai game live-service perlu menjangkau sebanyak mungkin pemain melalui multiplayer online, sehingga tetap dirilis di PS5 dan PC sebagai basis.

Pernyataan itu sejalan dengan pandangan lama Sony soal game layanan. Pendekatan tersebut juga masuk akal di tengah tantangan yang dialami judul seperti Concord dan Marathon, karena membatasi audiens justru bisa menjadi langkah berisiko.

Masih ada ruang untuk port PC

Meski menekankan eksklusivitas untuk sebagian game single-player, Nishino tidak menutup kemungkinan bahwa beberapa judul first-party tetap bisa hadir di PC. Frasa “first-party developed” yang ia gunakan juga menyisakan ruang interpretasi, karena proyek dari studio luar tidak termasuk dalam pernyataannya.

Artinya, tidak semua game yang diterbitkan Sony otomatis diperlakukan sama. Sekuel dari game yang dipublikasikan SIE seperti Death Stranding 2 masih bisa saja pada akhirnya tampil di Steam, tergantung arah yang dipilih perusahaan.

Tidak ada kepastian case by case

Sebagian pengamat sempat membaca jawaban Nishino sebagai tanda bahwa Sony akan menilai eksklusivitas per game secara kasus per kasus. Namun Jason Schreier menolak tafsir itu dan menegaskan bahwa kebijakan internal yang ia dengar jauh lebih tegas.

Di forum ResetEra, Schreier menyebut Hermen Hulst mengatakan kepada staf bahwa game single-player naratif mereka akan tetap PlayStation only. Ia juga menambahkan bahwa rilis PC dianggap tidak konsisten, tidak menghasilkan cukup uang, dan IP ingin tetap selaras dengan platform milik sendiri.

Dampak untuk pemain PS5 dan pencari port PC

Jika arah ini benar, maka Sony bisa memakai game single-player besar untuk memperkuat daya tarik PS5 dibandingkan pesaing seperti Xbox dan Switch 2. Di sisi lain, game naratif andalan juga dapat menjadi faktor penting untuk mendorong peningkatan ke PS6 di masa depan.

Kondisi itu membuat harapan pemain PC tetap bercampur antara optimisme dan kehati-hatian. Nama-nama seperti Ghost of Yōtei dan Marvel’s Wolverine kini berada di wilayah abu-abu, karena belum ada pengumuman final yang benar-benar memastikan apakah mereka akan tetap eksklusif atau menyusul ke PC.

Pada akhirnya, pesan yang paling jelas dari Sony adalah pemisahan strategi berdasarkan jenis game. Live-service tampak akan tetap didorong ke PS5 dan PC, sementara game single-player first-party justru mengarah ke eksklusivitas yang lebih kuat di PlayStation.

Source: www.notebookcheck.net
Terbaru