Harga BBM Naik, MyPertamina Masih Cuma Jadi Tempat Simpan Kode QR?

Author: Qoo Media

Kenaikan harga BBM kembali menambah beban biaya harian banyak pengendara di Indonesia. Setelah Pertamina menyesuaikan harga sejumlah BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green, perhatian publik langsung tertuju pada isi dompet setiap kali kendaraan masuk SPBU.

Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Pertamax Green juga bergerak dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter, sehingga banyak pengguna mulai lebih cermat menghitung pengeluaran transportasi.

Di saat harga BBM naik, nama MyPertamina ikut kembali disorot. Aplikasi itu sempat menjadi bagian penting dalam program Subsidi Tepat, tetapi di lapangan banyak pengguna kendaraan justru tidak menjadikannya aplikasi utama untuk urusan isi BBM.

Yang paling dibutuhkan sebagian besar pengguna ternyata bukan aplikasi penuh, melainkan Kode QR Subsidi Tepat. Selama kode tersebut sudah terdaftar, pengguna Pertalite dan Solar subsidi bisa menunjukkan QR itu saat membeli BBM di SPBU.

Kode QR Lebih Praktis Dibanding Aplikasi

Kode QR dapat disimpan di ponsel atau dicetak, sehingga pengguna tidak perlu membuka aplikasi setiap kali mengisi BBM. Cara ini membuat proses pembelian tetap berjalan cepat tanpa bergantung pada tampilan aplikasi.

Pembelian BBM subsidi juga tidak mewajibkan transaksi lewat MyPertamina. Petugas SPBU cukup memindai kode yang terhubung dengan data kendaraan, lalu pengisian BBM bisa langsung dilakukan.

Pembayaran di SPBU Tetap Fleksibel

Faktor lain yang membuat aplikasi itu jarang dipakai adalah metode pembayaran yang masih beragam. Konsumen tetap bisa membayar dengan uang tunai, kartu debit, kartu kredit, atau QRIS tanpa harus masuk ke aplikasi terlebih dahulu.

Banyak pengguna merasa MyPertamina hanya diperlukan saat pendaftaran awal atau ketika ingin memperbarui data kendaraan. Setelah itu, kebutuhan harian di SPBU bisa diselesaikan hanya dengan kode yang sudah dimiliki.

Internet yang Belum Merata Jadi Penghambat

Di sejumlah daerah, terutama wilayah pelosok dan kota kecil, koneksi internet yang tidak stabil ikut membatasi penggunaan aplikasi. Dalam kondisi seperti itu, membuka aplikasi secara real-time dinilai kurang praktis bagi pengguna.

Kode QR fisik menjadi solusi yang lebih mudah diandalkan karena petugas SPBU hanya perlu memindainya. Proses ini tidak menuntut login dari sisi pengguna dan tidak terlalu bergantung pada kualitas jaringan.

Peluang MyPertamina untuk Lebih Berguna

Kenaikan harga BBM sebenarnya bisa menjadi kesempatan bagi Pertamina untuk membuat MyPertamina lebih relevan. Aplikasi itu berpotensi menambah manfaat jika mampu membantu pengguna memantau pengeluaran BBM bulanan atau menghitung biaya perjalanan berdasarkan harga terbaru.

Fitur seperti notifikasi perubahan harga secara real-time dan program loyalitas juga bisa membuat aplikasi terasa lebih berguna. Jika manfaatnya terasa langsung dalam mengelola biaya transportasi, penggunaan MyPertamina berpeluang meningkat di tengah tekanan harga BBM yang terus menjadi perhatian publik.

Source: id.mashable.com
Terbaru