Seorang penggemar Linux menempatkan Garuda Linux sebagai distro berbasis Arch terbaik versinya, sementara SteamOS justru berada di posisi bawah. Urutan ini lahir dari pengujian langsung terhadap sembilan distro dan sangat dipengaruhi kebutuhan harian, preferensi desktop, serta kemudahan pakai.
Arch Linux memang punya reputasi kuat di kalangan pengguna tingkat lanjut karena pembaruan yang sangat baru dan basis sistem yang minimal. Banyak distro turunannya berusaha mempertahankan filosofi itu, tetapi memberi pengalaman yang lebih mudah, lebih cepat, atau lebih kaya fitur.
Garuda Linux di puncak
Garuda Linux disebut sebagai favorit pribadi, bahkan sebagai distro Linux favorit secara umum. Distro ini sudah dipakai sebagai daily driver selama empat tahun dan dinilai berhasil memadukan kemudahan penggunaan dengan fleksibilitas yang disukai pengguna mahir.
Di sisi praktis, Garuda Rani memudahkan pekerjaan perawatan sistem hanya lewat beberapa klik. Dukungan Btrfs dan integrasi Snapper juga memberi snapshot otomatis, sehingga sistem bisa dikembalikan ke kondisi sebelumnya jika terjadi masalah.
Garuda juga punya dua edisi unggulan, Mokka dan Dragonized, yang sama-sama berbasis KDE Plasma. Keduanya tampil dengan tata letak terinspirasi macOS, gaya visual yang tegas, dan efek desktop yang menonjol.
CachyOS menonjol di performa
CachyOS berada sangat tinggi karena fokus pada hardware modern dan performa. Distro ini bahkan disebut mendominasi DistroWatch saat pengujian dilakukan, dan memiliki edisi khusus untuk perangkat gaming handheld.
CachyOS memakai kernel kustom sendiri serta paket yang dioptimalkan untuk hardware baru, khususnya Intel Haswell atau yang lebih baru dan prosesor AMD Ryzen. Ada juga alat grafis untuk memasang driver yang hilang dan menangani perawatan sistem rutin.
EndeavourOS dan RebornOS untuk belajar Arch
EndeavourOS diposisikan sebagai pilihan yang sangat kuat untuk mengenal Arch, atau Linux secara umum. Setelah terpasang, sistemnya mendekati vanilla Arch, tetapi tetap dibantu installer grafis, default yang masuk akal, dan alat grafis untuk perawatan dasar.
Kekuatan utamanya ada di komunitas. Forum dan kanal Telegram EndeavourOS dikenal ramah, tanpa sikap elitis, dan aktif membantu pengguna baru memahami Arch lebih dalam.
RebornOS juga dinilai cocok bagi pengguna yang ingin mulai menjelajahi Arch. Fitur andalannya, Reborn Fire, memudahkan instalasi desktop environment, window manager, dan paket lain hanya dengan beberapa klik.
RebornOS juga menonjol karena dukungan komunitas yang cepat lewat Discord dan Telegram. Kombinasi itu membuat proses pemecahan masalah terasa lebih praktis dibanding forum web tradisional.
Manjaro masih relevan, tapi terasa lebih lambat
Manjaro tetap disebut sebagai distro yang sangat baik, terutama untuk pendatang baru di ekosistem Arch. Distro ini mempopulerkan pendekatan Arch yang lebih ramah pengguna lewat alat grafis untuk instalasi dan pemeliharaan.
Namun, paket di repositori Manjaro dirilis satu atau dua minggu setelah masuk ke repositori resmi Arch. Penundaan itu dimaksudkan untuk memberi waktu pengujian tambahan, tetapi dalam penilaian ini justru dianggap membuat Manjaro terasa lebih lambat dari distro berbasis Arch lain.
Archcraft, Artix, dan BlackArch punya pasar yang sempit
Archcraft dipuji karena tampil sangat menarik dan sangat ringan. Instalasi bersihnya memakai sekitar 10 GB ruang disk dan kurang dari 500 MB RAM saat idle, tetapi distro ini bergantung pada Openbox Window Manager, bukan desktop environment penuh.
Artix menonjol karena tidak memakai systemd secara default dan menawarkan dinit, OpenRC, runit, serta s6. Meski begitu, preferensi terhadap desktop environment penuh dan aplikasi bawaan membuat distro ini kurang cocok untuk kebutuhan penilaiannya.
BlackArch menarik karena koleksi alat keamanan sibernya yang besar dan estetika ala “Hollywood hacker”. Namun instalasinya menyulitkan, dan repositori BlackArch juga bisa ditambahkan ke sistem Arch lain, sehingga distro ini terasa agak redundan untuk pengguna desktop biasa.
SteamOS paling sulit dipakai di desktop
SteamOS justru berada paling bawah karena masalah pemasangan di desktop kustom. Upaya instalasi di sistem Ryzen 5 5600G dengan RTX 3060 dan motherboard B450M gagal, dan kendalanya dikaitkan dengan masalah driver NVIDIA yang juga banyak dikeluhkan pengguna lain.
Dukungan resmi SteamOS juga terbatas pada Steam Deck dan Lenovo Legion Go S, dengan beta support untuk beberapa handheld lain. Tanpa tabel kompatibilitas resmi untuk desktop kustom, distro ini belum terlihat siap untuk penggunaan umum di luar perangkat yang didukung.







