Piala Dunia 2026 Tak Lagi Cukup Satu Layar, Smartphone Kini Jadi Pusat Komando Penonton

Piala Dunia 2026 diperkirakan akan semakin memperkuat kebiasaan menonton dengan dua layar sekaligus. Saat pertandingan berlangsung, banyak penonton tidak lagi hanya fokus ke televisi, tetapi juga membuka smartphone, tablet, atau laptop untuk mengikuti data, percakapan, dan reaksi yang muncul secara cepat.

Fenomena ini dikenal sebagai second screen, yaitu kebiasaan memakai perangkat digital lain saat menonton layar utama. Dalam konteks sepak bola, layar utama tetap menayangkan pertandingan, sementara layar kedua dipakai untuk mencari statistik, membaca berita, dan mengikuti diskusi yang tidak tersedia di siaran televisi.

Mengapa layar kedua jadi penting

Sepak bola modern menghadirkan arus informasi yang sangat besar. Penonton kini ingin tahu lebih dari sekadar skor, karena mereka juga memantau penguasaan bola, peta tembakan, peluang kemenangan, hingga komentar penggemar dari berbagai negara.

Nielsen sejak 2013 sudah mencatat bahwa penggunaan layar kedua menjadi kebiasaan umum di banyak negara. Survei itu menemukan hampir setengah pemilik smartphone dan tablet memakai perangkat mereka saat menonton televisi setiap hari, sementara lebih dari dua pertiga responden melakukannya beberapa kali dalam seminggu.

Di acara olahraga, aktivitas yang paling sering dilakukan adalah memeriksa skor pertandingan lain, membaca berita, dan mengikuti diskusi secara real time. Dalam praktiknya, smartphone kini berperan seperti pusat komando yang melengkapi tayangan utama di televisi.

Media sosial mendorong pengalaman kolektif

Media sosial menjadi pendorong besar di balik berkembangnya second screen. Ketika pertandingan berjalan, jutaan penggemar dari berbagai negara memberi komentar, membagikan pendapat, dan membuat meme yang membuat percakapan bergerak hampir bersamaan dengan jalannya laga.

Situasi itu membuat pengalaman menonton terasa lebih hidup, terutama saat terjadi gol dramatis, kartu merah kontroversial, atau keputusan VAR yang memancing perdebatan. Penonton tidak hanya menerima informasi, tetapi juga ikut masuk ke dalam percakapan global yang terjadi dalam hitungan detik.

Penelitian Wiley Online Library berjudul How Second Screens Shape Consumer Experiences: The Role of Social Connection on Repeat Viewing pada 2025 menyebut penggunaan perangkat kedua dapat meningkatkan rasa kebersamaan. Aktivitas seperti mengirim pesan, membaca komentar, atau berdiskusi real time membuat penonton merasa menjadi bagian dari komunitas yang menyaksikan momen yang sama.

Temuan itu juga menunjukkan manfaat tersebut paling terasa saat seseorang menonton sendirian. Dalam kondisi itu, smartphone atau tablet menjadi jembatan untuk terhubung dengan penggemar lain melalui media sosial dan platform digital.

Piala Dunia 2026 dan dorongan multilayar

Format baru Piala Dunia 2026 menghadirkan 104 pertandingan, lebih banyak dibanding edisi sebelumnya. Jumlah itu ikut mendorong perusahaan media dan teknologi menyediakan lebih banyak konten pendamping, mulai dari video pendek, podcast, statistik interaktif, hingga layanan digital lain yang bisa dibuka lewat perangkat kedua.

Sejumlah penyiar juga mulai menyiapkan fitur interaktif untuk melengkapi tayangan utama. Mengutip The Sun, BBC misalnya meluncurkan pengalaman menonton berbasis teknologi 3D yang memungkinkan pengguna mengakses statistik dan berbagai sudut pandang pertandingan melalui perangkat digital tambahan.

Perkembangan infrastruktur teknologi membuat cuplikan, data, dan reaksi pertandingan bisa diterima penonton dalam hitungan detik. Kondisi ini membuat aktivitas menonton dan berinteraksi di ruang digital semakin menyatu, terutama pada ajang sebesar Piala Dunia.

Fenomena second screen memperlihatkan perubahan besar dalam cara orang menikmati sepak bola. Penonton modern tidak hanya ingin melihat pertandingan, tetapi juga memahami data, mengikuti percakapan, dan mendapat informasi tambahan tanpa meninggalkan siaran utama.

Karena itu, pemandangan penonton yang menatap televisi sambil memegang smartphone kini makin umum. Bagi banyak penggemar, dua layar sudah menjadi cara baru untuk mengikuti Piala Dunia secara lebih lengkap dan lebih terhubung.

Source: www.idntimes.com

Terkait