Aplikasi White House Bermasalah Ini Dipaksa Masuk ke Lebih Banyak Perangkat Pemerintah

Author: Qoo Media

Aplikasi The White House kini didorong ke lebih banyak perangkat resmi pemerintah Amerika Serikat, meski aplikasi itu sudah menuai sorotan terkait keamanan dan privasi. Departemen Keamanan Dalam Negeri AS atau Department of Homeland Security (DHS) disebut telah memberi tahu pegawainya bahwa aplikasi tersebut akan terpasang otomatis di perangkat dinas.

Langkah itu menarik perhatian karena aplikasi ini sebelumnya juga dipasang otomatis di perangkat yang dikeluarkan Federal Aviation Administration (FAA). Perluasan distribusi ke lembaga federal lain terjadi saat aplikasi itu dinilai minim fungsi eksklusif dan dibayangi sejumlah persoalan teknis.

Menurut email kepada pegawai DHS yang dilihat Politico dan diteruskan melalui Gizmodo, aplikasi The White House akan diinstal otomatis di semua perangkat pemerintah di lingkungan lembaga itu. Kebijakan ini menandai dorongan yang lebih luas untuk menempatkan aplikasi tersebut di perangkat kerja federal.

Dalam penjelasan internal yang dikutip, aplikasi itu disebut sebagai cara praktis untuk mengakses komunikasi resmi Gedung Putih. Isinya mencakup pengumuman, tindakan eksekutif, pidato, siaran langsung, video, dan pembaruan lainnya.

Dipertanyakan karena fungsinya terbatas

Saat diluncurkan beberapa bulan lalu, aplikasi The White House dinilai tidak menawarkan alasan kuat untuk diunduh. Aplikasi itu pada dasarnya hanya menjadi pembungkus sederhana untuk situs web resmi Gedung Putih.

Sebagian besar informasi yang tampil di dalamnya juga sudah tersedia dari sumber lain. Karena itu, keputusan untuk memasangnya secara otomatis di perangkat pemerintah memunculkan pertanyaan tentang urgensi dan manfaat nyatanya.

Di sisi lain, pemerintahan Trump disebut mendorong agar aplikasi The White House dipasang di perangkat lembaga federal. Arah kebijakan itu terlihat dari pemasangan otomatis yang sudah dimulai di perangkat iPhone dan iPad milik FAA pada bulan lalu.

Pola yang sama kini menjangkau DHS, lembaga yang justru berhubungan langsung dengan isu keamanan nasional dan perlindungan sistem pemerintah. Kondisi ini membuat sorotan terhadap kualitas keamanan aplikasi tersebut menjadi semakin tajam.

Sorotan keamanan dan kode pihak ketiga

Salah satu isu yang paling banyak dibahas adalah penggunaan kode dari Elfsight, perusahaan penyedia software kit yang didirikan di Rusia. Pemakaian komponen pihak ketiga itu dianggap mengejutkan untuk aplikasi resmi pemerintah AS.

Gedung Putih menyatakan bahwa Elfsight telah menjalani peninjauan keamanan penuh oleh tim TI Gedung Putih dan disetujui untuk digunakan. Meski begitu, latar belakang vendor dan posisi aplikasi sebagai produk resmi pemerintah tetap memicu kekhawatiran tersendiri.

Masalahnya tidak berhenti pada asal-usul vendor. Elfsight sebelumnya juga dilaporkan membuat sebagian informasi pribadi staf Gedung Putih terbuka ke publik.

Gedung Putih menyebut insiden itu sebagai kerentanan di pihak Elfsight. Pernyataan tersebut tidak menghapus fakta bahwa kelemahan pada komponen eksternal bisa berdampak langsung pada data yang terkait dengan institusi pemerintah.

Aplikasi ini juga dikritik karena tidak menggunakan layanan cloud bersertifikasi, meski dipasang di perangkat milik pegawai pemerintah. Dari sudut pandang keamanan sistem, keputusan itu menambah daftar pertanyaan tentang standar yang diterapkan pada aplikasi resmi tersebut.

Isu privasi untuk pengguna umum

Bukan hanya perangkat pemerintah yang menjadi perhatian. Untuk pengguna umum, aplikasi The White House juga disebut bermasalah dari sisi pengumpulan dan pembagian data.

Aplikasi itu dilaporkan membagikan data seperti zona waktu pengguna, alamat IP, model ponsel, dan informasi lain kepada layanan pihak ketiga. Praktik semacam ini memperkuat kekhawatiran bahwa aplikasi tersebut tidak sekadar berfungsi sebagai saluran informasi resmi.

Konteks ini membuat pemasangan otomatis di perangkat dinas terasa lebih sensitif. Saat sebuah aplikasi dikritik karena berbagi data ke pihak ketiga, penyebarannya secara luas di perangkat resmi pemerintah akan sulit dipisahkan dari perdebatan soal pengawasan, tata kelola data, dan keamanan digital.

Terlebih lagi, nilai praktis aplikasi tersebut dinilai terbatas karena kontennya pada dasarnya hanya menampilkan materi yang sudah tersedia di web Gedung Putih. Jika manfaat tambahannya kecil, maka risiko yang menyertainya akan terlihat lebih besar dalam perhitungan publik.

Dorongan untuk memperluas distribusi aplikasi The White House kini memperlihatkan kontras yang jelas antara tujuan resmi dan kritik teknis yang menyertainya. Di satu sisi, aplikasi itu diposisikan sebagai saluran cepat untuk komunikasi Gedung Putih, tetapi di sisi lain, catatan soal kode pihak ketiga, insiden kerentanan, serta praktik berbagi data terus membayangi penyebarannya di perangkat federal.

Source: www.androidauthority.com
Terbaru