Asus resmi membawa ExpertBook Ultra ke Indonesia dengan fokus yang sangat spesifik, yakni keamanan data untuk kalangan pebisnis dan perusahaan. Laptop ini diposisikan sebagai perangkat kerja premium yang tidak hanya mengejar performa, tetapi juga perlindungan berlapis saat perangkat hilang atau dicuri.
Daya tarik utamanya ada pada pemrosesan AI yang berjalan langsung di dalam laptop, bukan bergantung pada cloud. Pendekatan ini membuat fitur AI dapat dipakai untuk pekerjaan harian sambil menekan risiko paparan data sensitif di layanan eksternal.
Untuk kebutuhan kerja modern, Asus membekali ExpertBook Ultra dengan Neural Processing Unit atau NPU. Performa AI yang dihasilkan disebut mencapai hingga 50 Trillion Operations Per Second atau 50 TOPS.
Kemampuan itu dipadukan dengan Asus AI ExpertMeet. Fitur ini digunakan untuk mentranskripsikan percakapan, menerjemahkan bahasa, dan mengoptimalkan kamera web saat rapat atau kolaborasi jarak jauh.
Bagi pengguna bisnis, skema pemrosesan lokal menjadi nilai penting. Seluruh proses AI berlangsung di perangkat, sehingga pengguna tidak perlu terlalu bergantung pada cloud untuk menjalankan fitur-fitur tersebut.
Fokus pada proteksi data
Asus menyematkan sistem keamanan bernama Asus ExpertGuardian pada ExpertBook Ultra. Paket ini mencakup enkripsi hardware, TPM, Windows Hello IR, sensor sidik jari, hingga penutup webcam.
Kombinasi fitur itu dirancang sebagai proteksi berlapis. Asus mengklaim perlindungan tersebut dapat membantu menjaga data perusahaan ketika laptop hilang atau diambil maling.
Fokus keamanan ini membuat ExpertBook Ultra tidak sekadar hadir sebagai laptop tipis untuk mobilitas. Perangkat ini juga diarahkan untuk perusahaan yang membutuhkan perlindungan ekstra terhadap dokumen kerja, akses akun, dan data internal.
Segmentasi produknya pun terlihat jelas. Asus menyasar pebisnis, eksekutif, serta perusahaan yang mulai menempatkan AI sebagai bagian dari alur kerja harian.
Spesifikasi layar dan desain
Di sisi tampilan, ExpertBook Ultra mengusung panel Tandem OLED 14 inci. Layar ini disebut memiliki tingkat kecerahan puncak hingga 1.400 nits.
Kecerahan tersebut membuat tampilan layar tetap terlihat jelas meski digunakan di luar ruangan dengan cahaya matahari terang. Hal ini relevan untuk pengguna yang sering bekerja secara mobile di berbagai kondisi.
Bobot laptop ini hanya 1,1 kilogram. Dengan angka tersebut, ExpertBook Ultra masuk ke kategori perangkat kerja ringan yang mudah dibawa dalam aktivitas bisnis harian.
Asus juga memakai sasis premium pada perangkat ini. Untuk daya tahan, bodinya sudah mengantongi sertifikasi US MIL-STD 810H.
Kombinasi desain ringan dan standar ketahanan militer memberi nilai tambah tersendiri. Pengguna bisnis umumnya membutuhkan perangkat yang mudah dibawa, tetapi tetap tangguh untuk ritme kerja intensif.
Performa dan konektivitas
Untuk mendukung multitasking berat, Asus menghadirkan konfigurasi memori hingga 64GB LPDDR5X. Kapasitas ini ditujukan untuk pekerjaan yang menuntut banyak aplikasi aktif secara bersamaan.
Penyimpanan internalnya menggunakan SSD hingga 2TB PCIe Gen 5. Dukungan ini memberi ruang besar sekaligus kecepatan tinggi untuk akses file, dokumen, dan kebutuhan kerja lain.
Di sektor konektivitas, ExpertBook Ultra sudah mendukung Wi-Fi 7. Kehadiran standar nirkabel terbaru ini penting untuk pengguna yang membutuhkan sambungan cepat dan stabil dalam lingkungan kerja modern.
Asus juga membekali laptop ini dengan baterai 70Wh. Daya tahannya diklaim mampu mencapai hingga 26 jam, sehingga mendukung mobilitas tinggi tanpa terlalu sering mencari sumber listrik.
Gabungan RAM besar, SSD cepat, Wi-Fi 7, dan baterai tahan lama memperkuat posisi ExpertBook Ultra sebagai perangkat kerja kelas atas. Fokusnya bukan hanya untuk komputasi dasar, tetapi juga untuk beban kerja profesional yang semakin bergantung pada AI.
Menjawab kebutuhan kerja baru
Hadirnya ExpertBook Ultra menunjukkan arah baru laptop bisnis yang kini tidak cukup hanya ringan dan kencang. Perangkat kerja juga dituntut mampu menjalankan AI secara lokal sambil menjaga keamanan data pengguna.
Di pasar Indonesia, pendekatan ini memberi opsi bagi perusahaan yang mulai mengadopsi AI tetapi tetap berhati-hati terhadap privasi dan keamanan informasi. ExpertBook Ultra datang dengan kombinasi performa AI, fitur kolaborasi, daya tahan, dan sistem proteksi yang menjadi nilai jual utamanya.
