Router Wi-Fi yang sudah tua bukan cuma bikin internet terasa lambat. Perangkat seperti ini juga bisa memicu koneksi sering putus, jangkauan terbatas, dan risiko keamanan yang lebih besar.
Di sisi lain, Wi-Fi 7 kini jadi pilihan paling menarik untuk rumah modern yang butuh kecepatan tinggi dan koneksi stabil. Standar 802.11be Extremely High Throughput ini diklaim punya kecepatan teoritis hingga 46 Gbps dan membawa Multi-Link Operation atau MLO, yang memungkinkan pengiriman data lewat band 2,4 GHz, 5 GHz, dan 6 GHz secara bersamaan dalam satu koneksi.
Untuk rumah besar, TP-Link Archer BE550 menonjol
TP-Link Archer BE550, yang juga dikenal sebagai BE9300, hadir sebagai router tri-band dengan dukungan 2,4 GHz, 5 GHz, dan 6 GHz. Perangkat ini dapat memancarkan sinyal hingga 2.000 square feet dan menawarkan kecepatan maksimum 9,2 Gbps di tiga band tersebut.
Router ini dibekali satu port WAN 2,5 Gbps, empat port Ethernet 2,5 Gbps, dan satu port USB 3.0. Dukungan EasyMesh membuatnya cocok untuk rumah yang ingin memperluas jangkauan lewat mesh network, sementara fitur seperti WPS, Guest Mode, Quality of Service, Remote Access, serta dukungan VPN client dan server menambah fleksibilitas.
Harganya $250, dan sejumlah pengulas teknologi menilai performanya sangat cepat dengan pilihan port yang kuat. Catatannya, jangkauan 5 GHz bukan yang terbaik dan fitur keamanan penuh serta parental control memerlukan biaya tambahan.
Opsi lebih murah datang dari TP-Link Archer BE230
TP-Link Archer BE230 adalah router dual-band Wi-Fi 7 dengan dukungan 2,4 GHz dan 5 GHz. Meski hanya dua band, perangkat ini tetap memanfaatkan MLO untuk kecepatan lebih tinggi dan latensi lebih rendah.
Perangkat ini mampu mencapai throughput maksimum 3.570 Mbps dan memakai empat antena internal dengan beamforming untuk cakupan hingga 2.000 sq. ft. Archer BE230 juga mendukung hingga 60 perangkat sekaligus, sehingga cukup menarik untuk rumah dengan banyak gadget.
Di bagian konektivitas, router ini membawa satu port 2,5 Gbps, tiga port LAN 1 Gbps, satu port USB 3.0, dan satu port WAN 2,5 Gbps. EasyMesh juga sudah terpasang, tetapi absennya band 6 GHz membuatnya kurang ideal bagi perangkat Wi-Fi 7 modern yang mendukung band tersebut.
Asus RT-BE96U ditujukan untuk performa kelas atas
Asus RT-BE96U cocok untuk pengguna dengan paket internet 10 Gbps dari ISP. Router tri-band ini memiliki dua port WAN 10 Gbps, empat port LAN, dua port USB-A, dan salah satu port WAN bisa dipakai sebagai LAN.
Ada juga dukungan link aggregation pada dua port LAN untuk dorongan kecepatan kabel yang lebih tinggi. Secara nirkabel, router ini diklaim mampu mencapai sekitar 19 Gbps dan mencakup area hingga 5.400 sq. ft., dengan kompatibilitas mesh melalui AiMesh.
Tom’s Guide menempatkannya sebagai Wi-Fi 7 router terbaik secara keseluruhan. Harga $550 membuatnya jelas bukan opsi murah, dan ukuran bodinya juga disebut cukup besar.
Amazon eero Max 7 fokus pada mesh dan perangkat pintar
Amazon eero Max 7 adalah router mesh tri-band yang dapat mencakup hingga 2.500 sq. ft. Router ini diklaim mampu menghubungkan lebih dari 250 perangkat dan mendukung Thread, Matter, serta Zigbee, sehingga sangat relevan untuk rumah dengan ekosistem smart home yang padat.
Unit ini punya empat port Ethernet, terdiri dari dua port 10 Gbps dan dua port 2,5 Gbps. Amazon menyebut kecepatan wired hingga 9,4 Gbps dan wireless hingga 4,3 Gbps.
Dari sisi perangkat lunak, setup bisa dilakukan lewat aplikasi eero. Fitur seperti Wi-Fi scheduling, activity history, content filtering, ad-blocking, dan VPN tersedia, meski sebagian memerlukan langganan.
Netgear Nighthawk M7 jadi pilihan paling mobile
Berbeda dari router rumah biasa, Netgear Nighthawk M7 adalah mobile hotspot Wi-Fi 7 dengan konektivitas 5G. Perangkat ini bisa dibawa bepergian, mendukung hingga 32 perangkat, dan memiliki kecepatan maksimum 3,6 Gbps.
Nighthawk M7 mendukung eSIM dan kartu SIM fisik. Netgear juga menyediakan eSIM Marketplace lewat aplikasi mobile-nya di Android dan iOS, dengan akses eSIM dari lebih dari 140 negara.
Baterainya diklaim tahan hingga 10 jam dan pengisian memakai USB-C. Port USB-C itu juga bisa dipakai untuk konektivitas kabel jika ditambah adaptor USB-C ke Ethernet, meski harga perangkat ini tetap tinggi di $500.







