Jio Siapkan AI yang Menyusup ke Panggilan Anda, Asisten Pribadi Ini Gratis untuk Semua Pengguna

Reliance Jio mengumumkan langkah besar di bidang kecerdasan buatan dengan menghadirkan agen AI langsung ke layanan yang dipakai pengguna setiap hari. Salah satu yang paling menonjol adalah Jio Call Agent, asisten AI yang bisa ikut masuk ke panggilan telepon dan disebut akan tersedia gratis sebagai layanan concierge bagi seluruh pengguna.

Langkah ini penting karena Jio tidak menempatkan AI sebagai aplikasi terpisah. Perusahaan justru ingin menjadikan AI sebagai bagian dari jaringan dan layanan intinya, sehingga pengguna tidak perlu berpindah platform untuk mengakses bantuan digital.

Pengumuman itu disampaikan dalam Rapat Umum Tahunan ke-49 Reliance Industries setelah IPO. Dalam agenda itu, Jio memperkenalkan rangkaian layanan berbasis AI yang dirancang untuk menjangkau jutaan pengguna di India melalui produk yang sudah mereka gunakan setiap hari.

AI masuk langsung ke panggilan telepon

Jio Call Agent dirancang bekerja langsung melalui jaringan Jio. Berbeda dari banyak layanan AI lain yang biasanya mengharuskan pengguna membuka aplikasi khusus, asisten ini bisa diaktifkan saat panggilan berlangsung hanya dengan mengucapkan “Hey Jio”.

Menurut Jio, asisten AI itu hanya akan bergabung ke percakapan setelah ada persetujuan dari pengguna. Setelah aktif, asisten dapat tetap berada di panggilan selama dibutuhkan untuk membantu jalannya percakapan atau menyelesaikan tugas tertentu.

Fitur yang disiapkan cukup luas untuk skenario personal maupun kerja. Jio menyebut sistem ini mendukung banyak bahasa India, sehingga percakapan dapat ditangani dalam bahasa yang dipilih peserta panggilan.

Dalam panggilan konferensi, Jio Call Agent mampu menyalin percakapan secara real-time. Sistem ini juga diklaim dapat mengidentifikasi hingga 10 pembicara yang berbeda dalam satu panggilan.

Kemampuan itu membuat AI tidak hanya berfungsi sebagai pendengar pasif. Jio mengatakan asisten dapat menangkap isi percakapan dalam bahasa pilihan peserta dan otomatis menghasilkan transkrip setelah pembicaraan berlangsung.

Setelah panggilan selesai, AI juga bisa menyusun ringkasan pembicaraan. Ringkasan itu mencakup poin tindakan, pengingat, dan tugas lanjutan yang kemudian dapat dibagikan kepada para peserta.

Bukan sekadar pencatat, tapi juga pelaksana tugas

Jio menyiapkan Call Agent bukan hanya untuk membuat catatan rapat. Selama panggilan berlangsung, pengguna bisa meminta AI untuk memesan taksi, memesan makanan, memesan meja restoran, atau menjadwalkan rapat tanpa harus keluar masuk aplikasi lain.

Pendekatan ini menunjukkan arah yang sedang diambil Jio dalam pengembangan AI. Perusahaan ingin asisten digital tidak berhenti pada jawaban teks atau suara, tetapi benar-benar bisa menjalankan tindakan yang relevan saat pengguna sedang berbicara.

Jio menyatakan layanan tersebut diharapkan meluncur untuk lebih dari 500 juta penggunanya pada akhir tahun ini. Skala itu menjadikan peluncuran Call Agent sebagai salah satu penerapan AI konsumen yang sangat besar di jaringan telekomunikasi.

MyJio dirombak jadi asisten personal

Selain Call Agent, Jio juga mengumumkan transformasi besar untuk aplikasi MyJio. Jika sebelumnya aplikasi itu terutama dipakai untuk isi ulang, mengecek saldo akun, dan mengelola layanan, kini MyJio akan diubah menjadi penasihat AI personal sekaligus pengelola hubungan pelanggan.

Dengan pengalaman baru ini, pengguna tidak lagi harus menelusuri menu dan pengaturan secara manual. Jio mengatakan pelanggan cukup menjelaskan kebutuhan mereka, lalu asisten AI akan menangani proses yang diperlukan.

Contohnya, saat pelanggan pindah ke kota baru, AI dapat membantu mengelola kebutuhan layanan yang terkait. Untuk pengguna yang bepergian ke luar negeri, sistem dapat merekomendasikan paket roaming internasional yang sesuai sekaligus memberi peringatan penggunaan.

Jio juga menyoroti skenario perpindahan ke ponsel baru yang sudah mendukung eSIM. Dalam kasus itu, asisten AI di MyJio disebut bisa membantu pengguna menyelesaikan self-KYC dan mempercepat aktivasi layanan.

Privasi dan persetujuan jadi syarat utama

Di tengah dorongan besar menuju AI, Jio menekankan bahwa privasi tetap menjadi bagian utama dari dua layanan barunya. Perusahaan menyatakan asisten AI hanya akan menjalankan tindakan setelah menerima persetujuan dari pengguna.

Setiap tindakan juga akan dicatat oleh sistem. Untuk transaksi yang melibatkan pembayaran, Jio menegaskan akan ada konfirmasi eksplisit dari pengguna sebelum proses dilanjutkan.

Penekanan pada persetujuan ini menjadi penting karena AI yang ditanamkan ke panggilan telepon dan aplikasi layanan memiliki akses ke aktivitas yang sangat sensitif. Jio tampaknya ingin memastikan penerapan AI tersebut tetap berada dalam kendali pengguna, bukan berjalan otomatis tanpa izin.

Dengan strategi ini, Jio mendorong AI keluar dari model aplikasi mandiri dan membawanya langsung ke infrastruktur telekomunikasi serta layanan pelanggan. Jika peluncurannya berjalan sesuai rencana, pengguna Jio akan mulai berinteraksi dengan asisten AI bukan saat membuka aplikasi khusus, melainkan saat menelepon, mengatur layanan, dan menyelesaikan kebutuhan harian mereka.

Source: www.indiatoday.in

Terkait