Chery mulai membawa ekspansi teknologinya ke arah yang lebih luas di Indonesia. Bukan hanya mobil, perusahaan asal China itu kini memperkenalkan robot berbasis kecerdasan buatan bernama AiMOGA yang disiapkan untuk tugas layanan, mulai dari sales assistant hingga pendamping di fasilitas kesehatan.
Langkah ini menarik karena robot yang dibawa bukan sekadar perangkat pamer teknologi. AiMOGA disiapkan untuk penggunaan nyata di dealer kendaraan, rumah sakit, layanan pelanggan, pendidikan, hingga skenario layanan publik.
Pada tahap awal, Chery menghadirkan dua robot AI ke Indonesia. Keduanya adalah robot humanoid bernama Mornine dan robot anjing bernama Argos.
Mornine menjadi salah satu perangkat yang paling menyita perhatian. Robot humanoid ini dirancang untuk menjalankan berbagai tugas pelayanan yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari.
Secara fisik, Mornine memiliki tinggi 167 sentimeter dengan bobot sekitar 70 kilogram. Robot ini dibekali 40 Degree of Freedom atau DOF yang membuat gerakannya lebih fleksibel dan lebih menyerupai gerakan manusia.
Kemampuan itu menjadi penting untuk peran yang menuntut interaksi langsung dengan orang. Menurut AIMOGA Deputy Director of International Business, Sam Kwok, Mornine mampu menjalankan beragam tugas pelayanan.
Robot ini juga dirancang untuk berkomunikasi dalam lebih dari 10 bahasa. Selain memberi informasi kepada pengguna, Mornine juga dapat menyajikan minuman.
Kombinasi kemampuan fisik dan komunikasi itu membuat Mornine diposisikan sebagai robot layanan serbaguna. Peran awal yang disiapkan antara lain sebagai asisten penjualan di dealer kendaraan dan petugas layanan pelanggan interaktif.
Disiapkan untuk rumah sakit dan layanan publik
Pengembangan AiMOGA tidak berhenti di sektor komersial. Di bidang kesehatan, perusahaan tengah mengembangkan robot perawat yang dirancang untuk membantu pasien di lingkungan rumah sakit.
Fungsi yang disiapkan mencakup membantu pasien menemukan poli tujuan. Robot juga ditujukan untuk memberikan informasi dasar serta membantu navigasi di area rumah sakit.
Konsep penggunaan lain yang sedang dikembangkan adalah robot polisi lalu lintas. Peran ini ditujukan untuk membantu pengaturan arus kendaraan sekaligus mengurangi risiko yang dihadapi petugas di lapangan.
Arah pengembangan tersebut menunjukkan bahwa AiMOGA tidak hanya membidik pasar otomotif. Chery dan AiMOGA juga melihat peluang penerapan robotika di sektor layanan publik yang membutuhkan interaksi aman, konsisten, dan efisien.
Teknologi AI, kamera, dan LiDAR
Dari sisi teknologi, AiMOGA mengandalkan perpaduan kecerdasan buatan dan sensor modern. Robot-robot ini dibekali kamera serta teknologi LiDAR untuk mengenali lingkungan sekitar.
Sistem itu memungkinkan robot bernavigasi dan berinteraksi dengan pengguna secara lebih akurat. Kemampuan memahami ruang menjadi elemen penting, terutama ketika robot ditempatkan di area ramai seperti dealer atau rumah sakit.
Perusahaan juga menyebut AiMOGA dapat terintegrasi dengan berbagai model AI. Dua di antaranya adalah ChatGPT dan DeepSeek.
Integrasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan komunikasi dan interaksi manusia-mesin. Dengan dukungan itu, robot diharapkan mampu merespons pengguna secara lebih natural dalam berbagai skenario layanan.
Sementara itu, Argos hadir dengan pendekatan berbeda. Robot berbentuk anjing ini dirancang sebagai robot pendamping keluarga.
Argos juga dapat digunakan untuk aktivitas edukasi maupun kebutuhan komersial. Kehadirannya melengkapi strategi AiMOGA dalam menawarkan solusi robotika untuk segmen pengguna yang lebih luas.
Indonesia dinilai pasar potensial
AiMOGA menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk pengembangan teknologi robotika dan kecerdasan buatan. Karena itu, Indonesia masuk dalam rencana ekspansi perusahaan di Asia Tenggara.
Menurut Sam Kwok, fokus utama pengembangan robot AiMOGA bukan semata demonstrasi teknologi. Perusahaan ingin menghadirkan robot yang memberi manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk mendukung langkah tersebut, AiMOGA memanfaatkan jaringan global Chery yang telah hadir di lebih dari 130 negara dan wilayah. Perusahaan menilai jaringan ini dapat membantu mempercepat adopsi teknologi robotika di berbagai pasar.
Di Indonesia, peluang kolaborasi juga mulai dibuka. AiMOGA menawarkan kerja sama dengan sektor swasta, pemerintah, institusi pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga lembaga riset.
Langkah itu diarahkan untuk membangun ekosistem robotika yang sesuai dengan kebutuhan pasar lokal. Pendekatan ini juga memberi ruang bagi penerapan teknologi yang lebih relevan di tiap sektor.
Meski sudah diperkenalkan, Mornine dan Argos belum dipasarkan secara umum di Indonesia. Chery saat ini masih membuka peluang pemesanan khusus bagi pihak yang tertarik mengadopsi teknologi tersebut.
Head of Brand and Marketing Chery Business Unit, Arthur Panggabean, menyatakan harga kedua robot itu belum diumumkan ke publik. Pihak yang berminat dapat menghubungi perusahaan untuk kebutuhan pengadaan secara khusus.







