Zenbook DUO 2026 Datang dengan 5 Mode Sekaligus, Dua Layar Kini Tak Lagi Merepotkan

ASUS resmi membawa Zenbook DUO 2026 (UX8407AA) ke Indonesia dengan harga Rp54.999.000. Laptop premium ini menonjol karena menggabungkan dua layar penuh dan lima mode penggunaan dalam satu perangkat.

Perangkat tersebut sebelumnya diperkenalkan pada ajang CES 2026. Kini, ASUS memosisikannya sebagai laptop untuk produktivitas, kreativitas, dan komputasi berbasis kecerdasan buatan.

Daya tarik utamanya ada pada fleksibilitas pemakaian yang jarang ditemui di laptop konvensional. Pengguna dapat menyesuaikan mode kerja sesuai kebutuhan harian, mulai dari pengetikan biasa hingga penggunaan dua layar untuk multitasking.

Dalam mode laptop, perangkat dipakai layaknya notebook standar. Keyboard ditempatkan di atas layar kedua dan terhubung lewat Pogo Pin sekaligus mengisi daya secara otomatis.

Zenbook DUO 2026 juga mendukung mode dual screen dengan keyboard virtual. Keyboard dan touchpad dapat dimunculkan pada layar bawah hanya dengan sentuhan enam jari.

Pilihan lain tersedia lewat mode dual screen dengan keyboard Bluetooth. Dalam skema ini, keyboard fisik bisa dipisahkan dan ditempatkan di atas meja agar dua layar dapat dipakai lebih leluasa.

ASUS juga menghadirkan mode vertikal untuk memperluas area kerja. Format ini disebut cocok untuk membaca dokumen panjang, coding, dan multitasking.

Satu mode lain memanfaatkan engsel yang bisa dibuka hingga 180 derajat. Posisi tersebut memudahkan pengguna berbagi tampilan dengan rekan kerja atau klien.

Dua layar 14 inci jadi pusat pengalaman

Zenbook DUO 2026 dibekali dua layar ASUS Lumina Pro OLED berukuran 14 inci. Keduanya mengusung resolusi 3K atau 2880 x 1800 piksel dengan refresh rate 144Hz.

Panel ini memiliki response time 0,2 ms dan kecerahan HDR hingga lebih dari 1.000 nits. ASUS juga menyebut cakupan warna mencapai 100 persen DCI-P3.

Untuk akurasi dan kualitas visual, layar ini mengantongi sertifikasi PANTONE Validated dan VESA DisplayHDR True Black 1000. Lapisan anti-reflection diklaim mampu mengurangi pantulan hingga 65 persen.

ASUS juga menyertakan sertifikasi TÜV Rheinland Low Blue Light. Kedua layar mendukung touchscreen, sehingga interaksi tidak hanya bergantung pada keyboard dan touchpad.

Dukungan stylus MPP 2.6 ikut melengkapi sisi kreatif perangkat ini. Stylus tersebut memiliki 4.096 tingkat tekanan dan dapat diisi dayanya secara nirkabel.

Ringkas, ringan, dan tetap tangguh

Meski membawa dua layar penuh, ASUS menyebut desain Zenbook DUO 2026 lebih ringkas dibanding generasi sebelumnya. Ukuran sasisnya diklaim sekitar 5 persen lebih kecil agar lebih praktis untuk pengguna dengan mobilitas tinggi.

Bobot perangkat tetap dijaga di angka 1,65 kilogram termasuk keyboard. Angka ini menjadi salah satu aspek penting mengingat Zenbook DUO mengusung format perangkat kerja fleksibel.

Material yang digunakan adalah ASUS Ceraluminum, yakni perpaduan magnesium dan aluminium. Material ini dirancang agar ringan, kokoh, dan tahan gores.

Laptop tersebut hadir dalam warna Moher Gray. ASUS juga memperbarui desain engsel untuk mengurangi celah antar layar hingga 70 persen agar pengalaman visual terasa lebih imersif.

Kickstand terintegrasi langsung dengan bagian bawah perangkat. Desain ini disebut meningkatkan fleksibilitas penggunaan tanpa menambah ketebalan secara signifikan.

Dari sisi ketahanan, kickstand diklaim mampu bertahan hingga 40.000 kali siklus buka-tutup. Komponen ini juga disebut dapat menopang beban hingga 15 kilogram.

Untuk standar durabilitas, Zenbook DUO 2026 telah mengantongi sertifikasi militer US MIL-STD-810H. Hal ini menegaskan fokus ASUS pada perangkat premium yang tetap siap dibawa bekerja secara mobile.

Performa premium dengan fokus AI

Di sektor dapur pacu, ASUS menyematkan prosesor Intel Core Ultra 9 386H berbasis arsitektur Panther Lake. Chip ini hadir dengan konfigurasi 16 core dan 16 thread.

Sebagai laptop Copilot+ PC, Zenbook DUO 2026 juga dibekali Intel AI Boost NPU hingga 50 TOPS. Fitur ini dirancang untuk mempercepat berbagai proses berbasis AI.

ASUS menyebut kemampuan AI pada perangkat ini dapat membantu kebutuhan produktivitas. Dukungan tersebut juga diarahkan untuk pemrosesan dan pembuatan konten berbasis AI.

Agar performa tetap terjaga, ASUS menanamkan sistem pendingin baru. Sistem ini menggunakan dua kipas dan dua heatpipe.

Baterai besar dan paket penjualan

Untuk menopang dua layar, laptop ini membawa baterai 99Wh. ASUS mengklaim daya tahannya bisa mencapai hingga 20 jam saat menggunakan satu layar.

Saat kedua layar aktif, daya tahan baterai diklaim masih bisa bertahan lebih dari 10 jam. Klaim ini menjadi salah satu poin penting karena perangkat dual-screen umumnya menuntut konsumsi daya lebih tinggi.

ASUS juga menyebut Zenbook DUO 2026 dibekali fitur konektivitas modern, meski rincian port tidak dijabarkan lebih lanjut. Fokus utamanya tetap pada kombinasi mobilitas, performa, dan fleksibilitas kerja.

Dengan harga Rp54.999.000, pembeli mendapatkan garansi internasional selama tiga tahun. ASUS juga menyertakan perlindungan ASUS VIP Perfect Warranty selama tiga tahun, ditambah bonus perangkat lunak dan aksesori pendukung.

Melihat kombinasi dua layar OLED, performa kelas premium, dan fitur AI modern, perangkat ini menyasar profesional, kreator konten, programmer, hingga pekerja hybrid. Zenbook DUO 2026 hadir sebagai perangkat yang mencoba merangkum banyak skenario kerja dalam satu laptop yang tetap mudah dibawa.

Terkait