Li Qiang Sebut AI China Meledak, Konsumsi Token Tembus 100 Triliun per Hari

Author: Qoo Media

Perdana Menteri China Li Qiang menyebut sektor kecerdasan buatan di negaranya sedang mengalami “pertumbuhan eksplosif”. Pernyataan itu menyoroti laju ekspansi AI China yang dinilai semakin cepat, baik dari sisi kemampuan model maupun penggunaan di pasar.

Salah satu indikator yang disorot adalah lonjakan konsumsi token harian model bahasa besar atau large language model. Hingga akhir Mei, konsumsi token harian LLM China disebut telah melampaui 100 triliun, sebuah level yang menurut Li menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.

Li juga menegaskan bahwa sejumlah model bahasa besar China telah mencatat terobosan performa baru. Ini menunjukkan bahwa perkembangan AI China tidak hanya ditopang oleh skala penggunaan, tetapi juga oleh peningkatan kemampuan teknologinya.

Di saat yang sama, perkembangan AI di China disebut tidak berhenti pada model bahasa. Li mengatakan AI berwujud atau embodied AI mulai bergerak menuju penerapan komersial dalam skala besar.

Pernyataan itu memberi gambaran bahwa ekosistem AI China kini memasuki fase baru. Fokusnya tidak lagi semata pada pengembangan teknologi dasar, tetapi juga pada perluasan penggunaan nyata di sektor komersial.

Embodied AI umumnya merujuk pada sistem AI yang terintegrasi dengan bentuk fisik atau perangkat yang berinteraksi langsung dengan lingkungan. Arah menuju komersialisasi berskala besar menunjukkan bahwa China mulai mendorong penerapan AI yang lebih konkret di luar ranah perangkat lunak murni.

Komentar Li disampaikan dalam forum ekonomi internasional yang cukup menonjol. Ia berbicara saat sidang pleno pembukaan Pertemuan Tahunan untuk Para Juara Baru ke-17, yang juga dikenal sebagai Forum Davos Musim Panas.

Acara itu digelar di Dalian, kota pesisir di China timur laut. Pemilihan panggung tersebut membuat pesan mengenai kemajuan AI China tersampaikan di hadapan audiens internasional yang terdiri dari pelaku bisnis, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan ekonomi global.

Pernyataan tentang “pertumbuhan eksplosif” juga memperlihatkan tingkat kepercayaan Beijing terhadap arah pengembangan industrinya. Dengan menonjolkan data konsumsi token dan kemajuan model bahasa besar, pemerintah China memberi sinyal bahwa AI kini menjadi salah satu sektor strategis yang tumbuh paling cepat.

Angka lebih dari 100 triliun token per hari menjadi detail yang paling mencolok dalam pernyataan itu. Ukuran tersebut menunjukkan intensitas pemakaian LLM yang sangat besar, sekaligus mengisyaratkan tingginya aktivitas komputasi dan adopsi layanan berbasis AI di pasar domestik.

Li tidak memerinci model-model mana yang dimaksud ketika menyebut adanya terobosan performa baru. Namun, penekanan pada capaian performa dan skala konsumsi token menunjukkan dua hal yang berjalan bersamaan, yakni peningkatan mutu teknologi dan ekspansi penggunaannya.

Dalam konteks persaingan teknologi global, indikator seperti performa model dan volume penggunaan sering menjadi tolok ukur penting. Karena itu, data yang disampaikan Li bisa dibaca sebagai upaya menegaskan posisi China dalam peta perkembangan AI dunia.

Sorotan terhadap embodied AI juga penting karena menunjukkan perluasan fokus industri. Jika LLM mencerminkan kemajuan pada sisi model generatif, maka embodied AI menandai upaya membawa kecerdasan buatan ke aplikasi fisik yang bisa dipakai secara luas.

Li menyebut bidang itu mulai bergerak menuju penerapan komersial berskala besar. Artinya, pembahasan AI di China kini tidak hanya terkait riset dan pengembangan, tetapi juga kesiapan teknologi untuk masuk ke pasar dalam skala yang lebih luas.

Pidato di Dalian tersebut memperlihatkan bagaimana AI ditempatkan dalam narasi pertumbuhan ekonomi dan inovasi China. Dengan forum internasional sebagai panggungnya, Beijing tampak ingin menunjukkan bahwa kemajuan AI di dalam negeri telah bergerak dari fase akselerasi menuju fase ekspansi yang lebih matang.

Bagi pelaku industri global, pesan utama dari pidato itu terletak pada kombinasi antara skala dan aplikasi. China tidak hanya menonjolkan besarnya penggunaan LLM, tetapi juga menekankan bahwa AI berwujud mulai menapaki jalur komersialisasi massal.

Dengan begitu, pernyataan Li Qiang tidak sekadar menggambarkan tren teknologi yang sedang naik daun. Pernyataan itu juga menandakan bahwa AI semakin diposisikan sebagai mesin penting bagi inovasi industri China, dengan perkembangan yang kini terlihat sekaligus pada kemampuan model, tingkat pemakaian, dan arah penerapan komersial.

Terbaru