Piala Dunia 2026 akan menjadi momen besar bagi penggemar sepak bola dan pemain game olahraga. Dua nama yang paling sering dibandingkan untuk merayakan ajang itu adalah EA Sports FC dan eFootball.
Menariknya, keduanya sama-sama tidak lagi membawa branding resmi FIFA seperti era sebelumnya. Meski begitu, masing-masing tetap berusaha menghadirkan nuansa turnamen empat tahunan itu lewat cara yang berbeda.
Dua raksasa, dua pendekatan
EA Sports FC adalah rebranding dari FIFA dan sudah merilis tiga judul, yaitu EA Sports FC 24, EA Sports FC 25, dan EA Sports FC 26. Waralaba ini masih membawa ratusan lisensi liga, klub, timnas, pemain, dan stadion, sehingga pemain bisa mengadu tim favorit dengan daftar konten yang sangat luas.
eFootball juga lahir dari rebranding, kali ini dari PES. Game besutan Konami itu memakai model free-to-play, jadi pemain bisa langsung mencobanya tanpa biaya, kecuali jika ingin membeli konten dalam game.
Perbedaan paling besar ada pada lisensi. EA Sports FC kehilangan hak memakai nama dan merek resmi Piala Dunia setelah kolaborasi jangka panjang EA dan FIFA berakhir pada 2022.
Atmosfer pertandingan jadi senjata EA Sports FC
Walau tidak lagi memiliki mode World Cup resmi, EA Sports FC tetap menonjol lewat presentasi yang terasa seperti siaran pertandingan sungguhan. Tayangan pra-pertandingan, tampilan skor, dan suasana stadion dikemas secara sinematik untuk mendekatkan pengalaman bermain dengan atmosfer asli sepak bola.
Kekuatan itu didukung Frostbite, engine yang juga dipakai dalam seri Battlefield dan Mass Effect. Hasilnya, EA Sports FC bisa menyajikan pengalaman yang lebih imersif saat pemain ingin merasakan sensasi turnamen besar.
Dalam konteks Piala Dunia 2026, EA Sports FC 26 dan EA Sports FC Mobile membawa update bertajuk The World’s Game. Update ini tetap menjaga nuansa pesta sepak bola, meski tanpa mode World Cup resmi.
eFootball mengandalkan akses gratis dan gameplay teknis
eFootball memilih jalur berbeda dengan model gratis dimainkan. Pendekatan itu membuat game ini lebih mudah dijangkau oleh pemain yang ingin langsung masuk ke lapangan tanpa pengeluaran awal.
Dari sisi permainan, eFootball menekankan fisika dan kontrol bola yang lebih teknis. Pemain dituntut menguasai bola dengan baik sebelum menggiring, mengumpan, atau menembak, karena kesalahan kecil bisa langsung dimanfaatkan lawan.
Untuk menyambut Piala Dunia 2026, eFootball juga menjalankan kampanye internasional pada 4 Juni—23 Juli 2026. Di dalamnya ada mode International Cup 2026 yang dirancang menyerupai Piala Dunia 2026.
Isi konten dan event yang ditawarkan
EA Sports FC 26 dan EA Sports FC Mobile menghadirkan 53 timnas dalam update The World’s Game. Tim seperti Korea Selatan dan Meksiko bisa dimainkan lewat mode turnamen dengan format yang meniru Piala Dunia 2026.
Di sisi lain, eFootball menyiapkan event alternatif yang mengejar suasana serupa tanpa bergantung pada branding FIFA. Pemain juga bisa mendapatkan Lionel Messi dan Lamine Yamal secara gratis hanya dengan login selama event berlangsung.
Kedua game ini memang sama-sama ingin mengisi momen Piala Dunia 2026 dengan cara masing-masing. EA Sports FC lebih kuat di presentasi, kelengkapan lisensi, dan atmosfer pertandingan, sementara eFootball menawarkan akses gratis serta gameplay yang lebih realistis secara teknis.
Mana yang lebih layak dipilih?
Untuk pengalaman yang paling mendekati euforia Piala Dunia 2026, EA Sports FC dinilai lebih unggul. Selain punya nuansa kompetisi yang lebih autentik, game ini juga menawarkan timnas resmi yang lebih lengkap, termasuk Timnas Indonesia sebagai debut dan perwakilan negara Asia Tenggara pertama dalam waralaba EA Sports FC.
Meski begitu, eFootball tetap menarik bagi pemain yang mengutamakan gameplay realistis dan tidak terlalu memikirkan grafis atau kelengkapan presentasi. Dengan dua pendekatan yang berbeda ini, pilihan terbaik pada akhirnya bergantung pada apa yang paling dicari saat mengikuti euforia Piala Dunia 2026 di layar gim.
Source: www.idntimes.com






