Bagi pemilik iPhone 15 ke atas, port USB-C membuka fungsi yang selama ini jarang disorot: ponsel itu bisa dipakai mengisi daya perangkat lain. Fitur ini tidak menggantikan power bank, tetapi cukup berguna saat baterai perangkat lain habis dan tidak ada sumber listrik di sekitar.
Dengan output sekitar 4 hingga 4,5 watt, daya yang mengalir memang terbatas. Namun, mekanisme ini bekerja otomatis melalui USB Power Delivery, sehingga iPhone bisa menjadi sumber daya darurat untuk sejumlah perangkat kecil yang kompatibel.
Perangkat Apple yang paling mudah diisi
AirPods dan Apple Watch termasuk perangkat yang paling realistis untuk dicas lewat iPhone. Pengguna cukup menghubungkannya dengan kabel yang sesuai, baik USB-C ke USB-C maupun USB-C ke Lightning, lalu pengisian daya bisa berjalan.
iPad juga masuk daftar perangkat yang bisa menerima daya dari iPhone dalam kondisi tertentu. Sistemnya akan menyesuaikan perangkat mana yang baterainya lebih rendah, lalu mengalirkan daya ke perangkat yang paling membutuhkan.
Sesama iPhone juga bisa saling berbagi daya
iPhone ternyata bisa mengisi iPhone lain tanpa bantuan power bank. Cukup sambungkan dua perangkat dengan kabel USB-C, lalu iPhone yang baterainya lebih tinggi akan otomatis menyalurkan daya ke iPhone yang lebih rendah.
Untuk iPhone 14 ke bawah, kabel USB-C ke Lightning masih dibutuhkan. Daya yang dipindahkan sekitar 4 watt dan biasanya hanya cukup menambah waktu pakai sekitar 20 sampai 30 menit dalam situasi darurat.
Power bank bukan cuma penerima, tapi juga bisa jadi sasaran isi ulang
Hal yang terdengar aneh ini ternyata mungkin dilakukan pada beberapa power bank. Fitur tersebut mulai disadari pengguna iPhone 15, meski tidak pernah dipromosikan secara khusus oleh Apple.
Kuncinya ada pada dukungan USB-C modern dan Power Delivery yang memungkinkan arah aliran daya ditentukan secara fleksibel. Jika power bank mendukung input USB-C serta kompatibel dengan PD atau reverse charging, iPhone bisa menyuplai daya ke sana.
HP Android juga bisa menerima daya dari iPhone
Dengan kabel USB-C biasa, iPhone 15 ke atas dapat mengisi daya HP Android. Prosesnya berjalan otomatis tanpa aplikasi tambahan, karena kedua perangkat memakai protokol USB Power Delivery untuk bernegosiasi soal daya.
Artinya, ponsel dengan baterai lebih tinggi akan menyalurkan daya ke ponsel yang lebih rendah, meski mereknya berbeda. Apple, Samsung, dan merek lain tetap bisa saling terhubung selama standar USB-C dan PD didukung.
Perangkat kecil USB-C yang ikut terbantu
Selain ponsel dan tablet, iPhone juga bisa menjadi sumber daya bagi perangkat kecil lain yang memakai USB-C. Daftarnya mencakup headphone USB-C, e-reader seperti Kindle, speaker Bluetooth kecil, gamepad, hingga TWS dari berbagai merek.
Kemampuan ini lebih cocok untuk perangkat dengan kebutuhan daya ringan. Untuk perangkat besar seperti laptop, sambungan mungkin tetap bisa dibuat, tetapi pengisian dayanya sangat lambat atau tidak efektif.
Source: www.idntimes.com





