Trump Mobile diam-diam mulai membuka penjualan umum untuk T1 Phone seharga $499. Langkah ini langsung menyita perhatian karena dilakukan saat banyak pelanggan pre-order disebut masih belum menerima ponsel mereka atau pembaruan status pengiriman.
Situasi itu juga dialami Android Authority. Media tersebut menyebut telah membayar deposit wajib sebesar $100 saat masa pre-order dibuka, tetapi sampai kini belum menerima notifikasi pengiriman maupun pembaruan berarti dari perusahaan.
Langkah membuka penjualan lebih luas dalam kondisi seperti ini dinilai tidak biasa. Alasannya, pemenuhan pesanan awal belum tuntas sementara produk ini sejak awal sudah dibayangi kontroversi terkait pemasaran dan asal-usulnya.
Di situs Trump Mobile, pemesanan T1 Phone kini bisa diproses seperti pembelian biasa. Namun saat informasi pengiriman dimasukkan, harga akhir yang muncul dilaporkan naik dari harga iklan $499 menjadi $540.
Kenaikan itu mencakup biaya $41.75 yang diberi label “Equipment Tax”. Nama pungutan tersebut terdengar tidak lazim, meski nilainya disebut mendekati besaran pajak penjualan negara bagian dan lokal yang umum dikenakan untuk pembelian seharga $499.
Penjualan Dibuka Saat Pre-Order Belum Beres
Fokus utama sorotan bukan hanya pada harga, tetapi pada waktu pembukaan penjualan umum. Trump Mobile melakukannya ketika sejumlah pelanggan awal masih menunggu kepastian perangkat yang sudah mereka pesan lebih dulu.
Kondisi itu memunculkan pertanyaan soal prioritas pemenuhan pesanan. Jika pesanan pre-order saja belum seluruhnya dikirim, kemampuan perusahaan menangani order baru juga ikut menjadi perhatian.
Android Authority menegaskan pengalamannya sebagai salah satu pemesan awal yang belum mendapat kejelasan. Fakta ini memperkuat laporan bahwa masalah bukan sekadar keluhan sporadis dari segelintir pembeli.
Belum ada kepastian kapan semua pesanan awal akan dikirim. Belum jelas pula apakah pembeli baru akan menghadapi antrean serupa atau justru diproses dalam gelombang distribusi berikutnya.
Spesifikasi yang Ditawarkan
Di atas kertas, T1 Phone datang dengan spesifikasi kelas menengah yang tidak benar-benar baru. Ponsel ini memakai layar AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate 120Hz.
Untuk chipset, Trump Mobile mencantumkan Qualcomm Snapdragon 7 Gen 3. Penyimpanan internalnya disebut mencapai 512GB.
Di sektor kamera belakang, T1 Phone membawa sensor utama 50MP. Ponsel ini juga dilengkapi kamera ultrawide 8MP serta kamera telefoto 50MP dengan zoom 2x.
Kamera depannya sama-sama beresolusi 50MP. Kombinasi ini menjadi salah satu elemen yang paling menonjol dalam daftar spesifikasi yang dipasarkan.
Untuk daya, T1 Phone dibekali baterai 5.000mAh. Kapasitas itu disebut sekitar 400mAh lebih besar dibanding baterai HTC U24 Pro.
Pengisian dayanya mendukung 30W wired charging. Dari sisi perangkat lunak, ponsel ini dikatakan langsung menjalankan Android 15 saat keluar dari boks.
Kontroversi yang Belum Reda
Meski spesifikasinya cukup lengkap di atas kertas, respons pasar tidak hanya ditentukan oleh angka. Dalam kasus T1 Phone, isu kepercayaan dan pemenuhan pesanan justru menjadi pusat perhatian.
Sejak hari pertama, perangkat ini sudah berada dalam pusaran kontroversi soal cara pemasaran dan asal-usul produk. Pembukaan penjualan umum saat masalah pesanan awal belum selesai membuat sorotan itu kembali menguat.
Bagi calon pembeli, situasinya kini menjadi lebih kompleks. Mereka tidak hanya menilai spesifikasi dan harga, tetapi juga harus mempertimbangkan rekam jejak pengiriman yang masih dipertanyakan.
Bagi pelanggan pre-order, persoalan utamanya tetap sederhana. Mereka sudah membayar deposit, tetapi perangkat yang dijanjikan belum juga tiba dan informasi lanjutan masih minim.
Trump Mobile sendiri kini menghadapi ujian pada dua sisi sekaligus. Perusahaan perlu membuktikan bahwa T1 Phone benar-benar bisa dikirim tepat waktu, sambil menjawab pertanyaan mengapa penjualan umum dibuka ketika banyak pemesan awal masih menunggu.
Source: www.androidauthority.com





