4 Game Besar Resmi Dimatikan Di 2026, Ini Alasan Yang Paling Mengganggu Pemain

Author: Qoo Media

Fenomena game besar yang ditutup permanen makin sering terjadi, dan 2026 menjadi salah satu tahun yang paling terasa dampaknya. Tidak semua game hilang sepenuhnya, karena beberapa masih menyisakan mode offline setelah server online dimatikan.

Yang paling menarik dari tren ini adalah polanya tidak selalu berkaitan dengan kualitas game. Ada game yang dulu punya komunitas setia, ada juga yang masih terasa baru, tetapi tetap harus berhenti karena dukungan online tidak lagi berlanjut.

Let It Die masih bertahan lewat mode offline

LET IT DIE akan mengakhiri layanan online pada 31 Agustus setelah hampir satu dekade beroperasi. Game aksi roguelike ini dikenal lewat tingkat kesulitan brutal, gaya yang nyentrik, dan maskot ikonik Uncle Death.

Meski tidak pernah benar-benar menjadi game yang sangat populer, LET IT DIE tetap memiliki banyak pemain setia. Grasshopper Manufacture berencana merilis versi offline agar game ini masih bisa dimainkan setelah server utama ditutup.

NBA 2K25 mengikuti pola rilis tahunan

NBA 2K25 juga masuk daftar game yang kehilangan dukungan online. Nasibnya sebenarnya sudah bisa terbaca sejak awal karena seri ini mengikuti pola rilis tahunan seperti EA Sports FC, sehingga fokus pengembangan cepat berpindah ke entri terbaru.

Walau dinilai cukup solid dibanding beberapa pendahulunya, server online NBA 2K25 tetap akan dimatikan. Setelah itu, pemain hanya bisa mengandalkan mode offline, tanpa akses ke fitur online yang selama ini menjadi daya tarik utama.

Battlefield Hardline terdampak penurunan pemain

Battlefield Hardline sempat memecah opini saat dirilis karena meninggalkan tema perang militer klasik. Game ini justru membawa konflik polisi melawan kriminal, sesuatu yang dulu dianggap kurang sejalan dengan identitas Battlefield.

Seiring waktu, banyak pemain mulai menghargai pendekatan barunya, terutama karena multiplayer yang seru dan campaign yang cukup menghibur. Namun EA mengumumkan pada Maret bahwa server online versi PS4 dan Xbox One akan ditutup pada 22 Juni karena jumlah pemain terus menurun.

DiRT Rally 2.0 tetap bisa dimainkan secara offline

DiRT Rally 2.0 dikenal sebagai salah satu game rally terbaik berkat mekanisme mengemudi yang menantang dan realistis. Kekuatan utamanya ada pada kontrol mobil, lintasan yang autentik, dan keseimbangan antara aksesibilitas serta kedalaman simulasi.

Dukungan online game ini akan berakhir ketika server resmi dimatikan pada 8 Juli. Kabar baiknya, mode career, event kustom, dan berbagai lokasi rally masih bisa dimainkan secara offline.

Penutupan empat game ini menunjukkan bahwa umur sebuah game live-service tidak selalu ditentukan oleh nama besar atau reputasinya saat rilis. Begitu dukungan server berhenti, yang tersisa hanya versi offline bagi game yang memang masih menyiapkannya sejak awal.

Source: www.idntimes.com
Terbaru