Steam Machine Sempat Bisa Lebih Murah, Gara-Gara Valve Terlambat Hadapi Krisis Memori

Harga Steam Machine senilai $599 dinilai sebenarnya masih mungkin dicapai, menurut seorang insider hardware, jika Valve bergerak lebih cepat saat krisis memori belum semakin parah. Pandangan itu muncul di tengah kritik bahwa keputusan menunggu justru membuat biaya komponen melonjak dan membuka ruang bagi respons yang dianggap terlambat.

Moore’s Law Is Dead menilai Valve punya kesempatan untuk mengamankan stok suku cadang sebelum kekurangan pasokan memburuk. Ia menyoroti bahwa para insinyur Valve sendiri mengakui tidak adanya kontrak jangka panjang yang tetap dengan pemasok DRAM besar seperti Micron.

Sempat ada peluang stok lebih awal

MLID menyebut langkah itu tidak akan menghasilkan unit tanpa batas, tetapi tetap bisa memberi Valve ruang untuk menekan harga jual awal. Ia memperkirakan perusahaan itu masih bisa menyiapkan sekitar 5.000 sistem pada bulan Desember.

Menurutnya, skema seperti itu tidak akan menyaingi konsol seperti PS5, tetapi bisa diposisikan sebagai “beta soft launch”. Pendekatan tersebut, kata dia, setidaknya bisa menghindarkan Valve dari ulasan awal yang mengecewakan.

MLID juga menyinggung bahwa beberapa perusahaan AI sudah mendatangi peritel seperti Micro Center sebelum harga memori mencapai puncaknya. Bagi dia, itu menunjukkan bahwa ada pembeli besar yang lebih sigap membaca arah pasar ketika kelangkaan mulai terasa.

Opsi produk saat harga komponen naik

Ketika kekurangan pasokan makin berat, MLID menilai Valve masih punya beberapa jalan lain. Salah satunya adalah merilis edisi kolektor secara berkala dengan harga lebih tinggi.

Ia juga mengusulkan versi barebones yang lebih murah tanpa RAM dan SSD. Dengan cara itu, Steam Machine bisa tetap masuk pasar sambil memberi ruang bagi pengguna untuk melakukan upgrade sendiri.

SteamOS juga disebut masih punya peluang memperkuat posisinya di ruang keluarga. MLID menilai peningkatan seperti FSR 4.1 dapat membantu mendorong performa dan membuat ekosistem itu lebih menarik untuk pemain kasual di living room.

Kritik lebih luas ke strategi hardware Valve

Insider tersebut tidak hanya menyoroti harga Steam Machine, tetapi juga cara Valve merespons kondisi pasar komponen. Ia menyampaikan komentar keras terhadap kemampuan pasar PC dalam memproduksi hardware dan menilai Valve tampak terlalu percaya diri terhadap dampak pemberitaan buruk.

MLID bahkan berpendapat Gabe Newell “doesn’t really care about Steam anymore.” Ia juga mengatakan seseorang yang berpengalaman dalam peluncuran produk seharusnya dipekerjakan setelah pihak yang bertanggung jawab diganti.

Meski begitu, ia mengakui bisnis Valve tidak berada dalam ancaman besar karena pendapatan perusahaan masih sangat bergantung pada penjualan game. Justru karena itu, keputusan untuk menunggu tiga bulan hingga harga penyimpanan dan memori stabil dianggapnya sebagai blunder besar.

Kekhawatiran soal perangkat Valve berikutnya

Kekhawatiran MLID tidak berhenti pada Steam Machine. Ia menilai ada risiko Valve mengulang kesalahan yang sama pada Steam Deck 2 jika strategi pengadaan komponen tidak berubah.

Setelah mendengar bahwa performa dan spesifikasi Steam Machine mungkin tidak sebanding dengan harganya, sebagian calon pembeli juga mulai cemas terhadap headset Frame VR yang akan datang. Situasi itu membuat setiap keputusan Valve di lini hardware terasa semakin diawasi, terutama ketika pasar komponen masih rapuh dan harga memori belum kembali stabil.

Source: www.notebookcheck.net

Terkait